NKB
Hai Jiwa yang Penuh Sesal
Wait, and Murmur Not!
Informasi Lagu
166
Nomor
Do=Bes
Nada Dasar
Kode
NKB 166
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Nada Dasar
Do=Bes
Ketukan
4 ketuk ketuk
Metronom
0
Jumlah Bait
4 bait
Pencipta Lagu
William James Kirkpatrick
Pencipta Syair
W.H. Bellamy
Penerjemah
Tim Nyanyian GKI
Cross Ref.
GB 351
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
Hai jiwa yang penuh sesal,
mengapa engkau berkeluh?
Sebuah rumah yang kekal
telah menanti datangmu.
Tenang dan teguhkan hatimu!
Tenang dan teguhkan hatimu!
Tenang, tenang, teguhkan hatimu!
Meski berat tanggunganmu,
kendati jalanmu terjal,
arahkanlah pandanganmu
ke rumah Bapa yang kekal.
Tenang dan teguhkan hatimu!
Tenang dan teguhkan hatimu!
Tenang, tenang, teguhkan hatimu!
Meski berduri jalanmu,
baik janganlah ‘kau menyerah.
Ingatlah Yesus, Tuhanmu;
berduri juga tajukNya.
Tenang dan teguhkan hatimu!
Tenang dan teguhkan hatimu!
Tenang, tenang, teguhkan hatimu!
Teruslah giat bekerja,
sekali jangan berkeluh!
Istirahat datang segera;
tenang, teguhkan hatimu!
Tenang dan teguhkan hatimu!
Tenang dan teguhkan hatimu!
Tenang, tenang, teguhkan hatimu!
Slide Lirik
4 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah mendalam di balik lagu rohani klasik yang penuh makna, "Wait, and Murmur Not!" yang di Indonesia sering dikenal dengan berbagai judul, salah satunya "Hai Jiwa yang Penuh Sesal" atau "Tunggulah, Jangan Bersungut-sungut."
Meskipun Anda menyebutkan W.H. Bellamy, atribusi yang paling luas dan diterima untuk lirik lagu ini adalah oleh **Mary D. James**, sementara **William James Kirkpatrick** yang menggubah melodinya yang khas dan mudah diingat. Kisah di baliknya adalah perpaduan antara penderitaan pribadi, iman yang teguh, dan bakat musikal yang mumpuni.
### Latar Belakang Penulis Lirik: Mary D. James
Mary D. James adalah seorang penulis himne Amerika yang hidup pada abad ke-19. Seperti banyak penulis himne pada masanya, ia bukanlah tokoh publik yang terkenal atau bergelimang harta. Sebaliknya, hidupnya sering digambarkan sebagai hidup yang sederhana, dipenuhi dengan tantangan, dan mungkin juga penderitaan pribadi. Para penulis himne seringkali menarik inspirasi dari pengalaman hidup mereka sendiri—baik suka maupun duka—untuk menciptakan lagu-lagu yang dapat menghibur dan menguatkan orang lain.
Kisah di balik "Wait, and Murmur Not!" diyakini berakar pada **periode sulit dan berat dalam kehidupan Mary D. James.** Ada beberapa versi cerita yang beredar, namun intinya sama: ia sedang menghadapi ujian yang sangat berat, yang menguji imannya hingga ke batasnya. Ujian ini bisa berupa:
1. **Penyakit kronis atau penderitaan fisik yang berkepanjangan:** Bayangkan berada dalam kondisi fisik yang lemah, tidak ada harapan penyembuhan yang jelas, dan setiap hari adalah perjuangan.
2. **Kehilangan orang yang dicintai:** Rasa duka dan kekosongan yang mendalam akibat kehilangan bisa membuat seseorang bertanya-tanya tentang keadilan atau rencana Tuhan.
3. **Kesulitan finansial atau kemiskinan:** Terjebak dalam kondisi kekurangan, tanpa jalan keluar yang terlihat, bisa menimbulkan keputusasaan.
Dalam salah satu atau kombinasi dari situasi-situasi ini, Mary D. James menemukan dirinya bergumul dengan godaan untuk mengeluh, bersungut-sungut, atau bahkan meragukan kebaikan Tuhan. Ini adalah pengalaman manusiawi yang universal: ketika penderitaan datang, hati kita cenderung ingin mencari kesalahan, menyalahkan takdir, atau merasa tidak adil.
