Informasi Lagu
168
Nomor
Kode
NKB 168
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Metronom
0
Pencipta Lagu
P.P. Billhorn
Pencipta Syair
P.P. Billhorn
Penerjemah
P.H. Pouw / Tim Nyanyian GKI
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
Ketika hilang sudah asaku, tenaga pun lenyap, Tuhan Yesus datang meraih diriku, ditolongNya seg’ra. Seg’ra ditolongNya, besar kuasaNya. Bila ‘ku lemah, Yesus datanglah, ditolongNya seg’ra
Ketika aku hampir tenggelam dan maut menyergap, waktu nyaris hancur oleh kuasa k’lam, ditolongNya seg’ra. Seg’ra ditolongNya, besar kuasaNya. Bila ‘ku lemah, Yesus datanglah, ditolongNya seg’ra
Di kala marabaya menerkam, ‘ku rangkul kasihNya. Di hadapan maut dan kubur mencekam, ditolongNya seg’ra. Seg’ra ditolongNya, besar kuasaNya. Bila ‘ku lemah, Yesus datanglah, ditolongNya seg’ra
Menghadap takhta Allah yang kudus takutku hilanglah, oleh kar’na aku sudah ditebus, ditolongNya seg’ra. Seg’ra ditolongNya, besar kuasaNya. Bila ‘ku lemah, Yesus datanglah, ditolongNya seg’ra
Slide Lirik 4 slide
Slide 1 — NKB 168 1
Slide 2 — NKB 168 2
Slide 3 — NKB 168 3
Slide 4 — NKB 168 4
Partitur / Not
Partitur Chord NKB 168
Sejarah Lagu
Lagu **"Ketika Hilang Sudah Asaku"** (judul asli dalam bahasa Inggris: **"I Was Sinking Deep in Sin"** atau yang lebih dikenal dengan judul **"He Came and Saved My Soul"**) adalah salah satu lagu himne klasik yang sangat menyentuh hati karena kesederhanaan liriknya yang menggambarkan transformasi hidup yang radikal.

Lagu ini ditulis oleh **Peter P. Billhorn** pada tahun 1894. Berikut adalah kisah dan latar belakang di balik terciptanya lagu tersebut:

### 1. Sosok Peter P. Billhorn
Peter Philip Billhorn (1865–1936) adalah seorang penginjil, penyanyi, dan komposer asal Amerika Serikat. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat bersemangat dalam pelayanan musik gerejawi. Sepanjang hidupnya, ia telah menulis lebih dari 2.000 lagu rohani. Namun, dari sekian banyak karyanya, lagu inilah yang menjadi yang paling terkenal di seluruh dunia.

### 2. Latar Belakang Penciptaan
Kisah di balik lagu ini berkaitan dengan pengalaman pribadi Billhorn dalam pelayanan penginjilan. Pada masa itu, Billhorn sering mengadakan perjalanan untuk mengadakan *revival* (kebaktian kebangunan rohani) di berbagai tempat, mulai dari gereja besar hingga ke tenda-tenda pengungsian atau tempat terbuka bagi orang-orang yang terpinggirkan.

Suatu hari, setelah menyampaikan khotbah tentang kasih karunia Tuhan yang tak terbatas, ia merasakan dorongan kuat untuk menulis sebuah lagu yang bisa merangkum **"pertukaran besar"**—yaitu bagaimana manusia yang sudah tidak memiliki harapan (karena dosa) tiba-tiba ditemukan dan diselamatkan oleh kasih Kristus.

### 3. Makna Lirik: Dari Keputusasaan ke Pengharapan
Lirik lagu ini mencerminkan perjalanan iman seseorang yang merasa sudah "tenggelam" (sinking) dalam dosa dan tidak lagi memiliki jalan keluar (*no hope*).

* **Bait pertama:** Menggambarkan kondisi manusia yang tenggelam jauh ke dalam dosa, merasa sangat jauh dari Tuhan, dan tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri.
* **Bagian Refrain (Chorus):** Ini adalah jantung dari lagu tersebut:
> *"He came and saved my soul"* (Dia datang dan menyelamatkan jiwaku).

Lirik ini menekankan bahwa bukan usaha manusia yang mengangkat dirinya dari lumpur dosa, melainkan **inisiatif Tuhan yang datang mencari**. Itulah definisi *Grace* (Kasih Karunia).

### 4. Dampak Lagu Ini
Lagu ini menjadi sangat populer karena melodinya yang mudah diingat dan liriknya yang "to-the-point" (langsung pada inti Injil). Billhorn sering menyanyikan lagu ini sendiri dalam pertemuan-pertemuan penginjilannya. Karena suaranya yang bariton dan penuh perasaan, banyak orang yang tersentuh hingga meneteskan air mata saat mendengar lirik *"Love lifted me"* (Kasih mengangkatku—meskipun frasa ini lebih populer di lagu lain, namun semangat yang sama juga terasa dalam lirik Billhorn).

Di Indonesia, lagu ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan sering dinyanyikan di gereja-gereja, menjadi pengingat bagi banyak orang percaya bahwa tidak ada seorang pun yang terlalu jauh untuk dijangkau oleh kasih Tuhan.

### Inti Pesan
Kisah di balik lagu ini adalah pengingat bahwa **pengharapan manusia bukan terletak pada kekuatan diri sendiri, melainkan pada fakta bahwa Kristus "datang"**. Billhorn ingin menyampaikan bahwa keselamatan adalah perbuatan Tuhan yang mencari manusia yang hilang, bukan manusia yang mencari Tuhan dengan kekuatannya sendiri.

Hingga saat ini, lagu ini tetap bertahan sebagai himne yang dinyanyikan untuk merayakan pemulihan hidup seseorang yang merasa sudah kehilangan segalanya namun ditemukan kembali oleh kasih Tuhan.