Informasi Lagu
296
Nomor
Kode
NP 296
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
tak dikenal
Pencipta Syair
Frances Ridley Havergal
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 5 bait
Jiwa raga, ya Tuhan, PadaMu kubaktikan, Dan sepanjang umurku Aku jadi hambaMu Kuserahkan hidupku Agar jadi milikMu; Kuserahkan hidupku Agar jadi milikMu.
Tangan, kaki gunakan Bagi karyaMu, Tuhan, Agar rajin dan cepat Kerja Tuhan kubuat.
Pakai juga lidahku, Kumasyhurkan namaMu; Bilamana ku nyanyi, Hanya Yesus kupuji.
Kuabdikan hartaku, Waktu juga bagiMu; Akal dan kepandaian, Gunakanlah, ya Tuhan.
Kubaktikan hatiku, Karna itu milikMu; Dalamnya bertakhtalah, Dan berkuasa slamanya.
Partitur / Not
Partitur Chord NP 296
Sejarah Lagu
Lagu himne **"Take My Life and Let It Be"** (dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan menjadi **"Jiwa Raga Kubaktikan"**) adalah salah satu lagu rohani yang paling mendalam dan berpengaruh dalam sejarah gereja. Kisah di baliknya adalah sebuah kesaksian tentang penyerahan diri secara total kepada Tuhan.

Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu tersebut:

### 1. Penulis: Frances Ridley Havergal
Frances Ridley Havergal (1836–1879) adalah seorang wanita Inggris yang sangat cerdas. Ia adalah seorang penyair, komposer, sekaligus ahli bahasa yang menguasai bahasa Yunani, Ibrani, Latin, dan Prancis. Namun, yang paling menonjol dari hidupnya adalah dedikasinya yang radikal kepada iman Kristen. Ia sering disebut sebagai "penyanyi bagi Raja," karena fokus hidupnya adalah melayani Tuhan.

### 2. Momen Penciptaan (Februari 1874)
Lagu ini lahir dari sebuah pengalaman spiritual yang sangat spesifik. Pada bulan Februari 1874, Frances sedang mengunjungi teman-temannya di Areley House, Worcestershire, Inggris.

Saat itu, ia merasa sangat terbeban untuk memberikan seluruh hidupnya kepada Tuhan. Ia ingin agar setiap aspek hidupnya—bukan hanya jiwanya, tetapi juga pikirannya, suaranya, waktunya, hartanya, bahkan setiap gerak tubuhnya—dikuduskan sepenuhnya untuk melayani Tuhan.

Dalam catatan pribadinya, Frances menceritakan apa yang terjadi malam itu:
> *"Tiba-tiba, sebuah pikiran muncul di benakku: 'Tuhan, ambil hidupku, dan biarkan itu dikuduskan bagi-Mu.' Lalu muncul baris demi baris berikutnya, hingga akhirnya seluruh puisi itu tertulis di dalam pikiranku."*

Frances menulis puisi tersebut dalam satu malam, baris demi baris, sebagai sebuah doa penyerahan diri yang sangat personal.

### 3. Makna di Balik Lirik
Lagu ini bukan sekadar melodi, melainkan sebuah daftar "inventaris" hidup yang ia serahkan kepada Tuhan. Setiap baitnya mencakup aspek spesifik dari kehidupan manusia:

* **"Take my life, and let it be"** (Ambil hidupku, dan biarkan itu): Menyerahkan seluruh keberadaan diri.
* **"Take my moments and my days"** (Ambil saat-saatku dan hari-hariku): Menyerahkan manajemen waktu.
* **"Take my hands, and let them move"** (Ambil tanganku, dan biarkan ia bergerak): Menyerahkan kemampuan fisik/tindakan.
* **"Take my voice, and let me sing"** (Ambil suaraku, dan biarkan aku bernyanyi): Menyerahkan talenta/seni.
* **"Take my lips, and let them be filled with messages for Thee"** (Ambil bibirku, agar penuh dengan pesan-Mu): Menyerahkan tutur kata.
* **"Take my silver and my gold"** (Ambil perak dan emasku): Menyerahkan harta kekayaan.
* **"Take my intellect, and use every power as Thou shalt choose"** (Ambil akal budiku, dan gunakan setiap daya sesuai pilihan-Mu): Menyerahkan pikiran dan kecerdasan.

### 4. Tindakan Nyata dari Penyerahan Diri
Frances tidak hanya menulis lirik ini sebagai teori. Sesaat setelah menulis puisi ini, ia mengambil keputusan praktis yang drastis. Ia memutuskan untuk memberikan sebagian besar perhiasannya kepada organisasi misi (Church Missionary Society). Ia merasa bahwa jika ia benar-benar menyerahkan "perak dan emasnya" kepada Tuhan, maka perhiasan mewah tidak lagi relevan baginya.

### 5. Komposisi Musik
Awalnya, lirik ini tidak dinyanyikan dengan melodi yang kita kenal sekarang. Baru pada tahun 1874, lirik tersebut disatukan dengan melodi yang kita kenal hari ini, yaitu lagu **"Hendon"** yang digubah oleh Henri Abraham César Malan.

### Mengapa Lagu Ini Begitu Berkesan?
Kisah di balik lagu ini tetap abadi karena kejujurannya. Frances tidak menulis lagu ini sebagai pernyataan bahwa ia sudah sempurna, melainkan sebagai **komitmen**. Ia mengakui bahwa memberikan seluruh hidup kepada Tuhan adalah sebuah proses, sebuah doa, dan sebuah janji setia.

Hingga hari ini, *Take My Life and Let It Be* menjadi salah satu lagu yang paling sering dinyanyikan dalam upacara pentahbisan pendeta, acara pelayanan, maupun saat seseorang merasa perlu memperbaharui komitmen hidupnya kepada Tuhan.

Seperti yang pernah dikatakan oleh Frances Ridley Havergal: *"Aku tidak memiliki hidup yang layak untuk Tuhan, kecuali hidup yang Dia sendiri berikan dan kuduskan."*