NR
S'lamat, S'lamat Datang, Yesus Tuhanku
Informasi Lagu
30
Nomor
Kode
NR 30
Buku
Nyanyian Rohani
Metronom
0
Cross Ref.
KK 193, KJ 123, NR 30, MK 90, PS 460, KKb 130
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
Slamat, slamat datang, Yesus Tuhanku,
yang turun dari sorga yang rumah-Mu.
Slamat, slamat datang-Mu di dalam dunia,
Tuhan jadi sama dengan manusia.
Salam, salam!
Bangunlah, gembala, lihat trang besar,
dengar berita sorga dan bergemar:
sungguh malam ini Tuhan Yesus lahirlah,
cari Kanak-kanak yang dipalungan-Nya!
Salam, salam!
orang majus datang nurut bintang-Nya,
hendak mencari Tuhan dan menyembah.
Mas dan kemnyan dan mur dipersembahkannya.
akan hormat Raja dan Juruslamatnya.
Salam, salam!
Slide Lirik
3 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah detail di balik lagu Natal yang indah ini, "Nu zijt wellekome," yang kita kenal di Indonesia sebagai "S'lamat, S'lamat Datang."
Meskipun Anda menyebutnya sebagai karya Jerman, penting untuk dicatat bahwa lagu "Nu zijt wellekome" (yang diterjemahkan menjadi "S'lamat, S'lamat Datang" dalam bahasa Indonesia) sesungguhnya berasal dari **Belanda**, atau lebih tepatnya wilayah **Flanders yang berbahasa Belanda** (sekarang bagian dari Belgia dan Belanda). Ini adalah salah satu nyanyian Natal tertua yang diketahui dalam bahasa Belanda, dengan akarnya tertanam kuat di akhir Abad Pertengahan.
### Asal-Usul dan Sejarah Awal
1. **Abad Pertengahan Akhir (Abad ke-14 - 15 Masehi):** Melodinya diperkirakan berasal dari abad ke-14, sementara teks tertulis lengkap yang paling awal ditemukan berasal dari abad ke-15. Pada masa itu, banyak lagu rohani, terutama yang berhubungan dengan hari raya, berawal dari tradisi lisan, dinyanyikan oleh rakyat jelata dan para biarawan, seringkali menggabungkan elemen religius dengan melodi rakyat yang akrab. Ini mencerminkan perpaduan antara spiritualitas formal gereja dengan ekspresi iman yang lebih populer dan mudah diakses oleh masyarakat umum.
2. **Anonimitas:** Seperti banyak lagu rakyat dan rohani Abad Pertengahan, pencipta asli melodi dan liriknya tidak diketahui. Lagu ini adalah buah dari tradisi komunal, berkembang dan diteruskan dari generasi ke generasi melalui nyanyian.
3. **Teks Asli dalam Bahasa Belanda Pertengahan:** Lirik aslinya ditulis dalam bahasa Belanda Pertengahan (Middelnederlands) dan secara sederhana namun mendalam menyambut kelahiran Yesus Kristus. Bait pertamanya berbunyi:
"Nu zijt wellekome, Jesu, lieve Heer,
Gij komt van hoghe, al van de weerdigheid."
(Sekarang selamat datang, Yesus, Tuhan yang kekasih,
Engkau datang dari ketinggian, dari martabat [keilahian].)
4. **Publikasi Pertama (Abad ke-17):** Salah satu koleksi cetak tertua yang memuat lagu ini adalah **"Cantiones natalitiae"**, sebuah kumpulan lagu Natal yang diterbitkan di Belanda pada abad ke-17. Ini menunjukkan bahwa pada saat itu, lagu ini sudah menjadi bagian integral dari perayaan Natal di wilayah tersebut dan telah menjadi favorit yang diakui. Koleksi ini membantu melestarikan banyak lagu Natal kuno yang mungkin akan hilang jika tidak didokumentasikan.
### Makna Lirik dan Tema
Lagu "Nu zijt wellekome" adalah sebuah seruan sukacita dan penyambutan atas kedatangan Juruselamat. Melalui liriknya, ia menggambarkan elemen-elemen kunci kisah Natal dengan kesederhanaan yang mengharukan:
* **Penyambutan Kristus:** Inti lagu ini adalah undangan tulus untuk menyambut Yesus, sang Raja dan Tuhan yang datang dari surga.
