KPJ
Aneng Salib Paduka
Informasi Lagu
250
Nomor
Kode
KPJ 250
Buku
Kidung Pasamuwan Jawi
Metronom
0
Style
FinalWaltz, 9-8Waltz
Cross Ref.
KPS 145, KJ 368, NP 235
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
Aneng salib Paduka, pangayom kawula,
toyaning gesang mulya ing ardi Golgota.
Salibnya, salibnya, kamulyan kawula
ngantos mbenjing nampeni palereman baka.
Aneng salib Paduka, katresnan kababar;
inggih namung Paduka pindha lintang fajar.
Aneng salib Paduka; pikekah kawula;
tansah kula engeti, ing gesang slaminya.
Aneng salib Paduka, pitados kawula;
dumugi wancinira bingah aneng swarga.
Slide Lirik
4 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu "Pada Kaki Salibmu" (dalam bahasa Inggris dikenal sebagai "Near the Cross" atau "Jesus, Keep Me Near the Cross") adalah sebuah cerita indah tentang kolaborasi antara dua tokoh besar dalam sejarah himne Kristen Amerika: **Fanny Jane Crosby** (penulis lirik) dan **William Howard Doane** (komposer). Lagu ini diciptakan pada tahun 1869 dan sejak itu telah menjadi salah satu himne paling dicintai dan sering dinyanyikan di seluruh dunia.
Mari kita selami detail kisahnya:
**1. Para Pencipta di Balik Lagu:**
* **Fanny Jane Crosby (1820-1915): Sang Penyair Tanpa Penglihatan**
Fanny Crosby adalah salah satu penulis himne paling produktif dalam sejarah, dengan lebih dari 8.000 himne yang diterbitkan. Yang luar biasa adalah Fanny kehilangan penglihatannya saat masih bayi karena kesalahan medis. Namun, kebutaannya tidak pernah menghalanginya untuk melihat dunia dengan mata iman yang tajam dan hati yang penuh sukacita. Ia percaya bahwa kebutaannya adalah berkah, karena hal itu memungkinkannya untuk berkonsentrasi pada hal-hal spiritual tanpa gangguan duniawi. Ia sering mengatakan, "Ketika saya tiba di surga, hal pertama yang akan saya minta adalah untuk melihat Wajah Juruselamat saya." Karyanya dicirikan oleh kesederhanaan, kehangatan pribadi, dan fokus pada kasih Kristus dan janji keselamatan.
* **William Howard Doane (1832-1915): Sang Pengusaha dan Komposer Berbakat**
William Howard Doane adalah seorang pengusaha sukses di bidang manufaktur kayu dan direktur musik yang ulung. Ia adalah seorang yang terpelajar dan dermawan, serta sangat aktif dalam pelayanan gereja, terutama dalam musik. Doane dikenal karena memiliki telinga yang peka terhadap melodi dan telah menulis lebih dari 2.000 lagu. Ia sering berkolaborasi dengan penulis lirik terkenal pada masanya, dan Fanny Crosby adalah salah satu kolaborator favoritnya.
**2. Inspirasi dan Proses Penulisan (New York, 1869):**
Kisah "Near the Cross" dimulai di New York City pada tahun 1869, sebuah era di mana kebangkitan rohani sedang marak dan himne-himne baru sangat dibutuhkan untuk mengisi buku lagu dan ibadah.
* **Melodi yang Menginspirasi:** William Howard Doane memiliki kebiasaan untuk sering menggubah melodi-melodi baru di piano atau harmoniumnya. Ketika ia merasa telah menemukan melodi yang indah dan menyentuh, ia akan mengirimkannya kepada Fanny Crosby dan memintanya untuk menulis lirik yang sesuai. Ini adalah metode kolaborasi mereka yang paling umum dan produktif.
Pada suatu hari, Doane memainkan melodi yang baru ia ciptakan. Melodi itu sederhana namun memiliki kehangatan dan kesungguhan yang mendalam. Ia merasa melodi ini akan sangat cocok untuk himne yang berbicara tentang keselamatan dan kedekatan dengan Kristus.
* **Fanny Crosby Merespons:** Ketika Doane memperdengarkan melodi itu kepada Fanny Crosby (atau mungkin mengirimkannya melalui notasi musik yang kemudian dibacakan kepadanya), Fanny segera tergerak. Ia tidak perlu waktu lama untuk merenungkan. Melodi itu langsung berbicara kepada jiwanya, membangkitkan gambaran dan perasaan tentang salib Kristus sebagai satu-satunya sumber pengharapan dan keselamatan.
Fanny Crosby dikenal memiliki kemampuan luar biasa untuk menulis lirik dengan sangat cepat. Ia seringkali bisa menggubah beberapa himne dalam sehari, dan terkadang ia menulis lirik hanya dalam hitungan menit setelah mendengar sebuah melodi. Untuk "Near the Cross," ia merasakan aliran inspirasi yang kuat dan gambaran salib yang begitu jelas di benak imannya.
