Informasi Lagu
169
Nomor
Kode
NKB 169
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Metronom
0
Pencipta Lagu
Jean Sibelius
Pencipta Syair
Katharina von Schlegel
Penerjemah
E.L. Pohan (bait 1, 2, 4); YAMUGER (bait 3)
Cross Ref.
PKJ 166, GB 325, KK 649
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
Tenang dan sabarlah, wahai jiwaku; tahan derita, jangan mengeluh; serahkan sajalah pada Tuhanmu segala duka yang menimpamu. Allah setia, tak mengecewakan yang di naunganNya ingin berteduh.
Tenang dan sabarlah, wahai jiwaku; biarkan Tuhan yang memimpinmu, sebab di tangan Allah masa lampau, dikendalikan masa depanmu. Gelombang dahsyat takkan menerpamu kar’na di bawah kuasa Tuhanmu.
Tenang dan sabarlah, wahai jiwaku; bila berpulang sobat terdekat dan ‘kau dirundung oleh kesedihan, Tuhan mengangkat duka yang berat. Kasih karunia akan ‘kau terima dari Tuhanmu, Sumber Alhayat.
Tenang dan sabarlah, wahai jiwaku; sebentar lagi saat tibalah bahwa engkau berjumpa dengan Dia yang menghiburmu di masa lelah. Di sanalah engkau ‘kan memujiNya, menyanyi riang s’lama-lamanya.
Slide Lirik 8 slide
Slide 1 — NKB 169 1
Slide 2 — NKB 169 2
Slide 3 — NKB 169 3
Slide 4 — NKB 169 4
Slide 5 — NKB 169 5
Slide 6 — NKB 169 6
Slide 7 — NKB 169 7
Slide 8 — NKB 169 8
Partitur / Not
Partitur Chord NKB 169
Sejarah Lagu
Lagu himne **"Tenang dan Sabarlah"** (judul asli: *Be Still, My Soul*) adalah sebuah mahakarya yang menggabungkan kedalaman teologi dari abad ke-18 dengan keindahan melodi dari abad ke-20.

Kisah di balik lagu ini adalah perpaduan antara perjalanan iman seorang perempuan Jerman dan penghormatan musikal dari seorang komposer Finlandia. Berikut adalah detail kisahnya:

### 1. Sang Penulis Lirik: Katharina von Schlegel (1752)
Lirik aslinya ditulis dalam bahasa Jerman dengan judul *"Stille, meine Seele, dein Jesu hilft siegen"* oleh **Katharina von Schlegel**.

* **Siapa dia?** Katharina adalah seorang perempuan dari keluarga bangsawan yang menjalani kehidupan sebagai seorang "canoness" (sejenis biarawati yang tidak terikat sumpah keras) di sebuah komunitas keagamaan di Köthen, Jerman.
* **Latar Belakang:** Ia hidup di era *Pietisme*, sebuah gerakan dalam Kekristenan yang menekankan hubungan pribadi yang intim dengan Tuhan dan penyerahan diri total kepada kehendak-Nya.
* **Makna Lirik:** Katharina menulis lirik ini sebagai pengingat bagi jiwanya sendiri untuk tetap tenang di tengah badai kehidupan. Ia percaya bahwa penderitaan di dunia hanyalah sementara, dan setiap kesedihan akan disembuhkan oleh kehadiran Yesus. Kalimat *"Thy best, thy heavenly Friend, thro' thorny ways leads to a joyful end"* (Sahabat surgawimu memimpinmu melalui jalan berduri menuju akhir yang penuh sukacita) menjadi inti pesan dari lagu ini.

### 2. Sang Komposer: Jean Sibelius (1899)
Selama lebih dari satu abad, lirik karya Katharina ini dinyanyikan dengan berbagai melodi tradisional Jerman. Namun, melodi yang paling terkenal di seluruh dunia saat ini justru datang dari Finlandia.

* **Konteks Sejarah:** Pada tahun 1899, Finlandia berada di bawah tekanan keras kekaisaran Rusia (yang ingin menghapus budaya dan otonomi Finlandia). Rakyat Finlandia hidup dalam ketakutan dan penindasan.
* **Karya Musik:** Komposer Finlandia, **Jean Sibelius**, menciptakan sebuah karya orkestra berjudul *Finlandia*. Karya ini awalnya disusun sebagai musik latar untuk perayaan nasionalis Finlandia dalam melawan sensor Rusia. Bagian tengah dari komposisi *Finlandia* yang megah, tenang, dan sangat menyentuh itulah yang kemudian dikenal sebagai "Finlandia Hymn".
* **Penyatuan:** Beberapa tahun kemudian, melodi dari bagian tengah *Finlandia* ini diadaptasi menjadi lagu himne. Kekuatan melodi Sibelius yang terasa "megah namun menenangkan" dianggap sangat pas dengan lirik Katharina von Schlegel tentang ketenangan jiwa di tengah badai kehidupan.

### 3. Mengapa Lagu Ini Begitu Menyentuh?
Ada beberapa alasan mengapa "Tenang dan Sabarlah" bertahan sebagai salah satu lagu yang paling banyak dinyanyikan di dunia:

* **Kontras yang Harmonis:** Lirik Katharina berbicara tentang "jalan berduri" dan "penderitaan," sementara melodi Sibelius memberikan rasa "harapan" dan "kemenangan." Keduanya bertemu pada satu titik: bahwa iman adalah jangkar di tengah ketidakpastian.
* **Relevansi Universal:** Lagu ini tidak berbicara tentang satu denominasi tertentu, melainkan tentang pengalaman manusiawi saat menghadapi kehilangan, perpisahan, dan masa depan yang tidak pasti.
* **Penggunaan Populer:** Lagu ini sering dinyanyikan dalam upacara pemakaman atau momen refleksi mendalam. Salah satu momen paling ikonik dalam budaya populer adalah penggunaannya dalam film *The Terminal* (2004), di mana melodi ini digunakan untuk menggambarkan kerinduan akan rumah dan kesabaran dalam menunggu.

### Inti Pesan Lagu
Jika diterjemahkan secara bebas, liriknya mengajak pendengarnya untuk:
1. **Berhenti khawatir:** Karena Tuhan memegang kendali atas segala peristiwa.
2. **Menerima proses:** Bahwa jalan yang sulit (berduri) adalah bagian dari proses pembentukan yang membawa pada akhir yang indah.
3. **Berserah:** Bahwa pada akhirnya, ketika waktu kita di dunia selesai, kita akan bertemu kembali dengan "Sahabat Surgawi" kita.

Dengan demikian, lagu ini adalah perpaduan antara **keteguhan iman seorang perempuan abad ke-18** dan **semangat perjuangan sebuah bangsa abad ke-19**, yang bersama-sama menciptakan lagu tentang "kedamaian batin" yang melampaui keadaan fisik di sekitar kita.