PKJ
Dalam Nama Yesus Kita Bertelut
At The Name of Jesus
Informasi Lagu
122
Nomor
Kode
PKJ 122
Buku
Pelengkap Kidung Jemaat
Metronom
0
Pencipta Lagu
John Michael Brierly
Pencipta Syair
Caroline M. Noel
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
5 bait
Dalam nama Yesus kita bertelut,
dan mengakuiNya Raja mulia.
Kita menyebutNya Tuhan semesta.
Dialah Sang Firman Allah yang hidup.
Dunia tercipta oleh firmanNya,
juga bala sorga dan malaikatNya,
takhta dan penguasa, bintang cemerlang,
itu seluruhnya karya firmanNya.
Turun dari sorga, Yesus namaNya,
jadi Jurus’lamat bagi dunia;
taat sampai mati, bangkit dan menang;
namaNya tertinggi agung mulia.
Dalam cinta kasih panggil namaNya,
takjub mengagumi kebesaranNya.
Allah Jurus’lamat, Kristus Tuhanmu;
namaNya kekal dipuji, disembah.
Bukalah hatimu jadi tempatNya,
agar Dia masuk menyucikannya.
Dialah Rajamu kuasaNya penuh
yang memelihara s’luruh hidupmu.
Slide Lirik
3 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"At the Name of Jesus"** (atau dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan sebagai *"Dalam Nama Yesus Kita Bertelut"*) adalah salah satu himne pujian yang paling mendalam tentang keagungan dan kedaulatan Yesus Kristus.
Berikut adalah kisah mendalam di balik penulisan lagu ini:
### 1. Sosok Penulis: Caroline Maria Noel
Lagu ini ditulis oleh **Caroline Maria Noel (1817–1877)**, seorang perempuan asal Inggris. Caroline bukanlah seorang penulis lagu profesional di masa mudanya. Ia adalah putri dari seorang pendeta Anglikan, Gerard Thomas Noel.
Kehidupan Caroline ditandai oleh penderitaan fisik yang panjang. Sebagian besar masa dewasanya ia habiskan dalam kondisi sakit-sakitan yang membuatnya sering terbaring di tempat tidur (sebagai seorang "invalid"). Namun, di tengah penderitaan yang membatasi gerak fisiknya, imajinasi dan iman rohaninya justru sangat aktif.
### 2. Inspirasi Penulisan
Caroline menulis lagu ini pada tahun **1870**, tujuh tahun sebelum ia meninggal dunia. Inspirasi utamanya adalah **Filipi 2:9-11**, yang berbunyi:
> *"Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: 'Yesus Kristus adalah Tuhan,' bagi kemuliaan Allah, Bapa!"*
Caroline ingin menciptakan sebuah himne yang merangkum perjalanan Yesus Kristus: mulai dari kerendahan hati-Nya saat menjadi manusia, pengorbanan-Nya di kayu salib, hingga kenaikan-Nya ke surga dan kedaulatan-Nya yang mutlak sebagai Raja segala raja.
### 3. Makna Lirik: Antara Kerendahan dan Kemuliaan
Lagu ini dianggap sebagai mahakarya karena keseimbangannya:
* **Bagian awal** menekankan bahwa nama Yesus adalah nama yang harus dihormati oleh setiap lidah.
* **Bagian tengah** merenungkan inkarnasi—bagaimana Sang Pencipta yang abadi rela menjadi manusia yang lemah, namun tetap memegang kendali atas alam semesta.
* **Bagian akhir** adalah pernyataan iman tentang kedatangan-Nya kembali sebagai Hakim dan Raja.
Bagi Caroline Noel, yang hidupnya terkurung oleh rasa sakit, lagu ini adalah pelariannya. Ia mengalihkan fokus dari kelemahan tubuhnya kepada "Nama di atas segala nama." Ia menemukan kekuatan dalam fakta bahwa Yesus, yang pernah menderita lebih besar darinya, kini bertahta di atas segala sesuatu.