* **Makna di Balik Lirik:** Lirik yang ia tulis segera mengalir, mencerminkan kerinduan universal umat beriman untuk tinggal dekat dengan salib, di mana kasih karunia ditemukan dan jiwa dibersihkan.
* **"Jesus, keep me near the cross; There a precious fountain, Free to all, a healing stream, Flows from Calv'ry's mountain."** (Yesus, biarkan aku dekat salib; Di sana ada mata air berharga, Gratis untuk semua, aliran penyembuhan, Mengalir dari gunung Golgota.) – Ini adalah inti dari himne, mengingatkan kita pada darah Kristus yang tercurah di Kalvari sebagai sumber pengampunan dan penyucian dosa.
* Lirik-lirik selanjutnya berbicara tentang berdiam di bawah naungan salib, menunggu Juruselamat datang di "pagi bintang" (mengacu pada kedatangan kembali Kristus atau penghiburan-Nya di dunia ini), dan membawa "palang harianku" (yaitu memikul salib kita sendiri dan mengikut Kristus).
**3. Dampak dan Warisan:**
* **Penyebaran Luas:** "Near the Cross" segera diterbitkan dan menjadi sangat populer. Lagu ini sering dinyanyikan dalam pertemuan kebangunan rohani oleh penginjil terkenal seperti Dwight L. Moody dan penyanyi Ira D. Sankey. Kesederhanaan melodinya dan kedalaman teologinya membuatnya mudah dipelajari dan diingat, namun tetap menyentuh hati.
* **Pesan Abadi:** Himne ini terus menjadi favorit di gereja-gereja di seluruh dunia hingga hari ini. Pesannya yang sederhana namun kuat tentang keselamatan melalui salib, pentingnya berada dekat dengan kasih karunia Kristus, dan kerinduan akan kehadiran-Nya, tetap relevan bagi setiap generasi.
* **Kolaborasi yang Harmonis:** "Near the Cross" adalah contoh sempurna dari kolaborasi yang harmonis antara seorang komposer dan penulis lirik. Melodi Doane memberikan kerangka yang indah, dan lirik Crosby yang puitis serta penuh iman memberikan jiwa pada lagu tersebut.
Singkatnya, "Pada Kaki Salibmu" lahir dari melodi yang diilhamkan oleh William Howard Doane dan lirik yang mengalir dari hati yang penuh iman Fanny Crosby yang tidak dapat melihat. Lagu ini adalah kesaksian abadi tentang kekuatan salib Kristus dan kerinduan manusia untuk tinggal dekat dengan sumber kasih karunia ilahi.
Mari kita selami detail kisahnya:
**1. Para Pencipta di Balik Lagu:**
* **Fanny Jane Crosby (1820-1915): Sang Penyair Tanpa Penglihatan**
Fanny Crosby adalah salah satu penulis himne paling produktif dalam sejarah, dengan lebih dari 8.000 himne yang diterbitkan. Yang luar biasa adalah Fanny kehilangan penglihatannya saat masih bayi karena kesalahan medis. Namun, kebutaannya tidak pernah menghalanginya untuk melihat dunia dengan mata iman yang tajam dan hati yang penuh sukacita. Ia percaya bahwa kebutaannya adalah berkah, karena hal itu memungkinkannya untuk berkonsentrasi pada hal-hal spiritual tanpa gangguan duniawi. Ia sering mengatakan, "Ketika saya tiba di surga, hal pertama yang akan saya minta adalah untuk melihat Wajah Juruselamat saya." Karyanya dicirikan oleh kesederhanaan, kehangatan pribadi, dan fokus pada kasih Kristus dan janji keselamatan.
* **William Howard Doane (1832-1915): Sang Pengusaha dan Komposer Berbakat**
William Howard Doane adalah seorang pengusaha sukses di bidang manufaktur kayu dan direktur musik yang ulung. Ia adalah seorang yang terpelajar dan dermawan, serta sangat aktif dalam pelayanan gereja, terutama dalam musik. Doane dikenal karena memiliki telinga yang peka terhadap melodi dan telah menulis lebih dari 2.000 lagu. Ia sering berkolaborasi dengan penulis lirik terkenal pada masanya, dan Fanny Crosby adalah salah satu kolaborator favoritnya.
**2. Inspirasi dan Proses Penulisan (New York, 1869):**
Kisah "Near the Cross" dimulai di New York City pada tahun 1869, sebuah era di mana kebangkitan rohani sedang marak dan himne-himne baru sangat dibutuhkan untuk mengisi buku lagu dan ibadah.
* **Melodi yang Menginspirasi:** William Howard Doane memiliki kebiasaan untuk sering menggubah melodi-melodi baru di piano atau harmoniumnya. Ketika ia merasa telah menemukan melodi yang indah dan menyentuh, ia akan mengirimkannya kepada Fanny Crosby dan memintanya untuk menulis lirik yang sesuai. Ini adalah metode kolaborasi mereka yang paling umum dan produktif.
Pada suatu hari, Doane memainkan melodi yang baru ia ciptakan. Melodi itu sederhana namun memiliki kehangatan dan kesungguhan yang mendalam. Ia merasa melodi ini akan sangat cocok untuk himne yang berbicara tentang keselamatan dan kedekatan dengan Kristus.
