NP
Sungguh Lembut Suara Yesus
Softly and Tenderly
Informasi Lagu
138
Nomor
Kode
NP 138
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
Will L. Thompson
Pencipta Syair
Will L. Thompson
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
Sungguh lembut suara Yesus memanggil:
Panggilan bagi engkau;
Lihatlah, Dia di pintu menunggu:
Sambutan bagi engkau.
Pulang, Pulang!
Yang kelelahan, pulang!
Sungguh lembut suara Yesus memanggil:
"Orang berdosa, pulang!"
Jangan ragu bila Yesus mengajak:
Ajakan bagi engkau;
Jangan enggan menerima kasihNya:
KasihNya bagi engkau.
Waktu serta kesempatan berlalu
Bagi aku dan engkau;
Pasti gelap kematian menanti
Bagi aku dan engkau.
Mari! Demi perjanjian setia
Bagi aku dan engkau;
Walau berdosa, trimalah kasihNya
Bagi aku dan engkau.
Slide Lirik
6 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Softly and Tenderly Jesus is Calling"** (Sungguh Lembut Suara Yesus) adalah salah satu lagu himne paling ikonik dan menyentuh hati dalam sejarah kekristenan. Lagu ini ditulis oleh **Will L. Thompson** pada tahun 1880.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik terciptanya lagu ini:
### 1. Sang Penulis: Will L. Thompson
Will L. Thompson (1847–1909) adalah seorang komposer musik asal Ohio, Amerika Serikat. Ia dikenal sebagai penulis lagu yang sangat berbakat dan memiliki kepekaan emosional yang tinggi. Berbeda dengan banyak penulis lagu rohani pada masanya yang berlatar belakang pendeta atau penginjil, Thompson adalah seorang musisi profesional yang sukses.
### 2. Inspirasi di Balik Lagu
Kisah penciptaan lagu ini berawal dari kunjungan Thompson ke rumah seorang penginjil terkenal bernama **D.L. Moody**. Saat itu, Moody sedang berjuang melawan sakit parah dan menjelang akhir hayatnya.
Dalam percakapan mereka, Moody mengatakan kepada Thompson:
> *"Will, saya lebih suka menulis satu lagu seperti 'Softly and Tenderly' daripada memiliki semua ketenaran dan kekayaan yang pernah saya peroleh dari lagu-lagu saya yang lain."*
Kalimat ini menunjukkan betapa dalamnya dampak lagu tersebut bagi Moody, yang merupakan seorang penginjil yang mendedikasikan hidupnya untuk membawa orang kepada pertobatan.
### 3. Makna di Balik Liriknya
Lirik lagu ini ditulis dengan pendekatan yang sangat personal dan persuasif, tidak menghakimi, melainkan mengundang.
* **"Softly and Tenderly" (Sungguh Lembut):** Lagu ini tidak menggambarkan Tuhan sebagai sosok yang murka, melainkan sosok yang penuh kasih dan kesabaran.
* **Panggilan bagi yang terhilang:** Liriknya ditujukan bagi mereka yang merasa "lelah" dan "berdosa". Lagu ini menekankan bahwa pintu pengampunan Tuhan selalu terbuka lebar bagi siapa saja yang mau datang.
* **Tema Penantian:** Bagian "Why will ye tarry?" (Mengapa kau menunda?) adalah inti dari pesan lagu ini—sebuah permohonan agar seseorang tidak lagi menunda-nunda untuk berdamai dengan Tuhan.
### 4. Pengaruh Lagu dalam Sejarah
Lagu ini menjadi sangat terkenal karena sering dinyanyikan dalam acara-acara *revival* (kebaktian kebangunan rohani) sebagai lagu penutup untuk sesi "altar call" (undangan untuk maju ke depan bagi yang ingin bertobat).
Beberapa momen sejarah yang melibatkan lagu ini:
* **Penghiburan bagi yang berduka:** Lagu ini sangat sering dinyanyikan di pemakaman karena liriknya yang memberikan ketenangan dan harapan akan rumah surgawi.
* **Versi Populer:** Lagu ini menjadi sangat melegenda di era modern setelah dibawakan oleh penyanyi seperti Alan Jackson dalam film *The Apostle*, dan di momen-momen refleksi publik lainnya.
### 5. Warisan Will L. Thompson
Menariknya, Thompson tidak hanya menulis lagu ini, tetapi ia juga yang mengomposisi nadanya sendiri. Ia memiliki kemampuan untuk menyelaraskan melodi yang sederhana namun "menghantui" dengan lirik yang puitis.
Ketika Thompson meninggal dunia pada tahun 1909, lagu ini dinyanyikan dalam pemakamannya sebagai penghormatan terakhir atas hidupnya yang telah membawa ribuan, bahkan jutaan orang, untuk mendengar "suara lembut Yesus" yang memanggil mereka pulang.