### 4. Peran John Michael Brierly?
Perlu diklarifikasi bahwa lagu ini secara utuh dikaitkan dengan **Caroline Maria Noel**. Nama "Brierly" sering muncul dalam catatan sejarah musik gereja karena ia adalah komposer yang menciptakan melodi (tune) paling populer untuk lagu ini, yang dikenal dengan nama **"King's Weston"** (digubah oleh Ralph Vaughan Williams) atau beberapa variasi aransemen lain.
Dalam tradisi nyanyian gereja, sering terjadi penyebutan nama pengaransemen atau komposer musik di samping nama penulis lirik, yang mungkin menyebabkan munculnya nama lain dalam referensi Anda. Namun, **karya sastra (teks/lirik)** murni berasal dari pena Caroline M. Noel.
### 5. Warisan Lagu Ini
Lagu ini pertama kali diterbitkan dalam kumpulan puisi Caroline yang berjudul *The Name of Jesus, and Other Verses* (1861, dengan edisi yang diperluas tahun 1870).
Ketika Caroline Noel wafat pada tahun 1877, lagu ini sudah mulai dinyanyikan di banyak gereja di Inggris. Hingga hari ini, "At the Name of Jesus" tetap menjadi standar utama dalam ibadah gereja di seluruh dunia karena liriknya yang tidak sekadar puitis, tetapi secara teologis sangat akurat dalam menggambarkan Kristologi (ajaran tentang Kristus).
**Pesan moral bagi kita:**
Kisah di balik lagu ini mengajarkan bahwa meskipun kita memiliki keterbatasan fisik atau situasi hidup yang sulit, kita bisa menghasilkan sesuatu yang abadi jika kita memusatkan pikiran kita pada kemuliaan Yesus Kristus. Caroline Noel tidak membiarkan "tempat tidurnya" membatasi jangkauan imannya untuk melayani dunia melalui tulisannya.
Berikut adalah kisah mendalam di balik penulisan lagu ini:
### 1. Sosok Penulis: Caroline Maria Noel
Lagu ini ditulis oleh **Caroline Maria Noel (1817–1877)**, seorang perempuan asal Inggris. Caroline bukanlah seorang penulis lagu profesional di masa mudanya. Ia adalah putri dari seorang pendeta Anglikan, Gerard Thomas Noel.
Kehidupan Caroline ditandai oleh penderitaan fisik yang panjang. Sebagian besar masa dewasanya ia habiskan dalam kondisi sakit-sakitan yang membuatnya sering terbaring di tempat tidur (sebagai seorang "invalid"). Namun, di tengah penderitaan yang membatasi gerak fisiknya, imajinasi dan iman rohaninya justru sangat aktif.
### 2. Inspirasi Penulisan
Caroline menulis lagu ini pada tahun **1870**, tujuh tahun sebelum ia meninggal dunia. Inspirasi utamanya adalah **Filipi 2:9-11**, yang berbunyi:
> *"Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: 'Yesus Kristus adalah Tuhan,' bagi kemuliaan Allah, Bapa!"*
Caroline ingin menciptakan sebuah himne yang merangkum perjalanan Yesus Kristus: mulai dari kerendahan hati-Nya saat menjadi manusia, pengorbanan-Nya di kayu salib, hingga kenaikan-Nya ke surga dan kedaulatan-Nya yang mutlak sebagai Raja segala raja.
### 3. Makna Lirik: Antara Kerendahan dan Kemuliaan
Lagu ini dianggap sebagai mahakarya karena keseimbangannya:
* **Bagian awal** menekankan bahwa nama Yesus adalah nama yang harus dihormati oleh setiap lidah.
* **Bagian tengah** merenungkan inkarnasi—bagaimana Sang Pencipta yang abadi rela menjadi manusia yang lemah, namun tetap memegang kendali atas alam semesta.
