Informasi Lagu
161
Nomor
Kode
NKB 161
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Metronom
0
Pencipta Lagu
Maryette H. Lum
Pencipta Syair
Ni Chipi
Penerjemah
F. Suleeman
Cross Ref.
161
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
Kendati lawan menyerbu dan kawanku menjauh, ‘ku ingat janji Tuhanku: ” ‘Ku beserta engkau”.
Meskipun jalanku gelap, membuatku gentar, tetaplah kemurahanNya dan kasihNya besar.
Meski gelombang menderu tak mau ‘ku menyesal; Tuhanku menaungiku, setiaNya kekal.
Di tiap waktu dan tempat kuasaNya menang; dan kasih Tuhanku tetap, membuatku senang.
Partitur / Not
Partitur Chord NKB 161
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu **"Kendati Lawan Menyerbu"** (judul asli bahasa Inggris: ***"With You Always"***) merupakan salah satu kisah kesaksian iman yang paling mengharukan dari masa pendudukan Jepang di Tiongkok selama Perang Dunia II.

Berikut adalah detail latar belakang dan kisah di balik lagu tersebut:

### 1. Penulis: Maryette H. Lum (Ni Chipi)
Maryette H. Lum adalah seorang misionaris asal Amerika Serikat yang melayani di Tiongkok. Nama Tionghoanya adalah **Ni Chipi**. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat mengasihi rakyat Tiongkok dan memiliki pengabdian tinggi dalam pelayanan misi di tengah situasi politik yang sangat tidak stabil.

### 2. Latar Belakang Sejarah (Konteks Perang)
Lagu ini ditulis di tengah gejolak **Perang Tiongkok-Jepang Kedua**. Pada masa itu, banyak misionaris asing dan warga lokal Kristen di Tiongkok hidup dalam ancaman penangkapan, interogasi, dan penyiksaan oleh tentara pendudukan Jepang.

Maryette Lum menulis lagu ini bukan sebagai karya sastra puitis biasa, melainkan sebagai **"nyanyian pelindung"** bagi dirinya dan rekan-rekan seiman yang berada dalam ketakutan akan ancaman fisik dan kematian yang setiap saat bisa datang.

### 3. Makna di Balik Lirik
Lirik lagu ini mencerminkan pengalaman iman yang mendalam. Frasa *"Kendati lawan menyerbu"* merujuk pada situasi nyata di mana musuh (tentara Jepang) mengepung mereka.

Inti dari lagu ini adalah peneguhan janji Tuhan bahwa **Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya, meskipun mereka dikelilingi oleh bahaya maut**.

* **Keberanian di tengah ketakutan:** Lagu ini menjadi sarana bagi Maryette untuk menenangkan jiwa rekan-rekannya agar tidak menyerah pada rasa takut.
* **Janji Penyertaan:** Liriknya menekankan bahwa "Tuhan menyertai senantiasa", yang menjadi jangkar jiwa bagi mereka saat menghadapi masa depan yang suram dan tidak pasti di kamp-kamp penahanan atau persembunyian.

### 4. Makna Spiritual bagi Gereja
Setelah masa perang berakhir, lagu ini menyebar luas melalui gereja-gereja di Asia, termasuk Indonesia. Lagu ini sering dinyanyikan dalam kebaktian-kebaktian yang bertema penguatan iman, penderitaan (*suffering*), dan keteguhan hati dalam menghadapi cobaan hidup.

Dalam buku-buku nyanyian gereja (seperti *Kidung Jemaat* atau *Pelengkap Kidung Jemaat* di Indonesia), lagu ini sering dikategorikan sebagai lagu yang memberikan penghiburan bagi mereka yang sedang "berperang" melawan kesulitan hidup.

### Ringkasan Pesan
Kisah lagu ini adalah pengingat bahwa **iman tidak berarti ketiadaan masalah, melainkan kehadiran Tuhan di tengah-tengah masalah tersebut.** Maryette H. Lum menulis lagu ini untuk membuktikan bahwa ketika dunia terasa runtuh dan musuh tampak tak terkalahkan, satu-satunya tempat perteduhan yang aman adalah janji penyertaan Tuhan.

---
**Lirik Singkat (Bahasa Indonesia):**
*"Kendati lawan menyerbu, hatiku tidak takut.*
*Tuhan menjaga diriku, Ia menyertai selalu."*

Lagu ini tetap relevan hingga hari ini, bukan hanya sebagai artefak sejarah perang, tetapi sebagai doa bagi siapa pun yang merasa "terkepung" oleh masalah hidup yang berat.