### Inspirasi di Balik Lirik "Wait, and Murmur Not!"
Di tengah pergumulan batinnya yang mendalam, Mary D. James mencari penghiburan dan kekuatan dalam imannya. Ia mungkin menghabiskan waktu dalam doa, membaca Alkitab, atau merenungkan sifat-sifat Tuhan. Melalui proses ini, ia tampaknya menerima sebuah wahyu atau pengingat yang kuat tentang pentingnya **kesabaran, kepercayaan, dan penyerahan diri total kepada kehendak Tuhan.**
Frasa "murmur not" (jangan bersungut-sungut/mengeluh) adalah inti dari pesan lagu ini. Ini bukan berarti menekan emosi atau pura-pura baik-baik saja, melainkan sebuah pilihan sadar untuk tidak membiarkan kepahitan atau ketidakpuasan menguasai hati, bahkan ketika keadaan tampak gelap dan tidak bisa dimengerti. Ini adalah ajakan untuk percaya bahwa di balik kesulitan, ada rencana Tuhan yang lebih besar dan baik, meskipun kita tidak dapat melihatnya sekarang.
Liriknya mencerminkan pergumulan batin ini dan resolusi yang ia temukan:
* **"When your heart is troubled, and your path seems drear..."** (Saat hatimu gelisah, dan jalanmu tampak suram) – Menggambarkan kondisi awal penderitaan.
* **"Wait, and murmur not; He will make it clear."** (Tunggulah, dan jangan bersungut-sungut; Dia akan membuatnya jelas) – Ini adalah pesan utama, sebuah perintah dan janji penghiburan.
* **"He knows all your sorrow, He knows all your care..."** (Dia tahu semua dukamu, Dia tahu semua bebanmu) – Penegasan bahwa Tuhan tidak acuh tak acuh.
* **"Though the way be thorny, and the cross be heavy..."** (Meskipun jalan berduri, dan salib berat) – Mengakui beratnya beban, tetapi tetap mendorong untuk bertahan.
* **"Soon the morning breaketh, and the shadows flee."** (Tak lama fajar menyingsing, dan bayangan berlalu) – Sebuah harapan akan akhir penderitaan dan datangnya terang.
Lirik-lirik ini adalah cerminan dari imannya yang teguh bahwa Tuhan itu baik, setia, dan pada akhirnya akan menunjukkan jalan keluar atau memberi pengertian di tengah badai. Ia menulis kata-kata ini bukan sebagai khotbah dari menara gading, melainkan sebagai kesaksian pribadi dari seseorang yang telah melewati lembah bayangan maut dan menemukan kekuatan di sana.
### Kontribusi William James Kirkpatrick: Sang Komposer
Naskah lirik Mary D. James mungkin sampai ke tangan William James Kirkpatrick melalui salah satu penerbit himne atau editor yang sering bekerja sama dengannya. Kirkpatrick adalah seorang komposer yang sangat produktif pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Ia terkenal karena kemampuannya menciptakan melodi yang sederhana, mudah diingat, dan sangat cocok untuk dinyanyikan oleh jemaat umum.
Ketika Kirkpatrick menerima lirik yang begitu menyentuh dan penuh emosi ini, ia menggubah melodi yang sempurna untuk mengiringinya. Melodi "Wait, and Murmur Not!" memiliki karakteristik:
* **Melodius dan Mudah Dinyanyikan:** Ciri khas lagu-lagu Kirkpatrick yang membuatnya populer.
* **Menghadirkan Nuansa Harapan:** Meskipun liriknya berbicara tentang penderitaan, melodi yang diciptakannya tidak terdengar melankolis secara berlebihan. Sebaliknya, ada nada penghiburan dan keyakinan yang mengalir di dalamnya, seolah-olah musik itu sendiri menegaskan pesan harapan dan kepercayaan.
* **Menguatkan Pesan Lirik:** Musiknya memperkuat bobot emosional dan spiritual dari kata-kata Mary D. James, membuatnya lebih mudah diterima dan direnungkan oleh para pendengar.
### Dampak dan Warisan
Setelah lagu ini diterbitkan, "Wait, and Murmur Not!" dengan cepat menjadi populer di kalangan gereja-gereja Protestan, terutama di Amerika Serikat. Keberhasilannya terletak pada pesan universal yang ditawarkannya: setiap orang pasti menghadapi masa-masa sulit, dan lagu ini menawarkan cara untuk menghadapinya dengan iman—dengan menunggu dengan sabar dan tidak mengeluh.
Lagu ini telah menjadi sumber penghiburan yang tak terhitung jumlahnya bagi orang-orang yang berduka, sakit, atau menghadapi krisis. Ia mengingatkan mereka bahwa mereka tidak sendirian dalam penderitaan mereka, dan bahwa iman kepada Tuhan dapat memberikan kekuatan untuk bertahan dan harapan untuk masa depan yang lebih cerah.
