Informasi Lagu
253
Nomor
Kode
NP 253
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
George J. Webb
Pencipta Syair
George Duffield
Cross Ref.
KJ 340, KK 739, KPPK 361
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
Hai bangkit bagi Yesus, Umat yang ditebus! Angkatlah tinggi-tinggi Panji salib Kristus! Di dalam perjuangan, Si Iblis diserang, Kuasa dosa musnah, Tuhanlah yang menang!
Hai bangkit bagi Yesus! Dengar seruanNya; Detik yang menentukan, Sekarang inilah! Walaupun tak terbilang, Pengikut kuasa glap, Semakin berbahaya, Semakin kau tetap.
Hai bangkit bagi Yesus, Di dalam kuasaNya; Usahamu sendiri tak ada gunanya. Kenakan perlengkapan senjata Roh Kudus; Berjaga dan berdoa, Supaya siap trus.
Hai bangkit bagi Yesus! Tak lama berperang; Pastilah umat Tuhan kelak akan menang. Pahala tersedia: Mahkota mulia; Bersama Raja surga bertakhta slamanya!
Slide Lirik 4 slide
Slide 1 — NP 253 1
Slide 2 — NP 253 2
Slide 3 — NP 253 3
Slide 4 — NP 253 4
Partitur / Not
Partitur Chord NP 253
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu **"Hai, Bangkit bagi Yesus!" (Stand Up, Stand Up for Jesus)** adalah salah satu kisah yang paling mengharukan dalam sejarah musik gerejawi. Lagu ini lahir dari tragedi, inspirasi yang mendalam, dan semangat pantang menyerah.

Berikut adalah detail kisah di baliknya:

### 1. Sosok di Balik Lirik: Dudley Tyng
Penulis lirik lagu ini adalah **George Duffield Jr.** (1818–1888), seorang pendeta Presbiterian di Philadelphia, Amerika Serikat. Lirik lagu ini terinspirasi oleh kata-kata terakhir dari seorang pendeta muda bernama **Dudley Atkins Tyng**.

Pada tahun 1858, terjadi gerakan kebangunan rohani (revival) yang besar di Philadelphia. Dudley Tyng, seorang pengkhotbah yang sangat berapi-api dan karismatik, memimpin serangkaian kebaktian yang dihadiri oleh ribuan orang. Salah satu khotbahnya yang terkenal berjudul *"Ye that are the Lord's, make confession,"* yang menarik ribuan orang untuk bertobat.

### 2. Tragedi yang Mengubah Segalanya
Tak lama setelah khotbah yang luar biasa itu, terjadi sebuah kecelakaan tragis. Pada tanggal 13 April 1858, saat Tyng sedang memeriksa sebuah mesin pengolah gandum di gudang ternaknya, lengan bajunya tersangkut di roda gigi mesin tersebut. Lengan bajunya menarik tangannya ke dalam mesin, yang mengakibatkan cedera parah dan memutus arteri di lengannya.

Tyng mengalami pendarahan hebat. Setelah dibawa pulang dan dirawat selama beberapa hari, dokter menyadari bahwa ia tidak akan selamat. Menjelang ajalnya, ia memberikan pesan terakhir kepada rekan-rekan pendeta yang menjenguknya, termasuk George Duffield.

Pesan terakhir Tyng yang sangat terkenal adalah:
> **"Tell them, Let us all stand up for Jesus!"**
> (Katakan kepada mereka, Mari kita semua berdiri bagi Yesus!)

Dudley Tyng meninggal dunia pada usia yang sangat muda, 34 tahun.

### 3. Kelahiran Lagu
George Duffield sangat terpukul dengan kematian rekan mudanya tersebut. Pada hari Minggu berikutnya, ia menulis sebuah puisi sebagai penghormatan untuk Tyng, berdasarkan kata-kata terakhir yang diucapkannya.

Puisi tersebut ditulis sebagai penutup khotbah Duffield sendiri. Awalnya, lirik ini dibagikan di sekolah minggu dan gerejanya, namun kemudian lirik tersebut dipublikasikan di sebuah surat kabar religius dan akhirnya menjadi lagu yang dinyanyikan di seluruh dunia.

### 4. Komposisi Musik (George J. Webb)
Lirik yang ditulis Duffield awalnya tidak memiliki musik tetap. Namun, melodi yang kita kenal sekarang diciptakan oleh **George J. Webb** (1803–1887), seorang musisi asal Inggris yang tinggal di Amerika.

Menariknya, Webb tidak menulis musik itu khusus untuk lirik Duffield. Webb menulis melodi tersebut sekitar tahun 1830-an (dengan judul asli *"Webb"*), yang awalnya dimaksudkan untuk lagu misionaris berjudul *"The Morning Light Is Breaking."* Namun, irama musiknya yang heroik, penuh semangat, dan berwibawa dianggap sangat cocok dengan lirik "Stand Up, Stand Up for Jesus", sehingga keduanya disatukan dan menjadi abadi hingga hari ini.

### Pesan yang Disampaikan
Lagu ini bukan sekadar ajakan untuk berdiri secara fisik, melainkan seruan untuk:
* **Keberanian iman:** Tidak malu mengakui Kristus di tengah dunia yang menentang.
* **Keteguhan:** Tetap setia meski menghadapi tantangan atau penganiayaan.
* **Harapan:** Fokus pada kemenangan akhir bersama Kristus.

### Kesimpulan
Lagu "Hai, Bangkit bagi Yesus!" adalah bukti bagaimana kata-kata terakhir seorang hamba Tuhan yang tulus dapat menggugah semangat jutaan orang selama berabad-abad. Hingga hari ini, lagu ini tetap menjadi salah satu "himne perjuangan" paling populer dalam ibadah Kristen di seluruh dunia, mengingatkan umat percaya untuk terus berani bersaksi tentang iman mereka.