Informasi Lagu
167
Nomor
Kode
NKB 167
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Metronom
0
Pencipta Lagu
William S. Hays
Pencipta Syair
Charles W. Fry
Penerjemah
YAMUGER
Cross Ref.
KMM 133, KK 541
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
Tuhan Yesus sahabatku, tercinta dan erat, melebihi segalanya bagiku: Bunga bakung paling indah yang tumbuh di lembah, mengampuni menyucikan diriku. Penghibur dalam duka, Penolong yang teguh; kepadaNya ‘ku serahkan kuatirku. Bunga bakung paling indah yang tumbuh di lembah, melebihi segalanya bagiku.
Di setiap pencobaan dan duka batinku Ia benteng dan perisaiku tetap. Demi Dia ‘ku tinggalkan berhala hatiku; oleh Dia ‘ku bertahan dan tegap. Digoda oleh Iblis, ‘ku takkan menyerah; Yesus jamin kemenangan imanku.
Ia takkan membiarkan dan meninggalkanku; aku hidup oleh iman padaNya. Ia tembok yang berapi di sekelilingku, Roti Hidup yang membuatku kenyang. Kelak di kemuliaan ‘ku nampak wajahNya dan berkat sorgawi melimpahiku.
Slide Lirik 6 slide
Slide 1 — NKB 167 1
Slide 2 — NKB 167 2
Slide 3 — NKB 167 3
Slide 4 — NKB 167 4
Slide 5 — NKB 167 5
Slide 6 — NKB 167 6
Partitur / Not
Partitur Chord NKB 167
Sejarah Lagu
Kisah mendalam di balik lagu rohani yang sangat dicintai, "The Lily of the Valley," yang di Indonesia dikenal luas dengan judul "Tuhan Yesus Sahabatku."

**Klarifikasi Penulis:**
Pertama-tama, perlu diklarifikasi bahwa lagu "The Lily of the Valley" (atau "Tuhan Yesus Sahabatku") secara luas dan benar dikaitkan dengan **Charles William Fry**, bukan William Shakespeare Hays. William Shakespeare Hays adalah seorang komposer dan penulis lirik Amerika yang produktif, tetapi lagu ini adalah karya Charles William Fry.

---

**Kisah di Balik "The Lily of the Valley" (Tuhan Yesus Sahabatku) oleh Charles William Fry**

Lagu "The Lily of the Valley" adalah salah satu himne yang paling menyentuh dan memiliki makna rohani yang mendalam, terutama bagi mereka yang mencari penghiburan dan persahabatan ilahi di tengah badai kehidupan. Untuk memahami kisah di baliknya, kita harus kembali ke akhir abad ke-19 di Inggris, dan mengenal sosok **Charles William Fry (1838-1882)** serta konteks gerakan **Bala Keselamatan (The Salvation Army)**.

**1. Charles William Fry: Pemimpin Musik Bala Keselamatan**
Charles William Fry adalah seorang musisi dan komposer Inggris yang menjadi salah satu tokoh kunci dalam awal mula dan perkembangan Bala Keselamatan. Ia adalah seorang yang sangat berdedikasi dan memiliki talenta musik yang luar biasa. Fry adalah seorang *bandmaster* (pemimpin band) dan juga seorang penulis lagu yang produktif untuk Bala Keselamatan. Musik adalah bagian integral dari pelayanan Bala Keselamatan sejak awal berdirinya, digunakan untuk menarik perhatian, menginspirasi, dan menyampaikan pesan Injil kepada massa.

**2. Konteks Bala Keselamatan di Abad ke-19**
Bala Keselamatan didirikan oleh William dan Catherine Booth di London pada tahun 1865. Gerakan ini berfokus pada penjangkauan kaum miskin, yang terpinggirkan, pecandu alkohol, tunawisma, dan mereka yang dianggap "tidak layak" oleh gereja-gereja tradisional. Pelayanan mereka seringkali dilakukan di jalanan yang keras, kumuh, dan berbahaya. Anggota Bala Keselamatan, yang disebut "tentara," sering menghadapi ejekan, penganiayaan, bahkan kekerasan fisik saat mereka berbaris di jalanan, memainkan musik, dan berkhotbah.

Dalam lingkungan yang penuh tantangan ini, musik bukan hanya alat evangelisasi, tetapi juga sumber kekuatan, penghiburan, dan identitas bagi para "tentara" Bala Keselamatan. Lagu-lagu mereka harus sederhana, mudah diingat, dan memiliki pesan yang kuat untuk menguatkan iman mereka di tengah kesulitan.

