Informasi Lagu
335
Nomor
Kode
NP 335
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
C. Austin Miles
Pencipta Syair
C. Austin Miles
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
Ku masuk ke dalam taman, Bertemu dengan Putra Allah; Suara kudengar yang lembut segar, Memanggil ku berdoa. Kudengar merdu suara Tuhanku Di tengah taman yang teduh; Persekutuan tak terlukiskan Menghiburkan hatiku.
Suara Tuhan sungguh merdu: Burung pun diam, tak bernyanyi; Lagu Ia bri sungguh tak terpri; Hatiku trus memuji.
Ku suka tetap sertaNya, Siang malam dengan Tuhanku; Doaku mesra dalam kasihNya; Segar segnap jiwaku.
Partitur / Not
Partitur Chord NP 335
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu **"In the Garden"** (Dalam Taman) karya **C. Austin Miles** adalah salah satu cerita paling menyentuh dalam sejarah musik rohani Kristen. Lagu ini ditulis pada tahun 1912 dan menjadi salah satu lagu yang paling dicintai di dunia karena liriknya yang sangat personal dan intim.

Berikut adalah detail kisah di baliknya:

### 1. Latar Belakang Penulis
C. Austin Miles bukanlah seorang penginjil atau pendeta penuh waktu. Ia adalah seorang ahli farmasi (apoteker) asal New Jersey, Amerika Serikat, yang beralih profesi menjadi fotografer profesional. Selain itu, ia adalah seorang penulis lagu yang sangat produktif.

### 2. Inspirasi yang "Mendadak"
Pada suatu pagi di bulan Maret 1912, Miles sedang berada di ruang gelap (*darkroom*) tempat ia mencuci foto di rumahnya. Ia merasa sangat haus akan kedekatan dengan Tuhan. Ia mengambil Alkitabnya dan membukanya di bagian **Yohanes 20**, yaitu kisah tentang Maria Magdalena yang datang ke kubur Yesus pada pagi hari saat hari masih gelap.

Miles kemudian menceritakan pengalamannya dalam sebuah wawancara bertahun-tahun kemudian:

> *"Saat itu, pikiran saya terlarut dalam suasana taman pada pagi hari Paskah. Saya duduk dengan Alkitab di pangkuan saya, dan saat saya membaca bagian itu, saya merasa seolah-olah saya berada di sana, menyaksikan Maria berdiri di luar kubur, menangis karena ia tidak tahu di mana jenazah Tuhannya berada."*

### 3. Proses Penulisan yang Ajaib
Miles menuturkan bahwa ia merasa seolah-olah ia benar-benar ada di sana sebagai saksi mata. Ia membayangkan Maria berbalik dan melihat Yesus, lalu Yesus memanggil namanya, *"Maria!"*

Dalam kondisi mental yang sangat emosional dan khusyuk, ia merasa seolah-olah ia sedang berdialog langsung dengan Yesus di taman tersebut. Ia kemudian menuliskan lirik lagu itu dengan sangat cepat, seolah-olah kata-kata itu datang langsung kepadanya.

Lirik yang ia tulis saat itu adalah:
*“And He walks with me, and He talks with me, And He tells me I am His own; And the joy we share as we tarry there, None other has ever known.”*
*(Dan Dia berjalan bersamaku, dan Dia berbicara denganku, Dan Dia memberitahuku bahwa aku milik-Nya; Dan sukacita yang kami bagikan saat kami berdiam di sana, Tak seorang pun pernah tahu.)*

### 4. Makna di Balik Lagu
Lagu ini sangat revolusioner pada masanya. Jika lagu-lagu gereja pada saat itu cenderung formal, megah, dan berjarak, "In the Garden" justru menawarkan konsep **keintiman personal**. Lagu ini menggambarkan Tuhan bukan sebagai sosok yang jauh di takhta, melainkan sebagai Sahabat yang mau berjalan bersama manusia di tengah kesunyian dan kesedihan.

Pesan utamanya adalah bahwa dalam kegelapan atau saat kita merasa sendirian (seperti Maria Magdalena di kubur), Tuhan selalu hadir bagi mereka yang mencari-Nya.

### 5. Warisan Lagu
Setelah ditulis, lagu ini diterbitkan oleh *Hall-Mack Company*. Lagu ini meledak popularitasnya dan menjadi standar dalam kebaktian gereja di seluruh dunia. Bagi banyak orang, lagu ini menjadi sumber kekuatan saat mengalami duka atau kehilangan, karena memberikan penghiburan bahwa Tuhan berjalan bersama kita di "taman" kehidupan kita masing-masing.

**Kesimpulan:**
Kisah "In the Garden" adalah bukti bahwa karya seni yang besar seringkali lahir dari momen keheningan yang mendalam. C. Austin Miles tidak sekadar menulis lagu; ia membagikan sebuah penglihatan spiritual tentang hubungan manusia dengan Tuhan yang sangat akrab dan penuh kasih.