NP
Siapa Ikut Tuhan?
Who Is on the Lord's Side?
Informasi Lagu
256
Nomor
Kode
NP 256
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
Luise Reichardt
Pencipta Syair
Frances Ridley Havergal
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
Siapa ikut Tuhan jadi laskarNya?
Siapa mau membawa jiwa padaNya?
Siapa mau melawan dunia dan setan,
Ikut perjuangan di pihak Tuhan?
Oleh kasih Tuhan dan kruniaNya,
Kita ikut Tuhan untuk slamanya.
Bukanlah mahkota, bukanlah puji
Yang kita harapkan dalam prang suci,
Tapi karna Tuhan oleh kasihNya,
Kita dislamatkan jadi pihakNya.
Kita dipilihNya untuk turut prang,
Jadi prajuritNya yang tentu menang;
Jangan kita takut tapi trus setia;
Mari kita ikut serta Sang Raja.
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu **"Who Is on the Lord's Side?"** (Siapa Ikut Tuhan?) adalah kisah tentang keberanian iman, pengabdian, dan warisan rohani dari seorang wanita yang hidupnya didedikasikan sepenuhnya untuk melayani Tuhan meski dalam kondisi kesehatan yang lemah.
Untuk memahami lagu ini, kita harus melihat sosok **Frances Ridley Havergal** (1836–1879), penulis liriknya, karena lagu ini adalah cerminan langsung dari jiwanya.
### 1. Sosok Frances Ridley Havergal: "Pena Tuhan"
Frances Ridley Havergal adalah seorang penyair dan penggubah himne asal Inggris yang dikenal sebagai "The Sweet Singer of the Sanctuary." Ia lahir dari keluarga yang sangat religius dan musikal.
Sepanjang hidupnya, Frances menderita kesehatan yang sangat buruk. Ia sering terbaring lemah. Namun, ia memiliki moto hidup yang terkenal: *"Hidupku untuk-Mu"* (*Take My Life and Let It Be*). Ia percaya bahwa setiap kata yang ia tulis adalah titipan dari Tuhan. Ia memiliki kebiasaan berdoa sebelum menulis, memohon agar Tuhan membimbing jemarinya.
### 2. Konteks Penulisan: Panggilan untuk Mengambil Sikap
Lirik "Who Is on the Lord's Side?" ditulis pada tahun **1877**. Pada masa itu, dunia Kristen di Inggris sedang menghadapi tantangan sekularisme dan perdebatan teologis yang intens. Frances merasa bahwa banyak orang Kristen yang "suam-suam kuku" atau hanya beragama secara formalitas.
Inspirasi alkitabiah utamanya berasal dari **Keluaran 32:26**:
> *"Lalu Musa berdiri di pintu gerbang perkemahan itu serta berkata: 'Siapa yang memihak kepada TUHAN (Who is on the Lord's side?), datanglah kepadaku!'"*
Frances ingin menggubah sebuah lagu yang bukan sekadar pujian, melainkan **sebuah tantangan atau seruan (a call to action)**. Ia ingin pendengar lagu ini merasa tertantang untuk memilih secara tegas: apakah mereka akan tetap mengikuti arus dunia yang semakin jauh dari Tuhan, atau akan berdiri teguh bagi Kristus?
### 3. Melodi dan Komposisi: Luise Reichardt
Penting untuk meluruskan sedikit konteks sejarah musiknya:
* **Frances Ridley Havergal** adalah penulis liriknya.
* Musik yang sering kita dengar saat ini (khususnya untuk himne ini) sering dikaitkan dengan beberapa komposer, namun yang paling umum digunakan dalam gereja-gereja di Indonesia adalah adaptasi dari karya **Luise Reichardt** (1779–1826), seorang komposer Jerman.
Luise Reichardt sendiri adalah seorang pionir komposer wanita yang sangat religius. Karyanya memiliki karakter yang megah, tegas, dan penuh dengan semangat "peperangan rohani," yang sangat cocok dengan lirik penuh tekad dari Havergal. Perpaduan antara lirik Havergal yang menuntut komitmen dan melodi Reichardt yang kuat menciptakan kesan lagu yang membakar semangat.
### 4. Makna di Balik Liriknya
Lirik lagu ini sangat detail dan menuntut komitmen:
* **Mengakui Pilihan:** Lagu ini dimulai dengan pertanyaan langsung: *"Siapa ikut Tuhan?"*. Ini bukan pertanyaan retoris, melainkan ajakan untuk mengambil keputusan sadar.
* **Mengakui Keterbatasan Diri:** Havergal menulis bahwa orang tidak bisa ikut Tuhan dengan kekuatan sendiri. Ia menekankan bahwa kasih karunia Tuhan-lah yang memampukan seseorang untuk berdiri di sisi-Nya.
* **Kesetiaan di Tengah Dunia:** Lagu ini mengakui bahwa berdiri bagi Tuhan seringkali berarti harus "ditinggalkan" oleh dunia atau dicemooh. Namun, ia menjanjikan upah rohani yang jauh lebih besar daripada penerimaan manusia.
### 5. Warisan Lagu Ini
Ketika lagu ini diterbitkan, lagu ini segera menjadi sangat populer di kalangan gerakan kebangunan rohani. Bagi Frances Ridley Havergal, lagu ini adalah doa pribadinya. Meskipun ia tidak pernah menikah dan menghabiskan sebagian besar hidupnya di tempat tidur, ia menulis lagu ini dengan semangat seorang pejuang yang siap maju ke medan tempur rohani.
