PKJ
Menakjubkan Benar
Isn't He Wonderful
Informasi Lagu
134
Nomor
Kode
PKJ 134
Buku
Pelengkap Kidung Jemaat
Metronom
0
Pencipta Lagu
Anonim
Pencipta Syair
Anonim
Syair / Lirik
4 bait
Menakjubkan benar, mengagumkan benar!
Yesus Tuhanku yang mulia!
(Bait) Orang buta celik; demikian sabdaNya,
Yesus Tuhanku yang mulia!
Menakjubkan benar, mengagumkan benar!
Yesus Tuhanku yang mulia!
(Bait) Orang sakit sembuh; demikian sabdaNya,
Yesus Tuhanku yang mulia!
Menakjubkan benar, mengagumkan benar!
Yesus Tuhanku yang mulia!
(Bait) Orang tuli mendengar; demikian sabdaNya,
Yesus Tuhanku yang mulia!
Menakjubkan benar, mengagumkan benar!
Yesus Tuhanku yang mulia!
(Bait) Yang dirasuk dilepas; demikian sabdaNya,
Yesus Tuhanku yang mulia!
Slide Lirik
4 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Menakjubkan Benar"** atau dalam bahasa Inggris berjudul **"Isn’t He Wonderful"** adalah salah satu lagu rohani klasik yang sangat populer di kalangan gereja-gereja di seluruh dunia.
Meskipun sering dicantumkan sebagai karya "Anonim" (tidak diketahui penulisnya), ada sejarah menarik di balik kemunculan lagu ini yang berkaitan dengan gerakan kebangunan rohani pada awal abad ke-20. Berikut adalah detail kisah dan latar belakangnya:
### 1. Asal Usul yang Samar
Lagu ini pertama kali muncul sekitar **awal tahun 1900-an**. Karena popularitasnya yang menyebar luas melalui pertemuan-pertemuan penginjilan di Amerika Serikat pada masa itu, banyak lagu rohani yang dinyanyikan secara turun-temurun tanpa ada catatan hak cipta atau penulis yang pasti. Inilah alasan utama mengapa lagu ini sering dikreditkan sebagai "Anonim" atau "Traditional".
Namun, dalam beberapa literatur sejarah musik gerejawi, lagu ini dikaitkan dengan **masa Kebangunan Rohani (Revival)** di Amerika Serikat, di mana para penginjil sering menciptakan lagu-lagu sederhana dengan irama yang riang untuk mengekspresikan sukacita iman.
### 2. Makna Lirik: Ekspresi Sukacita yang Sederhana
Kisah di balik lagu ini bukanlah sebuah narasi dramatis tentang satu orang yang menderita, melainkan sebuah **pengakuan iman kolektif**. Jika kita membedah liriknya:
* *"Menakjubkan benar, Yesus Tuhanku..."* (Isn't He wonderful, wonderful, wonderful...)
Lagu ini diciptakan sebagai respons terhadap pengalaman pribadi umat Kristiani yang merasa heran dan takjub akan kasih Tuhan. Pada zamannya, banyak jemaat yang merasa bahwa hidup mereka yang sulit menjadi "menakjubkan" karena kehadiran Yesus. Lagu ini sengaja dibuat dengan repetisi (pengulangan) yang kuat agar mudah diingat (seperti *chorus* lagu masa kini) oleh siapa pun, bahkan oleh mereka yang tidak bisa membaca not balok.
### 3. Peran dalam Gerakan Penginjilan
Lagu ini menjadi sangat terkenal karena sering dinyanyikan dalam pertemuan-pertemuan **"Tent Meeting"** (pertemuan kebaktian di tenda besar) di Amerika pada awal abad ke-20.
* **Fungsi:** Lagu ini berfungsi sebagai lagu "pemanasan" atau lagu ekspresi sukacita. Karena temponya yang cepat dan liriknya yang berulang, lagu ini efektif membangun suasana sukacita dalam ibadah.