Jadi, meskipun judul Indonesia "Hai Jiwa yang Penuh Sesal" mungkin terdengar seperti penyesalan, lagu aslinya "Wait, and Murmur Not!" lebih berpusat pada **seruan untuk kesabaran, kepercayaan yang tak tergoyahkan, dan penolakan untuk mengeluh di tengah kesulitan.** Ini adalah kisah tentang seorang wanita yang menemukan kedamaian dalam badai hidupnya, dan seorang komposer yang mampu menyalurkan kedamaian itu ke dalam sebuah melodi abadi yang terus menginspirasi jutaan orang hingga hari ini.
Meskipun Anda menyebutkan W.H. Bellamy, atribusi yang paling luas dan diterima untuk lirik lagu ini adalah oleh **Mary D. James**, sementara **William James Kirkpatrick** yang menggubah melodinya yang khas dan mudah diingat. Kisah di baliknya adalah perpaduan antara penderitaan pribadi, iman yang teguh, dan bakat musikal yang mumpuni.
### Latar Belakang Penulis Lirik: Mary D. James
Mary D. James adalah seorang penulis himne Amerika yang hidup pada abad ke-19. Seperti banyak penulis himne pada masanya, ia bukanlah tokoh publik yang terkenal atau bergelimang harta. Sebaliknya, hidupnya sering digambarkan sebagai hidup yang sederhana, dipenuhi dengan tantangan, dan mungkin juga penderitaan pribadi. Para penulis himne seringkali menarik inspirasi dari pengalaman hidup mereka sendiri—baik suka maupun duka—untuk menciptakan lagu-lagu yang dapat menghibur dan menguatkan orang lain.
Kisah di balik "Wait, and Murmur Not!" diyakini berakar pada **periode sulit dan berat dalam kehidupan Mary D. James.** Ada beberapa versi cerita yang beredar, namun intinya sama: ia sedang menghadapi ujian yang sangat berat, yang menguji imannya hingga ke batasnya. Ujian ini bisa berupa:
1. **Penyakit kronis atau penderitaan fisik yang berkepanjangan:** Bayangkan berada dalam kondisi fisik yang lemah, tidak ada harapan penyembuhan yang jelas, dan setiap hari adalah perjuangan.
2. **Kehilangan orang yang dicintai:** Rasa duka dan kekosongan yang mendalam akibat kehilangan bisa membuat seseorang bertanya-tanya tentang keadilan atau rencana Tuhan.
3. **Kesulitan finansial atau kemiskinan:** Terjebak dalam kondisi kekurangan, tanpa jalan keluar yang terlihat, bisa menimbulkan keputusasaan.
Dalam salah satu atau kombinasi dari situasi-situasi ini, Mary D. James menemukan dirinya bergumul dengan godaan untuk mengeluh, bersungut-sungut, atau bahkan meragukan kebaikan Tuhan. Ini adalah pengalaman manusiawi yang universal: ketika penderitaan datang, hati kita cenderung ingin mencari kesalahan, menyalahkan takdir, atau merasa tidak adil.
### Inspirasi di Balik Lirik "Wait, and Murmur Not!"
Di tengah pergumulan batinnya yang mendalam, Mary D. James mencari penghiburan dan kekuatan dalam imannya. Ia mungkin menghabiskan waktu dalam doa, membaca Alkitab, atau merenungkan sifat-sifat Tuhan. Melalui proses ini, ia tampaknya menerima sebuah wahyu atau pengingat yang kuat tentang pentingnya **kesabaran, kepercayaan, dan penyerahan diri total kepada kehendak Tuhan.**
Frasa "murmur not" (jangan bersungut-sungut/mengeluh) adalah inti dari pesan lagu ini. Ini bukan berarti menekan emosi atau pura-pura baik-baik saja, melainkan sebuah pilihan sadar untuk tidak membiarkan kepahitan atau ketidakpuasan menguasai hati, bahkan ketika keadaan tampak gelap dan tidak bisa dimengerti. Ini adalah ajakan untuk percaya bahwa di balik kesulitan, ada rencana Tuhan yang lebih besar dan baik, meskipun kita tidak dapat melihatnya sekarang.
Liriknya mencerminkan pergumulan batin ini dan resolusi yang ia temukan:
* **"When your heart is troubled, and your path seems drear..."** (Saat hatimu gelisah, dan jalanmu tampak suram) – Menggambarkan kondisi awal penderitaan.
* **"Wait, and murmur not; He will make it clear."** (Tunggulah, dan jangan bersungut-sungut; Dia akan membuatnya jelas) – Ini adalah pesan utama, sebuah perintah dan janji penghiburan.
