NP
Sungguhlah Hidup Tuhanku
He Lives
Informasi Lagu
325
Nomor
Kode
NP 325
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Style
6-8Orchestral
Pencipta Lagu
Alfred H. Ackley
Pencipta Syair
Alfred H. Ackley
Cross Ref.
NKB 87, KK 252, NKI 298
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
Tuhan yang kulayani tlah bangkit hidup trus;
Meski disangkal orang, hiduplah Penebus;
Penuh berkat tanganNya, lembut suaraNya;
Tuhan yang kuperlukan slalu ada.
Hidup, hidup, ya hidup Tuhanku!
Tuhan dekat tiap saat, sepanjang jalanku.
Hidup, hidup, Juru Selamatku!
Sungguhlah hidup Tuhanku, hidup di hatiku!
Tuhan memelihara seluruh dunia;
Ku takkan putus asa, meski hati lelah;
Tuhanlah yang memimpin, meski mendru topan;
Kelak kedatanganNya kunantikan.
Hai Kristen, puji Tuhan, angkatlah suaramu!
Ucapkan haleluya, Kristuslah Rajamu!
Harapan manusia, Penolong yang setia;
Tak ada yang setara dengan Dia.
Slide Lirik
4 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu **"Junjungan Yang Kupilih"** (judul asli bahasa Inggris: ***"He Lives!"***) yang ditulis oleh **Alfred Henry Ackley** pada tahun 1933 adalah sebuah cerita tentang pergulatan iman di tengah dunia yang skeptis.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu tersebut:
### 1. Latar Belakang: Tantangan Seorang Pemuda
Pada tahun 1930-an, Alfred Henry Ackley, seorang pendeta dan musisi berbakat, sering berinteraksi dengan anak-anak muda di gerejanya. Saat itu, paham ateisme dan skeptisisme sedang berkembang pesat. Banyak pemuda yang ia layani mulai mempertanyakan kebenaran Alkitab, terutama tentang kebangkitan Yesus Kristus.
Suatu hari, seorang pemuda datang kepadanya dengan sikap menantang. Pemuda itu bertanya dengan nada sinis:
> *"Mengapa kita harus terus percaya pada Yesus dari Nazaret? Mengapa kita harus mempedulikan orang yang sudah lama mati dan terkubur?"*
### 2. Jawaban Ackley
Ackley merasa sangat terpukul dengan pertanyaan tersebut. Ia menyadari bahwa baginya, Yesus bukanlah tokoh sejarah yang "mati", melainkan sosok yang hidup dan nyata dalam pengalamannya setiap hari.
Setelah pemuda itu pergi, Ackley tidak langsung menjawab dengan argumen intelektual yang rumit. Ia justru duduk di depan pianonya. Ia ingin membuktikan kepada pemuda itu (dan kepada dirinya sendiri) bahwa Yesus Kristus bukan sekadar tokoh masa lalu, melainkan Juruselamat yang hidup.
### 3. Proses Penciptaan
Dalam momen refleksi tersebut, Ackley berkata kepada dirinya sendiri, *"Dia hidup! Dia hidup! Mengapa aku harus meratap? Dia hidup!"*
Ide itu mengalir begitu cepat. Ia menulis lirik yang menegaskan bahwa bukti kebangkitan Yesus bukan ditemukan dalam artefak sejarah, melainkan dalam **perubahan hidup orang percaya**. Inilah inti dari lagu tersebut:
* **Bait 1:** Mengakui bahwa Yesus benar-benar bangkit.
* **Bait 2:** Mengakui bahwa kita tidak perlu mencari bukti kebangkitan di kuburan, melainkan di dalam hidup kita.
* **Refrein:** Menjadi pernyataan deklaratif yang paling terkenal: *"Dia hidup, Dia hidup, penebusku hidup!..."*
Ackley menulis lagu ini bukan sebagai tanggapan defensif, melainkan sebagai sebuah kesaksian pribadi yang penuh sukacita.
### 4. Pesan Utama Lagu
Lirik lagu ini menekankan bahwa bukti paling otentik dari kebangkitan Yesus adalah **pengalaman pribadi** orang percaya. Inilah bagian paling terkenal dalam liriknya:
> *"Kau tanya, siapa Yesus? Ku jawab: 'Ia hidup!'*
> *Di dalam hatiku Dia ada, bukti Dia hidup."*
Pesan ini sangat kuat karena mengalihkan fokus dari perdebatan intelektual tentang "apakah kuburan kosong itu nyata" ke arah "apakah Kristus nyata dalam hidupmu sekarang".
### 5. Warisan Lagu
Sejak pertama kali dipublikasikan pada tahun 1933 oleh *Rodeheaver Company*, lagu ini menjadi salah satu lagu Paskah yang paling dicintai di seluruh dunia. Lagu ini sering dinyanyikan dengan semangat yang meledak-ledak (upbeat) sebagai ungkapan kemenangan iman atas keraguan dunia.