* **Penyebaran:** Karena saat itu belum ada internet atau media sosial, lagu ini menyebar dari satu kota ke kota lain melalui para penginjil keliling (*traveling evangelists*). Mereka mengajarkan melodi ini kepada jemaat di kota A, lalu jemaat tersebut menyanyikannya di kota B, sehingga penulis aslinya "hilang" dalam ingatan publik.
### 4. Mengapa Sering Disebut "Anonim"?
Dalam tradisi lagu-lagu gereja (hymnology), ada banyak karya yang disebut "folk hymns" atau lagu rakyat rohani. Lagu-lagu ini tumbuh dari mulut ke mulut. Penulis aslinya mungkin adalah seorang pengkhotbah atau jemaat biasa yang mendapatkan inspirasi saat sedang berdoa, lalu melantunkannya di depan orang banyak. Karena dianggap sebagai "milik bersama" untuk memuliakan Tuhan, sang pencipta seringkali merasa tidak perlu mencantumkan namanya.
### 5. Warisan Lagu Ini
Meskipun anonim, lagu ini telah bertahan selama lebih dari seratus tahun. Keberhasilannya bertahan melintasi generasi membuktikan bahwa pesan sederhana tentang **"Ketakjuban pada Tuhan"** adalah bahasa universal. Dalam banyak aransemen modern, lagu ini sering dipadukan dengan irama gospel yang lebih dinamis, namun esensinya tetap sama: sebuah pernyataan heran akan kasih Yesus yang dianggap luar biasa bagi orang yang percaya.
**Kesimpulan:**
Kisah di balik *Isn’t He Wonderful* adalah kisah tentang **"anonimitas yang mulia"**. Lagu ini lahir dari semangat kebangunan rohani, di mana sukacita akan Tuhan dianggap jauh lebih penting daripada popularitas sang penulis lagu. Lagu ini adalah bukti bagaimana sebuah melodi sederhana bisa menjadi abadi ketika ia lahir dari ketulusan hati untuk memuji Tuhan.
Meskipun sering dicantumkan sebagai karya "Anonim" (tidak diketahui penulisnya), ada sejarah menarik di balik kemunculan lagu ini yang berkaitan dengan gerakan kebangunan rohani pada awal abad ke-20. Berikut adalah detail kisah dan latar belakangnya:
### 1. Asal Usul yang Samar
Lagu ini pertama kali muncul sekitar **awal tahun 1900-an**. Karena popularitasnya yang menyebar luas melalui pertemuan-pertemuan penginjilan di Amerika Serikat pada masa itu, banyak lagu rohani yang dinyanyikan secara turun-temurun tanpa ada catatan hak cipta atau penulis yang pasti. Inilah alasan utama mengapa lagu ini sering dikreditkan sebagai "Anonim" atau "Traditional".
Namun, dalam beberapa literatur sejarah musik gerejawi, lagu ini dikaitkan dengan **masa Kebangunan Rohani (Revival)** di Amerika Serikat, di mana para penginjil sering menciptakan lagu-lagu sederhana dengan irama yang riang untuk mengekspresikan sukacita iman.
### 2. Makna Lirik: Ekspresi Sukacita yang Sederhana
Kisah di balik lagu ini bukanlah sebuah narasi dramatis tentang satu orang yang menderita, melainkan sebuah **pengakuan iman kolektif**. Jika kita membedah liriknya:
* *"Menakjubkan benar, Yesus Tuhanku..."* (Isn't He wonderful, wonderful, wonderful...)
Lagu ini diciptakan sebagai respons terhadap pengalaman pribadi umat Kristiani yang merasa heran dan takjub akan kasih Tuhan. Pada zamannya, banyak jemaat yang merasa bahwa hidup mereka yang sulit menjadi "menakjubkan" karena kehadiran Yesus. Lagu ini sengaja dibuat dengan repetisi (pengulangan) yang kuat agar mudah diingat (seperti *chorus* lagu masa kini) oleh siapa pun, bahkan oleh mereka yang tidak bisa membaca not balok.