* **Kisah Natal:** Liriknya perlahan-lahan mengisahkan kembali peristiwa Natal:
* Kelompok gembala yang bergegas ke Betlehem.
* Melihat bayi Yesus terbaring di palungan.
* Malaikat yang bernyanyi dan memuji Allah di tempat tinggi.
* Maria dan Yusuf yang hadir bersama bayi kudus.
* **Kerendahan Hati dan Kegembiraan:** Meskipun Yesus adalah Raja dan Tuhan, kelahiran-Nya terjadi dalam kesederhanaan yang ekstrem, di kandang dan palungan. Lagu ini merayakan kontras ini, memancarkan kegembiraan yang murni dan tanpa pretensi.
* **Panggilan Iman:** Lagu ini juga berfungsi sebagai pengingat bagi para pendengarnya untuk merayakan dan merenungkan makna kelahiran Kristus.
### Melodi yang Abadi
Melodi lagu ini sangat sederhana namun indah, bersifat strophic (berulang dengan lirik berbeda), yang membuatnya mudah dihafal dan dinyanyikan oleh jemaat, bahkan anak-anak. Irama yang lembut dan mengalir menciptakan suasana khidmat namun penuh sukacita, sempurna untuk perayaan Natal. Kesederhanaan inilah yang mungkin menjadi salah satu rahasia di balik daya tahannya selama berabad-abad.
### Penyebaran dan Adaptasi Global (Termasuk Indonesia)
Dari akarnya di Flanders, lagu ini menyebar ke seluruh Eropa dan kemudian ke seluruh dunia melalui misi gereja dan adaptasi budaya:
1. **Eropa:** Lagu ini diterjemahkan ke berbagai bahasa Eropa lainnya, meskipun mungkin tidak selalu sepopuler lagu-lagu Natal lain yang berasal dari Jerman atau Inggris.
2. **Indonesia ("S'lamat, S'lamat Datang"):** Di Indonesia, lagu ini dikenal luas dengan judul **"S'lamat, S'lamat Datang"**. Terjemahan ini berhasil menangkap semangat asli lagu tersebut dengan sangat baik, menjadi salah satu nyanyian wajib di gereja-gereja Protestan maupun Katolik selama masa Natal. Ia tercantum dalam buku nyanyian gereja seperti Kidung Jemaat (No. 120) dan Nyanyian Rohani. Kehadirannya di Indonesia menunjukkan kekuatan universal pesan Natal dan kemampuannya melintasi batas bahasa dan budaya.
3. **Kesalahpahaman "Jerman":** Mungkin karena banyaknya interaksi budaya dan penerjemahan antar bahasa Eropa pada masa lalu, atau karena kekayaan tradisi nyanyian Natal Jerman yang luas, terkadang ada kesalahpahaman mengenai asal-usul lagu ini. Namun, para ahli musikologi sepakat bahwa "Nu zijt wellekome" adalah permata asli dari tradisi Carol Belanda.
### Mengapa Lagu Ini Bertahan?
Lagu "Nu zijt wellekome" / "S'lamat, S'lamat Datang" terus dicintai dan dinyanyikan hingga hari ini karena beberapa alasan:
* **Pesan Abadi:** Pesan tentang harapan, cinta, dan kegembiraan atas kelahiran Yesus adalah abadi dan relevan bagi setiap generasi.
* **Kesederhanaan yang Mendalam:** Baik lirik maupun melodinya sederhana, tetapi memiliki kedalaman emosional dan spiritual yang kuat.
* **Koneksi dengan Tradisi:** Lagu ini menghubungkan para penyanyi dan pendengarnya dengan tradisi Natal yang kaya, memberikan rasa kontinuitas dan nostalgia.
* **Cocok untuk Semua Usia:** Baik anak-anak maupun orang dewasa dapat dengan mudah menyanyikan dan menikmati lagu ini.
Singkatnya, "S'lamat, S'lamat Datang" adalah sebuah warisan musikal yang berharga dari Abad Pertengahan Belanda, yang melampaui waktu dan batas geografis untuk menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Natal di seluruh dunia, termasuk di hati masyarakat Kristen di Indonesia. Ini adalah bukti kekuatan lagu sederhana yang mampu menyampaikan pesan ilahi dengan kehangatan dan sukacita yang tak lekang oleh waktu.
