Informasi Lagu
131
Nomor
Kode
PKJ 131
Buku
Pelengkap Kidung Jemaat
Metronom
0
Jumlah Bait
3 bait
Pencipta Lagu
Haldor Lillanas
Pencipta Syair
Haldor Lillenas
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
‘Ku yakin Tuhan tuntun langkahku serta membuka jalan bagiku. Jika sungguh berserah dan berdoa padaNya, Tuhan membuka jalan bagiku.
‘Ku yakin Tuhan tuntun langkahku serta membuka jalan bagiku. ‘Ku mencari wajahNya, maka malampun cerah; Tuhan membuka jalan bagiku.
‘Ku yakin Tuhan tuntun langkahku serta membuka jalan bagiku. Bagi Dia hidupku, kata dan tindakanku; Tuhan membuka jalan bagiku.
Slide Lirik 3 slide
Slide 1 — PKJ 131 1
Slide 2 — PKJ 131 2
Slide 3 — PKJ 131 3
Partitur / Not
Partitur Chord PKJ 131
Sejarah Lagu
Lagu **"I Know the Lord Will Make a Way for Me"** (dalam bahasa Indonesia dikenal luas sebagai **"Ku Yakin Tuhan Tuntun Langkahku"**) adalah salah satu karya klasik yang lahir dari kedalaman iman di tengah masa-masa sulit.

Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:

### 1. Sosok Haldor Lillenas
Haldor Lillenas (1885–1959) adalah seorang penulis lagu rohani, penyair, dan penerbit musik berkebangsaan Norwegia-Amerika. Ia bukan sekadar musisi, tetapi seorang penginjil yang sangat produktif. Sepanjang hidupnya, ia menulis lebih dari 4.000 lagu rohani. Ia dikenal sebagai pendiri *Lillenas Publishing Company*, yang menjadi salah satu penerbit musik gerejawi terbesar di dunia.

### 2. Latar Belakang Penulisan
Kisah di balik lagu ini tidak spesifik merujuk pada satu peristiwa tragis tertentu yang menimpa Lillenas, melainkan lahir dari **filosofi hidupnya dan pengalaman spiritual pribadinya** saat melayani Tuhan.

Lillenas hidup di era di mana banyak orang mengalami ketidakpastian ekonomi dan tantangan hidup yang berat (termasuk masa Depresi Besar di Amerika). Ia sering melihat jemaat dan rekan-rekannya merasa putus asa terhadap masa depan. Melalui lagu ini, Lillenas ingin menyampaikan pesan bahwa iman bukan berarti tidak adanya masalah, melainkan keyakinan bahwa Tuhan yang memegang kendali atas hari esok.

### 3. Makna Lirik: Antara Kedaulatan dan Penyerahan
Lagu ini ditulis dengan struktur yang sangat teologis namun sederhana:

* **Penyangkalan Diri:** Liriknya mengakui bahwa manusia sering kali tidak tahu jalan mana yang harus ditempuh.
* **Kepercayaan Mutlak:** Frasa "I know the Lord will make a way for me" (Aku tahu Tuhan akan membukakan jalan bagiku) bukanlah sebuah spekulasi, melainkan sebuah pernyataan iman yang kokoh.
* **Penyertaan Tuhan:** Fokus utama lagu ini bukan pada "apa yang akan terjadi," melainkan pada "siapa yang akan menuntun." Ini mencerminkan keyakinan bahwa jika Tuhan memanggil seseorang untuk melayani atau menjalani hidup, Dia juga yang akan menyediakan sarana, kekuatan, dan jalan keluar.

### 4. Pengaruh Lagu ini
Sejak dipublikasikan, lagu ini menjadi sangat populer di gereja-gereja evangelikal dan aliran pantekosta di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Kesederhanaan melodi dan kedalaman liriknya membuat lagu ini sering dinyanyikan dalam:
* Ibadah penghiburan (duka cita).
* Ibadah yang berfokus pada penyerahan diri atau komitmen hidup.
* Momen-momen di mana orang percaya sedang berada di "jalan buntu."

### 5. Pesan Moral yang Abadi
Haldor Lillenas ingin menegaskan bahwa kehidupan orang percaya adalah sebuah perjalanan (perjalanan ziarah). Seringkali kita hanya melihat langkah kaki kita sendiri, namun Tuhan melihat peta perjalanan kita secara keseluruhan.

Dalam bait-bait lagunya, Lillenas mengingatkan bahwa meskipun kita tidak tahu apa yang ada di depan (seperti badai atau lembah kelam), kita memiliki "Kompas" yang pasti, yaitu janji Tuhan bahwa Dia akan selalu membukakan jalan bagi mereka yang mengandalkan-Nya.

---

**Kesimpulan:**
Meskipun tidak ada catatan jurnal yang mendramatisir bahwa lagu ini ditulis saat Lillenas berada di ambang kemiskinan atau bencana besar, lagu ini adalah **"surat cinta" dari seorang hamba Tuhan yang telah berkali-kali membuktikan kesetiaan Tuhan dalam hidupnya.** Ia menulis lagu ini agar setiap orang yang merasa tersesat atau tidak memiliki arah, kembali diingatkan bahwa Tuhan adalah "Jalan" itu sendiri.