**3. Inspirasi di Balik Lagu: Yesus sebagai Sahabat Sejati**
Di sinilah inspirasi untuk "The Lily of the Valley" muncul. Fry, sebagai seorang yang terlibat langsung dalam pelayanan di garis depan, menyaksikan penderitaan dan penolakan yang dialami oleh baik mereka yang dilayani maupun para pelayan Bala Keselamatan itu sendiri. Ia merasakan betapa pentingnya memiliki sumber kekuatan dan penghiburan yang tak tergoyahkan.

Lirik lagu ini menggambarkan Yesus Kristus dengan beberapa kiasan alkitabiah yang indah:

* **"The Lily of the Valley" (Bunga Bakung di Lembah):** Kiasan ini diambil dari Kidung Agung 2:1. Bunga bakung dikenal karena keindahannya, kemurniannya, dan sering tumbuh di tempat yang sederhana atau tersembunyi. Ini menggambarkan keindahan Kristus yang tak tertandingi dan kesediaannya untuk hadir bahkan di tempat-tempat yang paling rendah dan kotor, seperti lembah penderitaan.
* **"The Bright and Morning Star" (Bintang Fajar yang Terang):** Kiasan dari Wahyu 22:16, melambangkan Yesus sebagai pembawa terang dan harapan di kegelapan, penuntun jalan bagi mereka yang tersesat.
* **"The Rose of Sharon" (Bunga Mawar dari Sharon):** Juga dari Kidung Agung 2:1, melambangkan keindahan, kesempurnaan, dan kasih Kristus.

Namun, inti dari lagu ini adalah penekanan pada **Yesus sebagai sahabat sejati, pelindung, dan penghibur yang tak pernah meninggalkan.** Lirik seperti:
*"He’s the Lily of the Valley, the bright and morning star. He’s the fairest of ten thousand to my soul."*
(Dialah bunga bakung di lembah, bintang pagi yang terang. Dialah yang terindah dari sepuluh ribu bagiku.)

Dan terutama bagian yang paling menghibur:
*"In sorrow He’s my comfort, in trouble He’s my stay; He tells me every care on Him to roll."*
(Dalam kesedihan Dia penghiburku, dalam masalah Dia penopangku; Dia memberitahuku setiap kekuatiran untuk kulemparkan pada-Nya.)
*"He never, never leaves me; He ever watches o’er me, and keeps me by His side from day to day."*
(Dia tidak pernah, tidak pernah meninggalkanku; Dia selalu menjagaku, dan menahanku di sisi-Nya dari hari ke hari.)

Lagu ini menangkap esensi kebutuhan manusia akan kasih, penerimaan, dan persahabatan yang abadi, terutama di tengah pergumulan hidup yang berat. Bagi para "tentara" Bala Keselamatan yang sering merasa sendiri dan ditolak oleh masyarakat, pesan bahwa Yesus adalah sahabat yang setia yang tidak akan pernah meninggalkan mereka adalah sebuah anugerah yang tak ternilai.

**4. Dampak dan Warisan**
Ketika "The Lily of the Valley" pertama kali diperkenalkan, lagu ini segera populer di kalangan Bala Keselamatan dan dengan cepat menyebar ke gereja-gereja Protestan lainnya di seluruh dunia. Melodinya yang sederhana namun kuat, ditambah liriknya yang menghibur dan penuh pengharapan, membuatnya menjadi himne favorit.

Di Indonesia, lagu ini dikenal luas dengan judul **"Tuhan Yesus Sahabatku"** dan menjadi salah satu lagu rohani klasik yang dinyanyikan di berbagai denominasi gereja. Terjemahan liriknya berhasil menangkap esensi pesan asli tentang Yesus sebagai sahabat yang setia, penyelamat, dan penopang di setiap waktu.

**Kesimpulan:**
"The Lily of the Valley" bukan hanya sekadar lagu, melainkan sebuah pernyataan iman yang mendalam yang lahir dari kebutuhan nyata akan penghiburan dan kehadiran ilahi di tengah dunia yang keras. Melalui melodi dan liriknya yang abadi, Charles William Fry berhasil menciptakan sebuah karya yang terus menguatkan dan menginspirasi jutaan orang untuk menemukan Yesus sebagai "sahabat sejati" dan "terindah dari sepuluh ribu" di hati mereka, dalam setiap "lembah" kehidupan yang mereka lalui.