NP
Muliakan NamaNya
Down at the Cross
Informasi Lagu
329
Nomor
Kode
NP 329
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
John H. Stockton
Pencipta Syair
Elisha A. Hoffman
Cross Ref.
KJ 34, KK 329
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
Di kayu salib di Kalvari,
Juru Slamatku telah mati;
Dosa aibku diampuni,
Puji namaNya!
Muliakan namaNya,
Muliakan namaNya!
Dosa aibku diampuni,
Puji namaNya!
Satu mujizat kualami:
Yesus dekat sertaku kini;
Kurasa hadirNya tiap hari,
Puji namaNya!
Air hidup yang melebur dosa,
Sungguh benar dapat kutrima;
Slamatlah aku dibuatNya,
Puji namaNya!
Air hidup ini dikurniakan
Bagi yang rindu mendapatkan;
Yesus membrikan keslamatan,
Puji namaNya!
Slide Lirik
4 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Muliakan Nama-Nya"** (judul asli bahasa Inggris: **"Down at the Cross"** atau sering dikenal dengan **"Glory to His Name"**) adalah salah satu himne klasik yang paling dicintai dalam tradisi Kristen.
Kisah di balik lagu ini adalah perpaduan antara pengalaman pertobatan pribadi yang mendalam dan kolaborasi dua tokoh penting dalam dunia musik rohani abad ke-19, yaitu **Elisha A. Hoffman** (penulis lirik) dan **John H. Stockton** (komposer musik).
Berikut adalah detail kisahnya:
### 1. Latar Belakang Penulis
* **Elisha A. Hoffman (1839–1929):** Ia adalah seorang pendeta Presbiterian asal Pennsylvania, Amerika Serikat. Hoffman dikenal sangat produktif dalam menulis lirik lagu rohani (ia menulis lebih dari 2.000 lagu). Ia memiliki bakat untuk menangkap momen-momen spiritual dan mengubahnya menjadi lirik yang sederhana namun sangat menyentuh.
* **John H. Stockton (1813–1877):** Ia adalah seorang pengkhotbah dari Metodis yang juga sangat berbakat dalam menyusun musik himne. Stockton sering terlibat dalam kebaktian kebangunan rohani (revival) pada masanya.
### 2. Inspirasi di Balik Lirik
Lirik lagu ini lahir dari pengalaman Hoffman saat mengunjungi sebuah pertemuan doa di sebuah daerah kumuh di Pennsylvania. Pada masa itu, Hoffman sering melayani orang-orang yang hidup di pinggiran, pecandu, dan mereka yang putus asa.
Dalam sebuah kunjungan, ia bertemu dengan seorang wanita yang sedang bergumul dengan beban dosa dan masa lalunya yang kelam. Saat mereka berdoa bersama, wanita itu berseru dengan penuh keyakinan bahwa ia telah menemukan pengampunan di kaki salib Kristus. Ia merasa dosanya telah dibasuh dan ia telah menjadi ciptaan baru.
Hoffman sangat terkesan dengan ketulusan dan sukacita yang terpancar dari wanita tersebut. Ia pulang ke rumah dengan hati yang meluap-luap oleh perasaan yang sama—sebuah kesadaran akan **kuasa pembersihan darah Kristus**. Ia kemudian menuliskan kata-kata yang mendeskripsikan pengalaman pertobatan tersebut:
> *"Down at the cross where my Savior died, down where for cleansing from sin I cried..."*
> (Di kaki salib tempat Juruselamatku mati, di tempat aku berseru memohon penyucian dari dosa...)
### 3. Kolaborasi dengan John H. Stockton
Setelah lirik tersebut selesai, Hoffman memberikannya kepada John H. Stockton. Stockton, yang memiliki kepekaan musik yang luar biasa, segera membuat melodi yang ceria namun penuh khidmat untuk mengiringi lirik tersebut.
