NP
Ya, Tuhan T'lah Datang
The Master Hath Come
Informasi Lagu
293
Nomor
Kode
NP 293
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
lagu rakyat Wales
Pencipta Syair
Sarah Doudney
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
Ya, Tuhan tlah datang, dipanggilNya kita
Mengikuti jejakNya di bumi ini,
Mendaki gunung dan menuruni lembah,
Menuju ke surga terang abadi.
Ya, Tuhan memanggil orang yang percaya,
Berbaris di bawah panji Penebus;
Kita mengasihi, ya, rindu padaNya,
Serta merindukan negri yang kudus.
Ya, Tuhan memanggil; janganlah gelisah,
Meskipun terancam bahaya besar;
Sebab Rohulkudus membrikan sentosa,
Ikutilah Tuhan dan jangan gentar.
Ya, Tuhan memanggil; meskipun godaan
Serta keraguan melanda kita,
Tetap kita nyanyi, penuh keyakinan,
Setia mengiring Sang Maharaja.
Ya, Tuhan memanggil sejak kita muda;
SuaraNya tetap menyegarkan jiwa;
Dari keduniaan berpalinglah kita,
Berpihak segra pada umat Allah.
Ya, Tuhan memanggil orang yang percaya,
Yang dapat berkatNya serta kasihNya;
Lewat padang hijau dibimbingNya kita,
Sampai kita masuk krajaan mulia.
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Ya, Tuhan T'lah Datang"** (atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan judul asli ***"The Master Hath Come"***) adalah sebuah himne yang sangat menyentuh karena kesederhanaannya dalam menggambarkan kehadiran Kristus dalam keseharian manusia.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan dan makna lagu tersebut:
### 1. Penulis Lirik: Sarah Doudney
Lirik lagu ini ditulis oleh **Sarah Doudney** (1841–1926), seorang penulis asal Inggris yang sangat produktif pada masa Victoria. Doudney dikenal bukan sebagai teolog formal, melainkan sebagai penulis novel dan puisi populer yang memiliki kedalaman spiritual.
Ia menulis puisi ini pada tahun **1871**. Fokus utama Doudney dalam tulisannya adalah bagaimana iman Kristen tidak hanya terjadi di gereja atau dalam ritual formal, tetapi harus mewujud dalam tindakan kasih di rumah, pekerjaan, dan kehidupan sehari-hari.
### 2. Konteks dan Makna Lirik
Lagu ini terinspirasi dari kisah-kisah di Alkitab tentang Yesus yang menyembuhkan dan melayani orang-orang yang "lelah" dan "berbeban berat." Doudney mencoba membawa pembaca ke dalam realitas bahwa Yesus yang sama yang berjalan di Galilea 2.000 tahun lalu, kini "telah datang" ke masa kini.
Poin-poin penting dalam liriknya:
* **Kehadiran yang Menenangkan:** Lagu ini menekankan bahwa Yesus datang bukan dengan kemegahan yang menakutkan, melainkan sebagai seorang "Tuan" (Master) yang lembut.
* **Penyembuhan:** Liriknya berbicara tentang menyembuhkan yang sakit, menghibur yang berduka, dan memberi kedamaian bagi yang cemas.
* **Panggilan untuk Melayani:** Bait-bait selanjutnya mengajak orang percaya untuk menjadi "perpanjangan tangan" Kristus—yaitu dengan melayani sesama dengan kasih yang sama seperti yang ditunjukkan oleh Tuhan.
### 3. Asal Usul Melodi (Lagu Rakyat Wales)
Salah satu alasan mengapa lagu ini begitu akrab di telinga adalah karena melodi yang digunakan sering kali diambil dari **tradisi lagu rakyat Wales (Welsh Folk Tune)**.
* Dalam buku-buku nyanyian (hymnal), melodi yang paling sering disandingkan dengan lirik Doudney adalah lagu berjudul ***"Cwm Rhondda"*** (meskipun *Cwm Rhondda* lebih sering dikenal dengan "Guide Me, O Thou Great Redeemer") atau melodi tradisional lain dari Wales yang dikenal karena nuansanya yang megah namun hangat.
* Penggunaan melodi rakyat Wales memberikan kesan kedekatan dan "kemanusiaan." Bagi masyarakat Wales, musik adalah bagian dari napas kehidupan, dan lagu-lagu rakyat mereka seringkali membawa nuansa melankolis namun penuh pengharapan. Penggabungan lirik Doudney dengan melodi ini berhasil menciptakan suasana ibadah yang sangat intim.
### 4. Mengapa Lagu Ini Menjadi Ikonik?
* **Kekuatan "Layanan Sederhana":** Lagu ini menjadi populer di gereja-gereja karena pesannya yang sangat relevan bagi orang biasa. Doudney menulis bahwa Tuhan datang untuk "menghapus air mata" dan "memberi kekuatan baru." Ini adalah pesan yang tidak pernah lekang oleh waktu bagi orang yang sedang mengalami kesulitan hidup.
* **Musik yang Mengalir:** Melodi lagu rakyat yang digunakan biasanya bersifat *diatonis* dan mudah dinyanyikan oleh jemaat (tidak terlalu rumit), sehingga lagu ini sangat efektif untuk menggerakkan hati dalam persekutuan doa.
### Ringkasan Pesan
Jika dirangkum, kisah di balik lagu ini adalah tentang **transformasi iman**. Sarah Doudney ingin menyampaikan bahwa "Kedatangan Tuhan" bukanlah peristiwa sejarah yang kaku, melainkan pengalaman spiritual yang dialami setiap hari oleh siapa saja yang mau membuka hati. Tuhan "datang" untuk menjadi sahabat bagi mereka yang lelah, dan sebagai balasannya, Ia mengundang kita untuk membagikan kasih tersebut kepada sesama.