**Kesimpulan:**
"Sungguh Lembut Suara Yesus" tetap relevan hingga hari ini karena pesan dasarnya bersifat universal: tentang kasih yang tidak pernah menyerah, kesabaran dalam menunggu, dan tawaran pengampunan bagi siapa saja yang merasa lelah dengan beban hidup. Lagu ini adalah pengingat bahwa di tengah dunia yang bising, ada "suara lembut" yang selalu menanti kita untuk kembali.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik terciptanya lagu ini:
### 1. Sang Penulis: Will L. Thompson
Will L. Thompson (1847–1909) adalah seorang komposer musik asal Ohio, Amerika Serikat. Ia dikenal sebagai penulis lagu yang sangat berbakat dan memiliki kepekaan emosional yang tinggi. Berbeda dengan banyak penulis lagu rohani pada masanya yang berlatar belakang pendeta atau penginjil, Thompson adalah seorang musisi profesional yang sukses.
### 2. Inspirasi di Balik Lagu
Kisah penciptaan lagu ini berawal dari kunjungan Thompson ke rumah seorang penginjil terkenal bernama **D.L. Moody**. Saat itu, Moody sedang berjuang melawan sakit parah dan menjelang akhir hayatnya.
Dalam percakapan mereka, Moody mengatakan kepada Thompson:
> *"Will, saya lebih suka menulis satu lagu seperti 'Softly and Tenderly' daripada memiliki semua ketenaran dan kekayaan yang pernah saya peroleh dari lagu-lagu saya yang lain."*
Kalimat ini menunjukkan betapa dalamnya dampak lagu tersebut bagi Moody, yang merupakan seorang penginjil yang mendedikasikan hidupnya untuk membawa orang kepada pertobatan.
### 3. Makna di Balik Liriknya
Lirik lagu ini ditulis dengan pendekatan yang sangat personal dan persuasif, tidak menghakimi, melainkan mengundang.
* **"Softly and Tenderly" (Sungguh Lembut):** Lagu ini tidak menggambarkan Tuhan sebagai sosok yang murka, melainkan sosok yang penuh kasih dan kesabaran.
* **Panggilan bagi yang terhilang:** Liriknya ditujukan bagi mereka yang merasa "lelah" dan "berdosa". Lagu ini menekankan bahwa pintu pengampunan Tuhan selalu terbuka lebar bagi siapa saja yang mau datang.
* **Tema Penantian:** Bagian "Why will ye tarry?" (Mengapa kau menunda?) adalah inti dari pesan lagu ini—sebuah permohonan agar seseorang tidak lagi menunda-nunda untuk berdamai dengan Tuhan.
### 4. Pengaruh Lagu dalam Sejarah
Lagu ini menjadi sangat terkenal karena sering dinyanyikan dalam acara-acara *revival* (kebaktian kebangunan rohani) sebagai lagu penutup untuk sesi "altar call" (undangan untuk maju ke depan bagi yang ingin bertobat).
Beberapa momen sejarah yang melibatkan lagu ini:
* **Penghiburan bagi yang berduka:** Lagu ini sangat sering dinyanyikan di pemakaman karena liriknya yang memberikan ketenangan dan harapan akan rumah surgawi.
* **Versi Populer:** Lagu ini menjadi sangat melegenda di era modern setelah dibawakan oleh penyanyi seperti Alan Jackson dalam film *The Apostle*, dan di momen-momen refleksi publik lainnya.
### 5. Warisan Will L. Thompson
Menariknya, Thompson tidak hanya menulis lagu ini, tetapi ia juga yang mengomposisi nadanya sendiri. Ia memiliki kemampuan untuk menyelaraskan melodi yang sederhana namun "menghantui" dengan lirik yang puitis.
Ketika Thompson meninggal dunia pada tahun 1909, lagu ini dinyanyikan dalam pemakamannya sebagai penghormatan terakhir atas hidupnya yang telah membawa ribuan, bahkan jutaan orang, untuk mendengar "suara lembut Yesus" yang memanggil mereka pulang.
**Kesimpulan:**
"Sungguh Lembut Suara Yesus" tetap relevan hingga hari ini karena pesan dasarnya bersifat universal: tentang kasih yang tidak pernah menyerah, kesabaran dalam menunggu, dan tawaran pengampunan bagi siapa saja yang merasa lelah dengan beban hidup. Lagu ini adalah pengingat bahwa di tengah dunia yang bising, ada "suara lembut" yang selalu menanti kita untuk kembali.
Sama Tema
Pekerjaan Allah, Undangan dan Penerimaan
Mari Masuk Hatiku
NP
Jadikan Yesus Tuhanmu
NP
Hai Orang yang Penuh Dosa
NP
Sebagaimana Adaku
NP
Mari Barangsiapa Mau
NP
Yesus MemanggilMu
NP
Ku Suka Hidup BagiMu
NP
Kudengar Yesus Memanggil
NP
Suara Yesus Berkumandang
NP
Mengikut Yesus Keputusanku
NP
Pandanglah pada Yesus
NP
Engkau Kudoakan
NP
Sambutlah!
NP
Dosamu Dihapuskan
NP