Lagu ini pertama kali dipublikasikan pada tahun **1878**. Musik yang disusun oleh Stockton memberikan nuansa "kemenangan" dan "sukacita," yang sangat cocok dengan pesan liriknya tentang seseorang yang tadinya berdosa namun kini telah disucikan dan dipenuhi sukacita surgawi.
### 4. Makna Lagu
Lagu ini bukan sekadar melodi, melainkan sebuah pengakuan iman yang mencakup tiga tahap spiritual:
1. **Pengakuan Dosa:** Seseorang datang "ke kaki salib" karena menyadari bahwa ia tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri.
2. **Penyucian:** Adanya keyakinan bahwa darah Yesus Kristus cukup untuk menghapus dosa ("di sana dosaku dibasuh").
3. **Sukacita:** Kehidupan yang baru setelah pertobatan ("betapa indahnya nama-Nya").
### 5. Dampak dan Warisan
Lagu ini menjadi lagu standar dalam setiap kebaktian kebangunan rohani di Amerika pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Sifatnya yang repetitif (terutama pada bagian chorus: *"Glory to His name!"*) membuatnya mudah diingat dan sering digunakan sebagai lagu ajakan (altar call) bagi mereka yang ingin menerima Kristus.
Di Indonesia, lagu ini diterjemahkan dengan judul **"Muliakan Nama-Nya"** (Kidung Jemaat No. 370). Meskipun terjemahannya tidak selalu kata-per-kata secara harfiah, esensi dari lagu ini tetap sama: merayakan kasih karunia Tuhan yang memulihkan orang berdosa.
**Kesimpulan:**
"Muliakan Nama-Nya" adalah bukti bahwa lagu rohani yang bertahan melintasi zaman bukanlah yang dibuat dengan rumit, melainkan yang lahir dari **pengalaman pribadi yang jujur** tentang perjumpaan manusia dengan kasih Allah di kayu salib.
Kisah di balik lagu ini adalah perpaduan antara pengalaman pertobatan pribadi yang mendalam dan kolaborasi dua tokoh penting dalam dunia musik rohani abad ke-19, yaitu **Elisha A. Hoffman** (penulis lirik) dan **John H. Stockton** (komposer musik).
Berikut adalah detail kisahnya:
### 1. Latar Belakang Penulis
* **Elisha A. Hoffman (1839–1929):** Ia adalah seorang pendeta Presbiterian asal Pennsylvania, Amerika Serikat. Hoffman dikenal sangat produktif dalam menulis lirik lagu rohani (ia menulis lebih dari 2.000 lagu). Ia memiliki bakat untuk menangkap momen-momen spiritual dan mengubahnya menjadi lirik yang sederhana namun sangat menyentuh.
* **John H. Stockton (1813–1877):** Ia adalah seorang pengkhotbah dari Metodis yang juga sangat berbakat dalam menyusun musik himne. Stockton sering terlibat dalam kebaktian kebangunan rohani (revival) pada masanya.
### 2. Inspirasi di Balik Lirik
Lirik lagu ini lahir dari pengalaman Hoffman saat mengunjungi sebuah pertemuan doa di sebuah daerah kumuh di Pennsylvania. Pada masa itu, Hoffman sering melayani orang-orang yang hidup di pinggiran, pecandu, dan mereka yang putus asa.
Dalam sebuah kunjungan, ia bertemu dengan seorang wanita yang sedang bergumul dengan beban dosa dan masa lalunya yang kelam. Saat mereka berdoa bersama, wanita itu berseru dengan penuh keyakinan bahwa ia telah menemukan pengampunan di kaki salib Kristus. Ia merasa dosanya telah dibasuh dan ia telah menjadi ciptaan baru.