Di Indonesia, lagu ini sering diterjemahkan dan dinyanyikan di gereja-gereja dalam momen perenungan, perjamuan kudus, atau pelayanan kasih, karena nadanya yang lembut sangat mendukung suasana reflektif.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan dan makna lagu tersebut:
### 1. Penulis Lirik: Sarah Doudney
Lirik lagu ini ditulis oleh **Sarah Doudney** (1841–1926), seorang penulis asal Inggris yang sangat produktif pada masa Victoria. Doudney dikenal bukan sebagai teolog formal, melainkan sebagai penulis novel dan puisi populer yang memiliki kedalaman spiritual.
Ia menulis puisi ini pada tahun **1871**. Fokus utama Doudney dalam tulisannya adalah bagaimana iman Kristen tidak hanya terjadi di gereja atau dalam ritual formal, tetapi harus mewujud dalam tindakan kasih di rumah, pekerjaan, dan kehidupan sehari-hari.
### 2. Konteks dan Makna Lirik
Lagu ini terinspirasi dari kisah-kisah di Alkitab tentang Yesus yang menyembuhkan dan melayani orang-orang yang "lelah" dan "berbeban berat." Doudney mencoba membawa pembaca ke dalam realitas bahwa Yesus yang sama yang berjalan di Galilea 2.000 tahun lalu, kini "telah datang" ke masa kini.
Poin-poin penting dalam liriknya:
* **Kehadiran yang Menenangkan:** Lagu ini menekankan bahwa Yesus datang bukan dengan kemegahan yang menakutkan, melainkan sebagai seorang "Tuan" (Master) yang lembut.
* **Penyembuhan:** Liriknya berbicara tentang menyembuhkan yang sakit, menghibur yang berduka, dan memberi kedamaian bagi yang cemas.
* **Panggilan untuk Melayani:** Bait-bait selanjutnya mengajak orang percaya untuk menjadi "perpanjangan tangan" Kristus—yaitu dengan melayani sesama dengan kasih yang sama seperti yang ditunjukkan oleh Tuhan.
### 3. Asal Usul Melodi (Lagu Rakyat Wales)
Salah satu alasan mengapa lagu ini begitu akrab di telinga adalah karena melodi yang digunakan sering kali diambil dari **tradisi lagu rakyat Wales (Welsh Folk Tune)**.
* Dalam buku-buku nyanyian (hymnal), melodi yang paling sering disandingkan dengan lirik Doudney adalah lagu berjudul ***"Cwm Rhondda"*** (meskipun *Cwm Rhondda* lebih sering dikenal dengan "Guide Me, O Thou Great Redeemer") atau melodi tradisional lain dari Wales yang dikenal karena nuansanya yang megah namun hangat.
* Penggunaan melodi rakyat Wales memberikan kesan kedekatan dan "kemanusiaan." Bagi masyarakat Wales, musik adalah bagian dari napas kehidupan, dan lagu-lagu rakyat mereka seringkali membawa nuansa melankolis namun penuh pengharapan. Penggabungan lirik Doudney dengan melodi ini berhasil menciptakan suasana ibadah yang sangat intim.
### 4. Mengapa Lagu Ini Menjadi Ikonik?
* **Kekuatan "Layanan Sederhana":** Lagu ini menjadi populer di gereja-gereja karena pesannya yang sangat relevan bagi orang biasa. Doudney menulis bahwa Tuhan datang untuk "menghapus air mata" dan "memberi kekuatan baru." Ini adalah pesan yang tidak pernah lekang oleh waktu bagi orang yang sedang mengalami kesulitan hidup.
* **Musik yang Mengalir:** Melodi lagu rakyat yang digunakan biasanya bersifat *diatonis* dan mudah dinyanyikan oleh jemaat (tidak terlalu rumit), sehingga lagu ini sangat efektif untuk menggerakkan hati dalam persekutuan doa.
### Ringkasan Pesan
Jika dirangkum, kisah di balik lagu ini adalah tentang **transformasi iman**. Sarah Doudney ingin menyampaikan bahwa "Kedatangan Tuhan" bukanlah peristiwa sejarah yang kaku, melainkan pengalaman spiritual yang dialami setiap hari oleh siapa saja yang mau membuka hati. Tuhan "datang" untuk menjadi sahabat bagi mereka yang lelah, dan sebagai balasannya, Ia mengundang kita untuk membagikan kasih tersebut kepada sesama.
Di Indonesia, lagu ini sering diterjemahkan dan dinyanyikan di gereja-gereja dalam momen perenungan, perjamuan kudus, atau pelayanan kasih, karena nadanya yang lembut sangat mendukung suasana reflektif.
Sama Tema
Umat Allah, Pelayanan dan Pengabdian
Hai Dengar Suara Yesus
NP
Mari Bekerja S'karang
NP
Mari Kumpulkan
NP
Antarkan, Masukkan
NP
Yang Kami Baktikan
NP
Pimpinlah HambaMu
NP
Jiwa Raga Kubaktikan
NP
Jiwa Raga Kubaktikan
NP
Berita Baik
NP
B'ri yang Terbaik
NP
Kau Sanggupkah? Tanya Jesus
NP
Banyakkan Kasihku
NP
Persembahan Hati
NP
HambaMu Mohon Pimpinan
NP
Kus'rahkan HidupKu Karnamu
NP
Tuhan, BagiMu
NP
Pikul Salib
NP