Informasi Lagu
261
Nomor
Kode
NP 261
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
lagu rakyat Latvia
Pencipta Syair
William H. Bathurst
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
Bri iman teguh yang takkan lesu, Meski musuh menghantam; Ya, iman yang takkan runtuh Dalam dunia yang kelam.
Tak ada gentar, tak ada keluh, Pada waktu tertekan; Ya, iman yang tetap teguh Trus bersandarkan Tuhan.
Iman yang teguh kan bertambah trang Meski topan menderu; Dalam bahaya, tak goncang; Dalam glap pun tak luluh.
Ya Tuhan, beri iman yang teguh Dalam dunia ini; Pastilah sukacitaku Bagai nikmat surgawi.
Partitur / Not
Partitur Chord NP 261
Sejarah Lagu
Lagu **"B’ri Iman Teguh"** (judul asli bahasa Inggris: *O for a Faith That Will Not Shrink*) adalah sebuah himne klasik yang sangat mendalam, yang menggabungkan kesederhanaan melodi rakyat dengan teologi perjuangan hidup.

Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:

### 1. Penulis Lirik: William H. Bathurst (1796–1877)
Lirik lagu ini ditulis oleh seorang pendeta dari Gereja Inggris bernama **William Hiley Bathurst**. Ia adalah seorang pria yang sangat terpelajar, namun hidupnya ditandai dengan kerendahan hati.

* **Latar Belakang:** Bathurst menulis lagu ini pada tahun **1831**. Pada masa itu, ia menjabat sebagai rektor di sebuah gereja pedesaan. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat menaruh perhatian pada kualitas rohani jemaatnya.
* **Motivasi Penulisan:** Lirik ini ditulis sebagai ekspresi kerinduan akan iman yang tangguh di tengah tekanan hidup. Bathurst merasakan bahwa banyak orang Kristen memiliki iman yang "rapuh"—iman yang hanya muncul saat keadaan baik, tetapi runtuh saat menghadapi penderitaan atau tantangan duniawi.
* **Tujuan:** Melalui liriknya, Bathurst mengajak jemaat untuk berdoa memohon iman yang tidak menyusut (*that will not shrink*), yang tidak memalingkan muka dari tekanan, dan yang sanggup berdiri tegak meskipun badai kehidupan datang menerjang.

### 2. Melodi: Lagu Rakyat Latvia (*Latvian Folk Melody*)
Seringkali, lirik himne klasik dipasangkan dengan melodi yang baru diciptakan oleh komposer ternama. Namun, lagu ini unik karena menggunakan melodi tradisional yang berasal dari **Latvia**.

* **Asal-usul:** Melodi yang digunakan dikenal dengan nama **"CONSOLATION"**. Lagu rakyat Latvia ini memiliki karakteristik yang khas: nada minor yang melankolis namun kuat, yang mencerminkan ketabahan bangsa Latvia yang secara historis sering mengalami penindasan dan perjuangan untuk kemerdekaan.
* **Kecocokan:** Melodi ini dianggap sangat pas dengan lirik Bathurst. Kelembutan sekaligus ketegasan melodi Latvia tersebut seolah-olah menjadi musik latar bagi jiwa yang sedang berdialog dengan Tuhan, memohon kekuatan di tengah kelemahan.

### 3. Makna Teologis di Balik Lirik
Lirik lagu ini bukan sekadar puitis, melainkan sebuah doa pertobatan dan penyerahan diri. Beberapa poin penting yang ingin disampaikan Bathurst adalah:

* **Menghadapi "Musuh":** Dalam liriknya, Bathurst berbicara tentang musuh yang mengancam (dosa, ketakutan, dan keraguan). Ia menegaskan bahwa iman yang sejati tidak lari dari musuh tersebut, tetapi justru menghadapinya dengan keyakinan pada Allah.
* **Ketabahan di Tengah Penderitaan:** Bait-bait lagu ini menyoroti bahwa iman yang "tidak menyusut" adalah iman yang tetap melihat ke salib Kristus meskipun hati merasa hancur atau saat berada di depan pintu kematian.
* **Ketergantungan pada Tuhan:** Pesan intinya adalah bahwa iman yang tangguh bukanlah kekuatan diri sendiri, melainkan anugerah yang harus terus diminta dari Tuhan.

### 4. Relevansi Lagu dalam Peribadatan
Lagu ini menjadi populer di berbagai belahan dunia karena pesannya yang universal. Banyak orang Kristen yang melewati masa-masa krisis (seperti sakit penyakit, kehilangan, atau penganiayaan) menemukan penghiburan dalam lagu ini.

Di Indonesia, lagu ini sering diterjemahkan dan dinyanyikan dalam berbagai kebaktian, terutama saat momen-momen reflektif atau penguatan iman. Melodi Latvia yang sederhana namun megah membuat lagu ini mudah diingat, sementara lirik Bathurst memberikan dasar teologis yang sangat kuat bagi siapa pun yang merasa imannya sedang diuji.

**Intisari:**
Kisah di balik lagu ini adalah pertemuan antara **kerinduan seorang pendeta Inggris akan keteguhan iman** dengan **semangat ketabahan yang tertanam dalam melodi rakyat Latvia**. Keduanya bersatu membentuk lagu yang menjadi "jangkar" bagi banyak orang untuk tetap berdiri teguh di tengah badai kehidupan.