Hoffman sangat terkesan dengan ketulusan dan sukacita yang terpancar dari wanita tersebut. Ia pulang ke rumah dengan hati yang meluap-luap oleh perasaan yang sama—sebuah kesadaran akan **kuasa pembersihan darah Kristus**. Ia kemudian menuliskan kata-kata yang mendeskripsikan pengalaman pertobatan tersebut:
> *"Down at the cross where my Savior died, down where for cleansing from sin I cried..."*
> (Di kaki salib tempat Juruselamatku mati, di tempat aku berseru memohon penyucian dari dosa...)
### 3. Kolaborasi dengan John H. Stockton
Setelah lirik tersebut selesai, Hoffman memberikannya kepada John H. Stockton. Stockton, yang memiliki kepekaan musik yang luar biasa, segera membuat melodi yang ceria namun penuh khidmat untuk mengiringi lirik tersebut.
Lagu ini pertama kali dipublikasikan pada tahun **1878**. Musik yang disusun oleh Stockton memberikan nuansa "kemenangan" dan "sukacita," yang sangat cocok dengan pesan liriknya tentang seseorang yang tadinya berdosa namun kini telah disucikan dan dipenuhi sukacita surgawi.
### 4. Makna Lagu
Lagu ini bukan sekadar melodi, melainkan sebuah pengakuan iman yang mencakup tiga tahap spiritual:
1. **Pengakuan Dosa:** Seseorang datang "ke kaki salib" karena menyadari bahwa ia tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri.
2. **Penyucian:** Adanya keyakinan bahwa darah Yesus Kristus cukup untuk menghapus dosa ("di sana dosaku dibasuh").
3. **Sukacita:** Kehidupan yang baru setelah pertobatan ("betapa indahnya nama-Nya").
### 5. Dampak dan Warisan
Lagu ini menjadi lagu standar dalam setiap kebaktian kebangunan rohani di Amerika pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Sifatnya yang repetitif (terutama pada bagian chorus: *"Glory to His name!"*) membuatnya mudah diingat dan sering digunakan sebagai lagu ajakan (altar call) bagi mereka yang ingin menerima Kristus.
Di Indonesia, lagu ini diterjemahkan dengan judul **"Muliakan Nama-Nya"** (Kidung Jemaat No. 370). Meskipun terjemahannya tidak selalu kata-per-kata secara harfiah, esensi dari lagu ini tetap sama: merayakan kasih karunia Tuhan yang memulihkan orang berdosa.
**Kesimpulan:**
"Muliakan Nama-Nya" adalah bukti bahwa lagu rohani yang bertahan melintasi zaman bukanlah yang dibuat dengan rumit, melainkan yang lahir dari **pengalaman pribadi yang jujur** tentang perjumpaan manusia dengan kasih Allah di kayu salib.
Cross Reference
Sama Tema
Umat Allah, Kesaksian
Kupandang Salib Yesus
NP
Yesuslah Terang Dunia
NP
Sang Tabib Agung
NP
Juru S'lamat Pujaanku
NP
Ku Suka Memb'ritakan S'lamat!
NP
Ku Suka Memb'ritakan S'lamat
NP
Damai Bagaikan Sungai
NP
Damai yang Padaku
NP
Karna Allah Cinta
NP
Tuhan Yesus Bunga Bakung
NP
Bukanlah Aku, Hanya Yesus Kristus
NP
Kasih Tuhan Harapanku
NP
Sahabatku, Ya Yesus
NP
Padaku Ada Sahabat
NP
Aku Gembira Yesus Kasih Padaku
NP
S'karang Ku Milik Yesus
NP
Menanglah Dalam Yesus
NP
Dalam Nama Yesus
NP
Sungguhlah Hidup Tuhanku
NP
Haleluya
NP
Tak Tersembunyi Kuasa Allah
NP
Kupancarkan KeindahanMu
NP
Aku DiangkatNya
NP
Ada Kisah Untuk Bangsa-Bangsa
NP
O Nama Yesus nan Indah
NP
Ku Bersandar PadaNya
NP
Sejak Ku Ditebus
NP
Dalam Taman
NP