Informasi Lagu
140
Nomor
Kode
NP 140
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
C.R. Dunbar
Pencipta Syair
Ralph E. Hudson
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
Segnap hidup dan kasihku, Ya, kuserahkan padaMu; Semoga ku tetap teguh, juru Selamatku! Ku suka hidup bagiMu; Sangat besarlah girangku; Ku suka hidup bagiMu, Juru Selamatku!
Ku yakin Kau menrimaku, Karna Kau mati bagiku; Dan ku percaya padaMu, Juru Selamatku!
SengsaraMu di Golgota Membebaskanku slamanya; Kusrahkan diriku segra, Juru Selamatku!
Partitur / Not
Partitur Chord NP 140
Sejarah Lagu
Lagu **"Ku Suka Hidup Bagi-Mu"** (judul asli bahasa Inggris: ***"I'll Live for Him"***) adalah salah satu himne klasik yang memiliki latar belakang sederhana namun sangat mendalam tentang penyerahan diri total kepada Tuhan.

Berikut adalah kisah di balik terciptanya lagu tersebut:

### 1. Penulis Lagu: C.R. Dunbar dan Ralph E. Hudson
Lagu ini merupakan hasil kolaborasi antara seorang penulis lirik bernama **C. R. Dunbar** dan komposer musik **Ralph E. Hudson**. Lagu ini pertama kali diterbitkan pada tahun **1882**.

Meskipun informasi biografis mengenai C.R. Dunbar sangat minim di catatan sejarah, kisahnya diabadikan melalui lirik yang ia tulis. Dunbar menulis lirik ini sebagai cerminan dari pergumulan pribadinya dalam mencari makna hidup dan keinginan untuk hidup sepenuhnya bagi Kristus setelah mengalami pertobatan yang mengubah hidupnya.

### 2. Konteks Penulisan
Lagu ini lahir dari era kebangunan rohani di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19. Pada masa itu, banyak penulis himne fokus pada tema **"penyerahan diri" (consecration)**.

* **Pesan Utama:** Liriknya menggambarkan sebuah komitmen sadar seseorang yang menyadari bahwa hidupnya telah "dibeli" oleh pengorbanan Yesus di kayu salib. Fokus utamanya adalah transformasi dari hidup yang egois menjadi hidup yang melayani Tuhan.
* **Makna Lirik:**
* *Bait 1:* Mengakui bahwa Yesus telah menebus hidup kita, sehingga masuk akal jika kita menyerahkan hidup kita sepenuhnya untuk Dia.
* *Bait 2:* Menyadarkan bahwa hidup ini bukan milik kita lagi, melainkan milik-Nya.
* *Bait 3:* Mengakui kebutuhan akan kuasa Roh Kudus untuk bisa benar-benar hidup bagi-Nya.

### 3. Peran Ralph E. Hudson
Ralph E. Hudson (1843–1901) adalah seorang penyanyi gospel, penginjil, dan penerbit buku musik yang cukup produktif di zamannya. Ia sering bekerja sama dengan penulis lirik lain untuk menciptakan lagu-lagu yang mudah dinyanyikan oleh jemaat di gereja-gereja kecil maupun di tenda-tenda penginjilan.

Sentuhan melodi Hudson yang sederhana namun emosional membantu pesan C.R. Dunbar menyebar dengan cepat. Lagu ini menjadi sangat populer karena melodi yang "mengalir" dan lirik yang bersifat seperti doa pribadi yang diucapkan di depan umum.

### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Berkesan?
Lagu ini bertahan melintasi zaman karena beberapa alasan:
1. **Kejujuran:** Liriknya tidak muluk-muluk. Ia mengakui, *"Hidupku ini milik-Mu, Kau tebus dengan darah-Mu."* Ini adalah dasar teologi Kristen yang paling mendasar.
2. **Keputusan Pribadi:** Kata "Ku" (I) dalam lagu ini menjadikannya komitmen pribadi, bukan sekadar teori teologi. Ini adalah janji seseorang kepada Tuhannya.
3. **Kesederhanaan:** Struktur bait dan refrainnya sangat fokus. Refrainnya, *"Ku mau hidup bagi-Mu, Yesus Tuhanku,"* menjadi doa yang sering diucapkan orang Kristen ketika mereka pertama kali menyerahkan hidup mereka kepada Tuhan atau saat mereka melakukan "penyerahan diri ulang" di masa-masa sulit.

### Kesimpulan
Kisah di balik lagu ini tidak melibatkan drama besar seperti tragedi yang dialami Horatio Spafford (penulis *It Is Well with My Soul*), melainkan sebuah **kisah tentang kerendahan hati yang konsisten**. C.R. Dunbar menulis lagu ini sebagai kesaksian bahwa setelah mengalami kasih Tuhan, pilihan logis satu-satunya adalah menghabiskan sisa umur untuk melayani Dia.

Hingga saat ini, lagu ini tetap menjadi salah satu lagu penyerahan diri yang paling sering dinyanyikan di gereja-gereja seluruh dunia, termasuk di Indonesia, sebagai pengingat bahwa hidup adalah anugerah yang harus dikembalikan kepada Sang Pemberi Hidup.