Meskipun Anda menyebutnya sebagai karya Jerman, penting untuk dicatat bahwa lagu "Nu zijt wellekome" (yang diterjemahkan menjadi "S'lamat, S'lamat Datang" dalam bahasa Indonesia) sesungguhnya berasal dari **Belanda**, atau lebih tepatnya wilayah **Flanders yang berbahasa Belanda** (sekarang bagian dari Belgia dan Belanda). Ini adalah salah satu nyanyian Natal tertua yang diketahui dalam bahasa Belanda, dengan akarnya tertanam kuat di akhir Abad Pertengahan.
### Asal-Usul dan Sejarah Awal
1. **Abad Pertengahan Akhir (Abad ke-14 - 15 Masehi):** Melodinya diperkirakan berasal dari abad ke-14, sementara teks tertulis lengkap yang paling awal ditemukan berasal dari abad ke-15. Pada masa itu, banyak lagu rohani, terutama yang berhubungan dengan hari raya, berawal dari tradisi lisan, dinyanyikan oleh rakyat jelata dan para biarawan, seringkali menggabungkan elemen religius dengan melodi rakyat yang akrab. Ini mencerminkan perpaduan antara spiritualitas formal gereja dengan ekspresi iman yang lebih populer dan mudah diakses oleh masyarakat umum.
2. **Anonimitas:** Seperti banyak lagu rakyat dan rohani Abad Pertengahan, pencipta asli melodi dan liriknya tidak diketahui. Lagu ini adalah buah dari tradisi komunal, berkembang dan diteruskan dari generasi ke generasi melalui nyanyian.
3. **Teks Asli dalam Bahasa Belanda Pertengahan:** Lirik aslinya ditulis dalam bahasa Belanda Pertengahan (Middelnederlands) dan secara sederhana namun mendalam menyambut kelahiran Yesus Kristus. Bait pertamanya berbunyi:
"Nu zijt wellekome, Jesu, lieve Heer,
Gij komt van hoghe, al van de weerdigheid."
(Sekarang selamat datang, Yesus, Tuhan yang kekasih,
Engkau datang dari ketinggian, dari martabat [keilahian].)
4. **Publikasi Pertama (Abad ke-17):** Salah satu koleksi cetak tertua yang memuat lagu ini adalah **"Cantiones natalitiae"**, sebuah kumpulan lagu Natal yang diterbitkan di Belanda pada abad ke-17. Ini menunjukkan bahwa pada saat itu, lagu ini sudah menjadi bagian integral dari perayaan Natal di wilayah tersebut dan telah menjadi favorit yang diakui. Koleksi ini membantu melestarikan banyak lagu Natal kuno yang mungkin akan hilang jika tidak didokumentasikan.
### Makna Lirik dan Tema
Lagu "Nu zijt wellekome" adalah sebuah seruan sukacita dan penyambutan atas kedatangan Juruselamat. Melalui liriknya, ia menggambarkan elemen-elemen kunci kisah Natal dengan kesederhanaan yang mengharukan:
* **Penyambutan Kristus:** Inti lagu ini adalah undangan tulus untuk menyambut Yesus, sang Raja dan Tuhan yang datang dari surga.
* **Kisah Natal:** Liriknya perlahan-lahan mengisahkan kembali peristiwa Natal:
* Kelompok gembala yang bergegas ke Betlehem.
* Melihat bayi Yesus terbaring di palungan.
* Malaikat yang bernyanyi dan memuji Allah di tempat tinggi.
* Maria dan Yusuf yang hadir bersama bayi kudus.
* **Kerendahan Hati dan Kegembiraan:** Meskipun Yesus adalah Raja dan Tuhan, kelahiran-Nya terjadi dalam kesederhanaan yang ekstrem, di kandang dan palungan. Lagu ini merayakan kontras ini, memancarkan kegembiraan yang murni dan tanpa pretensi.
* **Panggilan Iman:** Lagu ini juga berfungsi sebagai pengingat bagi para pendengarnya untuk merayakan dan merenungkan makna kelahiran Kristus.
### Melodi yang Abadi
Melodi lagu ini sangat sederhana namun indah, bersifat strophic (berulang dengan lirik berbeda), yang membuatnya mudah dihafal dan dinyanyikan oleh jemaat, bahkan anak-anak. Irama yang lembut dan mengalir menciptakan suasana khidmat namun penuh sukacita, sempurna untuk perayaan Natal. Kesederhanaan inilah yang mungkin menjadi salah satu rahasia di balik daya tahannya selama berabad-abad.