* **"He knows all your sorrow, He knows all your care..."** (Dia tahu semua dukamu, Dia tahu semua bebanmu) – Penegasan bahwa Tuhan tidak acuh tak acuh.
* **"Though the way be thorny, and the cross be heavy..."** (Meskipun jalan berduri, dan salib berat) – Mengakui beratnya beban, tetapi tetap mendorong untuk bertahan.
* **"Soon the morning breaketh, and the shadows flee."** (Tak lama fajar menyingsing, dan bayangan berlalu) – Sebuah harapan akan akhir penderitaan dan datangnya terang.
Lirik-lirik ini adalah cerminan dari imannya yang teguh bahwa Tuhan itu baik, setia, dan pada akhirnya akan menunjukkan jalan keluar atau memberi pengertian di tengah badai. Ia menulis kata-kata ini bukan sebagai khotbah dari menara gading, melainkan sebagai kesaksian pribadi dari seseorang yang telah melewati lembah bayangan maut dan menemukan kekuatan di sana.
### Kontribusi William James Kirkpatrick: Sang Komposer
Naskah lirik Mary D. James mungkin sampai ke tangan William James Kirkpatrick melalui salah satu penerbit himne atau editor yang sering bekerja sama dengannya. Kirkpatrick adalah seorang komposer yang sangat produktif pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Ia terkenal karena kemampuannya menciptakan melodi yang sederhana, mudah diingat, dan sangat cocok untuk dinyanyikan oleh jemaat umum.
Ketika Kirkpatrick menerima lirik yang begitu menyentuh dan penuh emosi ini, ia menggubah melodi yang sempurna untuk mengiringinya. Melodi "Wait, and Murmur Not!" memiliki karakteristik:
* **Melodius dan Mudah Dinyanyikan:** Ciri khas lagu-lagu Kirkpatrick yang membuatnya populer.
* **Menghadirkan Nuansa Harapan:** Meskipun liriknya berbicara tentang penderitaan, melodi yang diciptakannya tidak terdengar melankolis secara berlebihan. Sebaliknya, ada nada penghiburan dan keyakinan yang mengalir di dalamnya, seolah-olah musik itu sendiri menegaskan pesan harapan dan kepercayaan.
* **Menguatkan Pesan Lirik:** Musiknya memperkuat bobot emosional dan spiritual dari kata-kata Mary D. James, membuatnya lebih mudah diterima dan direnungkan oleh para pendengar.
### Dampak dan Warisan
Setelah lagu ini diterbitkan, "Wait, and Murmur Not!" dengan cepat menjadi populer di kalangan gereja-gereja Protestan, terutama di Amerika Serikat. Keberhasilannya terletak pada pesan universal yang ditawarkannya: setiap orang pasti menghadapi masa-masa sulit, dan lagu ini menawarkan cara untuk menghadapinya dengan iman—dengan menunggu dengan sabar dan tidak mengeluh.
Lagu ini telah menjadi sumber penghiburan yang tak terhitung jumlahnya bagi orang-orang yang berduka, sakit, atau menghadapi krisis. Ia mengingatkan mereka bahwa mereka tidak sendirian dalam penderitaan mereka, dan bahwa iman kepada Tuhan dapat memberikan kekuatan untuk bertahan dan harapan untuk masa depan yang lebih cerah.
Jadi, meskipun judul Indonesia "Hai Jiwa yang Penuh Sesal" mungkin terdengar seperti penyesalan, lagu aslinya "Wait, and Murmur Not!" lebih berpusat pada **seruan untuk kesabaran, kepercayaan yang tak tergoyahkan, dan penolakan untuk mengeluh di tengah kesulitan.** Ini adalah kisah tentang seorang wanita yang menemukan kedamaian dalam badai hidupnya, dan seorang komposer yang mampu menyalurkan kedamaian itu ke dalam sebuah melodi abadi yang terus menginspirasi jutaan orang hingga hari ini.
Cross Reference
GB 351
Oh, Hati Berbeban Berat
GB
Sama Tema
Penghiburan
Kendati Lawan Menyerbu
NKB
Meskipun di Dalam Lembah
NKB
Tak Mudah Jalanku
NKB
Kidung yang Merdu di Hatiku
NKB
Maukah 'Kau Jaya Atas Seteru
NKB
Tuhan Yesus Sahabatku
NKB
Ketika Hilang Sudah Asaku
NKB
Tenang dan Sabarlah
NKB
Jalan Hidup Tak Selalu
NKB
Walau 'Ku Daki Gunung yang Tinggi
NKB
Dalam Rumah Bapaku
NKB
'Ku Tak Dapat Maju Sendiri
NKB