### 3. Peran dalam Gerakan Penginjilan
Lagu ini menjadi sangat terkenal karena sering dinyanyikan dalam pertemuan-pertemuan **"Tent Meeting"** (pertemuan kebaktian di tenda besar) di Amerika pada awal abad ke-20.
* **Fungsi:** Lagu ini berfungsi sebagai lagu "pemanasan" atau lagu ekspresi sukacita. Karena temponya yang cepat dan liriknya yang berulang, lagu ini efektif membangun suasana sukacita dalam ibadah.
* **Penyebaran:** Karena saat itu belum ada internet atau media sosial, lagu ini menyebar dari satu kota ke kota lain melalui para penginjil keliling (*traveling evangelists*). Mereka mengajarkan melodi ini kepada jemaat di kota A, lalu jemaat tersebut menyanyikannya di kota B, sehingga penulis aslinya "hilang" dalam ingatan publik.
### 4. Mengapa Sering Disebut "Anonim"?
Dalam tradisi lagu-lagu gereja (hymnology), ada banyak karya yang disebut "folk hymns" atau lagu rakyat rohani. Lagu-lagu ini tumbuh dari mulut ke mulut. Penulis aslinya mungkin adalah seorang pengkhotbah atau jemaat biasa yang mendapatkan inspirasi saat sedang berdoa, lalu melantunkannya di depan orang banyak. Karena dianggap sebagai "milik bersama" untuk memuliakan Tuhan, sang pencipta seringkali merasa tidak perlu mencantumkan namanya.
### 5. Warisan Lagu Ini
Meskipun anonim, lagu ini telah bertahan selama lebih dari seratus tahun. Keberhasilannya bertahan melintasi generasi membuktikan bahwa pesan sederhana tentang **"Ketakjuban pada Tuhan"** adalah bahasa universal. Dalam banyak aransemen modern, lagu ini sering dipadukan dengan irama gospel yang lebih dinamis, namun esensinya tetap sama: sebuah pernyataan heran akan kasih Yesus yang dianggap luar biasa bagi orang yang percaya.
**Kesimpulan:**
Kisah di balik *Isn’t He Wonderful* adalah kisah tentang **"anonimitas yang mulia"**. Lagu ini lahir dari semangat kebangunan rohani, di mana sukacita akan Tuhan dianggap jauh lebih penting daripada popularitas sang penulis lagu. Lagu ini adalah bukti bagaimana sebuah melodi sederhana bisa menjadi abadi ketika ia lahir dari ketulusan hati untuk memuji Tuhan.
Sama Tema
Pernyataan Keyakinan Iman
Ada yang Tanya
PKJ
Agar Semua Orang Percaya
PKJ
Ya, Tuhan Allah
PKJ
Allah Bapa, Kami Puji Engkau
PKJ
Andaikan KasihMu Tidak Merangkulku
PKJ
Dalam Nama Yesus Kita Bertelut
PKJ
Dengan Yesus di Dalam P'rahu
PKJ
Di Saat Ini Kau Perlu Tuhan
PKJ
Dia Sanggup
PKJ
Hanyalah Yesus Juruselamat
PKJ
Jadilah, Tuhan, KehendakMu
PKJ
Kasih Tuhan Yesus Tiada Bertepi
PKJ
Kau Perkasa, 'Ku Lemah
PKJ
Kita 'Kan Menang
PKJ
'Ku Yakin Tuhan Tuntun Langkahku
PKJ
Langit Menceritakan
PKJ
Lautan Rahmat Abadi
PKJ
O Sungai Rahmat
PKJ
Pada Bintang Nyata KaryaNya
PKJ
Pujilah Tuhan, Hai Jiwaku
PKJ
SetiaMu, Tuhanku, Tiada Bertara
PKJ
Tuhan, Ya Allahku
PKJ
Tuhanku Berjanji
PKJ
Tuhanku Besar
PKJ
Untuk Apa Susah Hati
PKJ
Yesus Tetap Mengasihi Aku
PKJ
Dia Kristus
PKJ