### Penyebaran dan Adaptasi Global (Termasuk Indonesia)
Dari akarnya di Flanders, lagu ini menyebar ke seluruh Eropa dan kemudian ke seluruh dunia melalui misi gereja dan adaptasi budaya:
1. **Eropa:** Lagu ini diterjemahkan ke berbagai bahasa Eropa lainnya, meskipun mungkin tidak selalu sepopuler lagu-lagu Natal lain yang berasal dari Jerman atau Inggris.
2. **Indonesia ("S'lamat, S'lamat Datang"):** Di Indonesia, lagu ini dikenal luas dengan judul **"S'lamat, S'lamat Datang"**. Terjemahan ini berhasil menangkap semangat asli lagu tersebut dengan sangat baik, menjadi salah satu nyanyian wajib di gereja-gereja Protestan maupun Katolik selama masa Natal. Ia tercantum dalam buku nyanyian gereja seperti Kidung Jemaat (No. 120) dan Nyanyian Rohani. Kehadirannya di Indonesia menunjukkan kekuatan universal pesan Natal dan kemampuannya melintasi batas bahasa dan budaya.
3. **Kesalahpahaman "Jerman":** Mungkin karena banyaknya interaksi budaya dan penerjemahan antar bahasa Eropa pada masa lalu, atau karena kekayaan tradisi nyanyian Natal Jerman yang luas, terkadang ada kesalahpahaman mengenai asal-usul lagu ini. Namun, para ahli musikologi sepakat bahwa "Nu zijt wellekome" adalah permata asli dari tradisi Carol Belanda.
### Mengapa Lagu Ini Bertahan?
Lagu "Nu zijt wellekome" / "S'lamat, S'lamat Datang" terus dicintai dan dinyanyikan hingga hari ini karena beberapa alasan:
* **Pesan Abadi:** Pesan tentang harapan, cinta, dan kegembiraan atas kelahiran Yesus adalah abadi dan relevan bagi setiap generasi.
* **Kesederhanaan yang Mendalam:** Baik lirik maupun melodinya sederhana, tetapi memiliki kedalaman emosional dan spiritual yang kuat.
* **Koneksi dengan Tradisi:** Lagu ini menghubungkan para penyanyi dan pendengarnya dengan tradisi Natal yang kaya, memberikan rasa kontinuitas dan nostalgia.
* **Cocok untuk Semua Usia:** Baik anak-anak maupun orang dewasa dapat dengan mudah menyanyikan dan menikmati lagu ini.
Singkatnya, "S'lamat, S'lamat Datang" adalah sebuah warisan musikal yang berharga dari Abad Pertengahan Belanda, yang melampaui waktu dan batas geografis untuk menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Natal di seluruh dunia, termasuk di hati masyarakat Kristen di Indonesia. Ini adalah bukti kekuatan lagu sederhana yang mampu menyampaikan pesan ilahi dengan kehangatan dan sukacita yang tak lekang oleh waktu.
Cross Reference
KK 193, KJ 123, NR 30, MK 90, PS 460, KKb 130
S'lamat, S'lamat Datang
KJ
S'lamat, S'lamat Datang
KK
Geura Halaturkeun Wilujeng Sumping
KKb
Slamat, s'lamat datang
MK
Slamat slamat datang
PS
Sama Tema
Hari Raya Kejadian Tuhan
Terbitlah dari Awan-awan
NR
Muliakanlah, Muliakanlah Tuhan Allah
NR
Malam Kudus, Sunyi Senyap
NR
Terbit Sepucuk Taruk
NR
Yang Tuhan di Sorga Menjadi Rendah
NR
Anak Maryam, Bimbinglah
NR
Ya Anak Kecil, Ya Anak Lembut
NR
Di Betlehem T'lah Jadi
NR
Adalah di Kota Daud
NR
Dari Pulau dan Benua
NR
Hai Mari, Berhimpun dan Bersukaria
NR
Hai Gembala Efrata
NR
Hai, Puji Hu, Bersukacita
NR
Hai Langit, Bumi, Nyanyilah
NR
Mari, Puji Jurs'lamat
NR
Putri Sion, bergemar
NR
Tuhanku Yesus
NR
Tetap Kuharap denga Suka
NR
Sekarang Biarlah
NR