**Kesimpulan:**
Kisah *He Lives!* adalah pengingat bahwa iman Kristen tidak berdiri di atas teori-teori filosofis, melainkan di atas relasi hidup dengan Pribadi yang bangkit. Alfred Henry Ackley berhasil mengubah sebuah pertanyaan skeptis yang tajam menjadi salah satu hymne paling inspiratif dalam sejarah kekristenan.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu tersebut:
### 1. Latar Belakang: Tantangan Seorang Pemuda
Pada tahun 1930-an, Alfred Henry Ackley, seorang pendeta dan musisi berbakat, sering berinteraksi dengan anak-anak muda di gerejanya. Saat itu, paham ateisme dan skeptisisme sedang berkembang pesat. Banyak pemuda yang ia layani mulai mempertanyakan kebenaran Alkitab, terutama tentang kebangkitan Yesus Kristus.
Suatu hari, seorang pemuda datang kepadanya dengan sikap menantang. Pemuda itu bertanya dengan nada sinis:
> *"Mengapa kita harus terus percaya pada Yesus dari Nazaret? Mengapa kita harus mempedulikan orang yang sudah lama mati dan terkubur?"*
### 2. Jawaban Ackley
Ackley merasa sangat terpukul dengan pertanyaan tersebut. Ia menyadari bahwa baginya, Yesus bukanlah tokoh sejarah yang "mati", melainkan sosok yang hidup dan nyata dalam pengalamannya setiap hari.
Setelah pemuda itu pergi, Ackley tidak langsung menjawab dengan argumen intelektual yang rumit. Ia justru duduk di depan pianonya. Ia ingin membuktikan kepada pemuda itu (dan kepada dirinya sendiri) bahwa Yesus Kristus bukan sekadar tokoh masa lalu, melainkan Juruselamat yang hidup.
### 3. Proses Penciptaan
Dalam momen refleksi tersebut, Ackley berkata kepada dirinya sendiri, *"Dia hidup! Dia hidup! Mengapa aku harus meratap? Dia hidup!"*
Ide itu mengalir begitu cepat. Ia menulis lirik yang menegaskan bahwa bukti kebangkitan Yesus bukan ditemukan dalam artefak sejarah, melainkan dalam **perubahan hidup orang percaya**. Inilah inti dari lagu tersebut:
* **Bait 1:** Mengakui bahwa Yesus benar-benar bangkit.
* **Bait 2:** Mengakui bahwa kita tidak perlu mencari bukti kebangkitan di kuburan, melainkan di dalam hidup kita.
* **Refrein:** Menjadi pernyataan deklaratif yang paling terkenal: *"Dia hidup, Dia hidup, penebusku hidup!..."*
Ackley menulis lagu ini bukan sebagai tanggapan defensif, melainkan sebagai sebuah kesaksian pribadi yang penuh sukacita.
### 4. Pesan Utama Lagu
Lirik lagu ini menekankan bahwa bukti paling otentik dari kebangkitan Yesus adalah **pengalaman pribadi** orang percaya. Inilah bagian paling terkenal dalam liriknya:
> *"Kau tanya, siapa Yesus? Ku jawab: 'Ia hidup!'*
> *Di dalam hatiku Dia ada, bukti Dia hidup."*
Pesan ini sangat kuat karena mengalihkan fokus dari perdebatan intelektual tentang "apakah kuburan kosong itu nyata" ke arah "apakah Kristus nyata dalam hidupmu sekarang".
### 5. Warisan Lagu
Sejak pertama kali dipublikasikan pada tahun 1933 oleh *Rodeheaver Company*, lagu ini menjadi salah satu lagu Paskah yang paling dicintai di seluruh dunia. Lagu ini sering dinyanyikan dengan semangat yang meledak-ledak (upbeat) sebagai ungkapan kemenangan iman atas keraguan dunia.
**Kesimpulan:**
Kisah *He Lives!* adalah pengingat bahwa iman Kristen tidak berdiri di atas teori-teori filosofis, melainkan di atas relasi hidup dengan Pribadi yang bangkit. Alfred Henry Ackley berhasil mengubah sebuah pertanyaan skeptis yang tajam menjadi salah satu hymne paling inspiratif dalam sejarah kekristenan.
Cross Reference
Sama Tema
Umat Allah, Kesaksian
Kupandang Salib Yesus
NP
Yesuslah Terang Dunia
NP
Sang Tabib Agung
NP
Juru S'lamat Pujaanku
NP
Ku Suka Memb'ritakan S'lamat!
NP
Ku Suka Memb'ritakan S'lamat
NP
Damai Bagaikan Sungai
NP
Damai yang Padaku
NP
Karna Allah Cinta
NP
Tuhan Yesus Bunga Bakung
NP
Bukanlah Aku, Hanya Yesus Kristus
NP
Kasih Tuhan Harapanku
NP
Sahabatku, Ya Yesus
NP
Padaku Ada Sahabat
NP
Aku Gembira Yesus Kasih Padaku
NP
S'karang Ku Milik Yesus
NP
Menanglah Dalam Yesus
NP
Dalam Nama Yesus
NP
Haleluya
NP
Tak Tersembunyi Kuasa Allah
NP
Kupancarkan KeindahanMu
NP
Muliakan NamaNya
NP
Aku DiangkatNya
NP
Ada Kisah Untuk Bangsa-Bangsa
NP
O Nama Yesus nan Indah
NP
Ku Bersandar PadaNya
NP
Sejak Ku Ditebus
NP
Dalam Taman
NP