* **Fanny Crosby Merespons:** Ketika Doane memperdengarkan melodi itu kepada Fanny Crosby (atau mungkin mengirimkannya melalui notasi musik yang kemudian dibacakan kepadanya), Fanny segera tergerak. Ia tidak perlu waktu lama untuk merenungkan. Melodi itu langsung berbicara kepada jiwanya, membangkitkan gambaran dan perasaan tentang salib Kristus sebagai satu-satunya sumber pengharapan dan keselamatan.
Fanny Crosby dikenal memiliki kemampuan luar biasa untuk menulis lirik dengan sangat cepat. Ia seringkali bisa menggubah beberapa himne dalam sehari, dan terkadang ia menulis lirik hanya dalam hitungan menit setelah mendengar sebuah melodi. Untuk "Near the Cross," ia merasakan aliran inspirasi yang kuat dan gambaran salib yang begitu jelas di benak imannya.
* **Makna di Balik Lirik:** Lirik yang ia tulis segera mengalir, mencerminkan kerinduan universal umat beriman untuk tinggal dekat dengan salib, di mana kasih karunia ditemukan dan jiwa dibersihkan.
* **"Jesus, keep me near the cross; There a precious fountain, Free to all, a healing stream, Flows from Calv'ry's mountain."** (Yesus, biarkan aku dekat salib; Di sana ada mata air berharga, Gratis untuk semua, aliran penyembuhan, Mengalir dari gunung Golgota.) – Ini adalah inti dari himne, mengingatkan kita pada darah Kristus yang tercurah di Kalvari sebagai sumber pengampunan dan penyucian dosa.
* Lirik-lirik selanjutnya berbicara tentang berdiam di bawah naungan salib, menunggu Juruselamat datang di "pagi bintang" (mengacu pada kedatangan kembali Kristus atau penghiburan-Nya di dunia ini), dan membawa "palang harianku" (yaitu memikul salib kita sendiri dan mengikut Kristus).
**3. Dampak dan Warisan:**
* **Penyebaran Luas:** "Near the Cross" segera diterbitkan dan menjadi sangat populer. Lagu ini sering dinyanyikan dalam pertemuan kebangunan rohani oleh penginjil terkenal seperti Dwight L. Moody dan penyanyi Ira D. Sankey. Kesederhanaan melodinya dan kedalaman teologinya membuatnya mudah dipelajari dan diingat, namun tetap menyentuh hati.
* **Pesan Abadi:** Himne ini terus menjadi favorit di gereja-gereja di seluruh dunia hingga hari ini. Pesannya yang sederhana namun kuat tentang keselamatan melalui salib, pentingnya berada dekat dengan kasih karunia Kristus, dan kerinduan akan kehadiran-Nya, tetap relevan bagi setiap generasi.
* **Kolaborasi yang Harmonis:** "Near the Cross" adalah contoh sempurna dari kolaborasi yang harmonis antara seorang komposer dan penulis lirik. Melodi Doane memberikan kerangka yang indah, dan lirik Crosby yang puitis serta penuh iman memberikan jiwa pada lagu tersebut.
Singkatnya, "Pada Kaki Salibmu" lahir dari melodi yang diilhamkan oleh William Howard Doane dan lirik yang mengalir dari hati yang penuh iman Fanny Crosby yang tidak dapat melihat. Lagu ini adalah kesaksian abadi tentang kekuatan salib Kristus dan kerinduan manusia untuk tinggal dekat dengan sumber kasih karunia ilahi.
Cross Reference
Sama Tema
Kidung Paskah
Abdining Sang Yehuwah
KPJ
Dosa Punapa
KPJ
Gusti Gesang Malih
KPJ
Gusti Kang Sumare
KPJ
Gusti Neng Taman Getsemane
KPJ
Gusti Sampun Wungu
KPJ
Gusti Sinalib Ing Golgota
KPJ
Gusti Yesus Sinalib
KPJ
Gusti Yesus Wus Wungu
KPJ
Ing Ardi Golgota
KPJ
Ing Dinten Adi Puniki
KPJ
Ing Golgota
KPJ
Kwaosing Asma Paduka
KPJ
Lah Wonten Swara Gumiyak
KPJ
Luwar
KPJ
Neng Pucak Ardi
KPJ
Nulada Mring Sang Pamarta
KPJ
Pamarta Kula Agesang
KPJ
Panglipuring Tyang Prihatos
KPJ
Saiba Sangsarane Gusti
KPJ
Sang Kristus Sinangsara
KPJ
Sang Pamarta Seda Paduka
KPJ
Sihe Allah Maring Jagad
KPJ
Sinten Ingkang Tan Anglentrih
KPJ
Sinten Kang Sumarah
KPJ
Srana Mandeng Ing Salib
KPJ
Swawi Pra Kanca
KPJ
Taman Getsemane Kang Sepi
KPJ
Wonten Darah Suci Mancur
KPJ
Yen Mandeng Salibing Gusti
KPJ