**Mengapa lagu ini tetap relevan?**
Hingga hari ini, "Siapa Ikut Tuhan?" tetap dinyanyikan di banyak gereja karena pesannya yang tidak berubah: **Iman bukanlah sekadar konsep, melainkan keputusan untuk mengambil sikap.**
Singkatnya, lagu ini lahir dari keinginan seorang wanita yang sakit-sakitan namun berjiwa besar, yang ingin memastikan bahwa setiap orang Kristen memiliki keberanian untuk menyatakan posisinya secara jelas di tengah dunia yang membingungkan.
Untuk memahami lagu ini, kita harus melihat sosok **Frances Ridley Havergal** (1836–1879), penulis liriknya, karena lagu ini adalah cerminan langsung dari jiwanya.
### 1. Sosok Frances Ridley Havergal: "Pena Tuhan"
Frances Ridley Havergal adalah seorang penyair dan penggubah himne asal Inggris yang dikenal sebagai "The Sweet Singer of the Sanctuary." Ia lahir dari keluarga yang sangat religius dan musikal.
Sepanjang hidupnya, Frances menderita kesehatan yang sangat buruk. Ia sering terbaring lemah. Namun, ia memiliki moto hidup yang terkenal: *"Hidupku untuk-Mu"* (*Take My Life and Let It Be*). Ia percaya bahwa setiap kata yang ia tulis adalah titipan dari Tuhan. Ia memiliki kebiasaan berdoa sebelum menulis, memohon agar Tuhan membimbing jemarinya.
### 2. Konteks Penulisan: Panggilan untuk Mengambil Sikap
Lirik "Who Is on the Lord's Side?" ditulis pada tahun **1877**. Pada masa itu, dunia Kristen di Inggris sedang menghadapi tantangan sekularisme dan perdebatan teologis yang intens. Frances merasa bahwa banyak orang Kristen yang "suam-suam kuku" atau hanya beragama secara formalitas.
Inspirasi alkitabiah utamanya berasal dari **Keluaran 32:26**:
> *"Lalu Musa berdiri di pintu gerbang perkemahan itu serta berkata: 'Siapa yang memihak kepada TUHAN (Who is on the Lord's side?), datanglah kepadaku!'"*
Frances ingin menggubah sebuah lagu yang bukan sekadar pujian, melainkan **sebuah tantangan atau seruan (a call to action)**. Ia ingin pendengar lagu ini merasa tertantang untuk memilih secara tegas: apakah mereka akan tetap mengikuti arus dunia yang semakin jauh dari Tuhan, atau akan berdiri teguh bagi Kristus?
### 3. Melodi dan Komposisi: Luise Reichardt
Penting untuk meluruskan sedikit konteks sejarah musiknya:
* **Frances Ridley Havergal** adalah penulis liriknya.
* Musik yang sering kita dengar saat ini (khususnya untuk himne ini) sering dikaitkan dengan beberapa komposer, namun yang paling umum digunakan dalam gereja-gereja di Indonesia adalah adaptasi dari karya **Luise Reichardt** (1779–1826), seorang komposer Jerman.
Luise Reichardt sendiri adalah seorang pionir komposer wanita yang sangat religius. Karyanya memiliki karakter yang megah, tegas, dan penuh dengan semangat "peperangan rohani," yang sangat cocok dengan lirik penuh tekad dari Havergal. Perpaduan antara lirik Havergal yang menuntut komitmen dan melodi Reichardt yang kuat menciptakan kesan lagu yang membakar semangat.
### 4. Makna di Balik Liriknya
Lirik lagu ini sangat detail dan menuntut komitmen:
* **Mengakui Pilihan:** Lagu ini dimulai dengan pertanyaan langsung: *"Siapa ikut Tuhan?"*. Ini bukan pertanyaan retoris, melainkan ajakan untuk mengambil keputusan sadar.
* **Mengakui Keterbatasan Diri:** Havergal menulis bahwa orang tidak bisa ikut Tuhan dengan kekuatan sendiri. Ia menekankan bahwa kasih karunia Tuhan-lah yang memampukan seseorang untuk berdiri di sisi-Nya.
* **Kesetiaan di Tengah Dunia:** Lagu ini mengakui bahwa berdiri bagi Tuhan seringkali berarti harus "ditinggalkan" oleh dunia atau dicemooh. Namun, ia menjanjikan upah rohani yang jauh lebih besar daripada penerimaan manusia.
### 5. Warisan Lagu Ini
Ketika lagu ini diterbitkan, lagu ini segera menjadi sangat populer di kalangan gerakan kebangunan rohani. Bagi Frances Ridley Havergal, lagu ini adalah doa pribadinya. Meskipun ia tidak pernah menikah dan menghabiskan sebagian besar hidupnya di tempat tidur, ia menulis lagu ini dengan semangat seorang pejuang yang siap maju ke medan tempur rohani.
**Mengapa lagu ini tetap relevan?**
Hingga hari ini, "Siapa Ikut Tuhan?" tetap dinyanyikan di banyak gereja karena pesannya yang tidak berubah: **Iman bukanlah sekadar konsep, melainkan keputusan untuk mengambil sikap.**
Singkatnya, lagu ini lahir dari keinginan seorang wanita yang sakit-sakitan namun berjiwa besar, yang ingin memastikan bahwa setiap orang Kristen memiliki keberanian untuk menyatakan posisinya secara jelas di tengah dunia yang membingungkan.