* **Bagian akhir** adalah pernyataan iman tentang kedatangan-Nya kembali sebagai Hakim dan Raja.
Bagi Caroline Noel, yang hidupnya terkurung oleh rasa sakit, lagu ini adalah pelariannya. Ia mengalihkan fokus dari kelemahan tubuhnya kepada "Nama di atas segala nama." Ia menemukan kekuatan dalam fakta bahwa Yesus, yang pernah menderita lebih besar darinya, kini bertahta di atas segala sesuatu.
### 4. Peran John Michael Brierly?
Perlu diklarifikasi bahwa lagu ini secara utuh dikaitkan dengan **Caroline Maria Noel**. Nama "Brierly" sering muncul dalam catatan sejarah musik gereja karena ia adalah komposer yang menciptakan melodi (tune) paling populer untuk lagu ini, yang dikenal dengan nama **"King's Weston"** (digubah oleh Ralph Vaughan Williams) atau beberapa variasi aransemen lain.
Dalam tradisi nyanyian gereja, sering terjadi penyebutan nama pengaransemen atau komposer musik di samping nama penulis lirik, yang mungkin menyebabkan munculnya nama lain dalam referensi Anda. Namun, **karya sastra (teks/lirik)** murni berasal dari pena Caroline M. Noel.
### 5. Warisan Lagu Ini
Lagu ini pertama kali diterbitkan dalam kumpulan puisi Caroline yang berjudul *The Name of Jesus, and Other Verses* (1861, dengan edisi yang diperluas tahun 1870).
Ketika Caroline Noel wafat pada tahun 1877, lagu ini sudah mulai dinyanyikan di banyak gereja di Inggris. Hingga hari ini, "At the Name of Jesus" tetap menjadi standar utama dalam ibadah gereja di seluruh dunia karena liriknya yang tidak sekadar puitis, tetapi secara teologis sangat akurat dalam menggambarkan Kristologi (ajaran tentang Kristus).
**Pesan moral bagi kita:**
Kisah di balik lagu ini mengajarkan bahwa meskipun kita memiliki keterbatasan fisik atau situasi hidup yang sulit, kita bisa menghasilkan sesuatu yang abadi jika kita memusatkan pikiran kita pada kemuliaan Yesus Kristus. Caroline Noel tidak membiarkan "tempat tidurnya" membatasi jangkauan imannya untuk melayani dunia melalui tulisannya.
Sama Tema
Pernyataan Keyakinan Iman
Ada yang Tanya
PKJ
Agar Semua Orang Percaya
PKJ
Ya, Tuhan Allah
PKJ
Allah Bapa, Kami Puji Engkau
PKJ
Andaikan KasihMu Tidak Merangkulku
PKJ
Dengan Yesus di Dalam P'rahu
PKJ
Di Saat Ini Kau Perlu Tuhan
PKJ
Dia Sanggup
PKJ
Hanyalah Yesus Juruselamat
PKJ
Jadilah, Tuhan, KehendakMu
PKJ
Kasih Tuhan Yesus Tiada Bertepi
PKJ
Kau Perkasa, 'Ku Lemah
PKJ
Kita 'Kan Menang
PKJ
'Ku Yakin Tuhan Tuntun Langkahku
PKJ
Langit Menceritakan
PKJ
Lautan Rahmat Abadi
PKJ
Menakjubkan Benar
PKJ
O Sungai Rahmat
PKJ
Pada Bintang Nyata KaryaNya
PKJ
Pujilah Tuhan, Hai Jiwaku
PKJ
SetiaMu, Tuhanku, Tiada Bertara
PKJ
Tuhan, Ya Allahku
PKJ
Tuhanku Berjanji
PKJ
Tuhanku Besar
PKJ
Untuk Apa Susah Hati
PKJ
Yesus Tetap Mengasihi Aku
PKJ
Dia Kristus
PKJ