NP
Hai, Bangkit bagi Yesus
Stand Up, Stand Up for Jesus
Informasi Lagu
254
Nomor
Do=F
Nada Dasar
Kode
NP 254
Buku
Nyanyian Pujian
Nada Dasar
Do=F
Ketukan
4/4 ketuk
Metronom
0
Jumlah Bait
4 bait
Pencipta Lagu
Adam Geibel (1901)
Pencipta Syair
George Duffield, Jr. (1858)
Asal Usul
Efesus 6:10-20
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
Hai bangkit bagi Yesus, Umat yang ditebus!
Angkatlah tinggi-tinggi Panji salib Kristus!
Di dalam perjuangan, Si Iblis diserang,
Kuasa dosa musnah, Tuhanlah yang menang!
Reff
Hai bangkit, bangkit, Umat yang ditebus!
Angkatlah tinggi-tinggi
PanjiNya, panji salib Kristus!
Hai bangkit bagi Yesus! Dengar seruanNya;
Detik yang menentukan, Sekarang inilah!
Walaupun tak terbilang, Pengikut kuasa glap,
Semakin berbahaya, Semakin kau tetap.
Reff
Hai bangkit bagi Yesus, Di dalam kuasaNya;
Usahamu sendiri tak ada gunanya.
Kenakan perlengkapan senjata Roh Kudus;
Berjaga dan berdoa, Supaya siap trus.
Reff
Hai bangkit bagi Yesus! Tak lama berperang;
Pastilah umat Tuhan kelak akan menang.
Pahala tersedia: Mahkota mulia;
Bersama Raja surga bertakhta slamanya!
Reff
Slide Lirik
5 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Hai, Bangkit Bagi Yesus" (Stand Up, Stand Up for Jesus)** adalah salah satu himne perjuangan Kristen yang paling terkenal di dunia. Kisah di balik lagu ini sangat menyentuh karena lahir dari tragedi, persahabatan, dan semangat yang pantang menyerah.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Sosok di Balik Lirik: George Duffield, Jr.
Lirik lagu ini ditulis oleh **George Duffield, Jr.** (1818–1888), seorang pendeta Presbiterian di Philadelphia, Amerika Serikat. Inspirasi lagu ini datang dari sebuah peristiwa nyata yang tragis pada tahun 1858.
Kala itu, ada seorang pendeta muda yang sangat dicintai dan penuh semangat bernama **Dudley Atkins Tyng**. Tyng adalah seorang pengkhotbah yang sangat vokal menentang perbudakan dan sangat populer di kalangan kaum muda.
### 2. Tragedi Dudley Atkins Tyng
Pada suatu hari di tahun 1858, Tyng sedang mengunjungi sebuah gudang tempat ia biasa mengajar Alkitab kepada para pria muda. Saat ia sedang mengamati sebuah mesin pengirik (mesin pemisah biji gandum) yang sedang bekerja, lengan bajunya tersangkut di roda gigi mesin tersebut. Tarikan yang kuat membuat lengannya terluka parah dan pembuluh darah utamanya putus.
Tyng dibawa pulang, namun lukanya terlalu parah dan ia mengalami kehilangan banyak darah. Menjelang ajalnya, ia sadar bahwa ia tidak akan bertahan. Di ranjang kematiannya, ia mengirimkan pesan kepada rekan-rekan pendetanya yang lain. Salah satu kalimat terakhir yang ia ucapkan untuk para pengikutnya menjadi sangat legendaris:
> *"Beritahu mereka, biarlah mereka berdiri bagi Yesus!" (Tell them, let them stand up for Jesus!)*
### 3. Lahirnya Lagu Tersebut
George Duffield, Jr. adalah sahabat dekat Tyng. Pada kebaktian hari Minggu setelah kematian Tyng, Duffield merasa sangat tersentuh oleh kata-kata terakhir sahabatnya itu. Ia memutuskan untuk menulis sebuah khotbah berdasarkan kata-kata Tyng.
Sebagai penutup khotbahnya, ia menulis sebuah puisi enam bait yang ia beri judul *"Stand Up, Stand Up for Jesus"*. Puisi itu mencerminkan semangat juang Tyng yang tidak takut untuk menyatakan kebenaran, bahkan di tengah ancaman kematian.
Puisi tersebut kemudian diterbitkan di surat kabar gereja dan mulai menyebar luas ke jemaat-jemaat lain. Semangat yang terkandung di dalamnya membuat puisi tersebut diubah menjadi lagu pujian (himne).
### 4. Komposisi Musik oleh Adam Geibel
Meskipun liriknya ditulis oleh Duffield pada tahun 1858, melodi yang paling terkenal dan kita nyanyikan saat ini digubah oleh **Adam Geibel** pada tahun 1899.
Adam Geibel adalah seorang komposer tunanetra. Ia menciptakan melodi yang berirama tegas, megah, dan bersemangat, yang sangat cocok dengan lirik "berdiri teguh" sebagai prajurit Kristus. Perpaduan antara lirik Duffield yang lahir dari tragedi dan musik Geibel yang membangkitkan semangat inilah yang membuat lagu ini menjadi *"Mars Kristiani"* yang tak lekang oleh waktu.
### Makna di Balik Liriknya
Lirik lagu ini bukan hanya tentang berdiri fisik, tetapi tentang **keberanian moral**. Di tengah dunia yang mungkin menentang iman, lagu ini mengajak umat Kristen untuk:
* Tidak merasa malu akan Injil.
* Tetap teguh menghadapi kesulitan.
* Mengandalkan kekuatan Tuhan ("Kekuatanmu sendiri tak cukup, janganlah kau andalkan").
* Mengingat bahwa perjuangan ini bersifat sementara, dan kemenangan kekal menanti di surga.
Hingga hari ini, lagu ini tetap sering dinyanyikan dalam kebaktian-kebaktian besar sebagai pengingat bahwa iman Kristen menuntut keberanian untuk menyatakan kebenaran, persis seperti yang dilakukan oleh Dudley Atkins Tyng hingga napas terakhirnya.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Sosok di Balik Lirik: George Duffield, Jr.
Lirik lagu ini ditulis oleh **George Duffield, Jr.** (1818–1888), seorang pendeta Presbiterian di Philadelphia, Amerika Serikat. Inspirasi lagu ini datang dari sebuah peristiwa nyata yang tragis pada tahun 1858.
Kala itu, ada seorang pendeta muda yang sangat dicintai dan penuh semangat bernama **Dudley Atkins Tyng**. Tyng adalah seorang pengkhotbah yang sangat vokal menentang perbudakan dan sangat populer di kalangan kaum muda.
### 2. Tragedi Dudley Atkins Tyng
Pada suatu hari di tahun 1858, Tyng sedang mengunjungi sebuah gudang tempat ia biasa mengajar Alkitab kepada para pria muda. Saat ia sedang mengamati sebuah mesin pengirik (mesin pemisah biji gandum) yang sedang bekerja, lengan bajunya tersangkut di roda gigi mesin tersebut. Tarikan yang kuat membuat lengannya terluka parah dan pembuluh darah utamanya putus.
Tyng dibawa pulang, namun lukanya terlalu parah dan ia mengalami kehilangan banyak darah. Menjelang ajalnya, ia sadar bahwa ia tidak akan bertahan. Di ranjang kematiannya, ia mengirimkan pesan kepada rekan-rekan pendetanya yang lain. Salah satu kalimat terakhir yang ia ucapkan untuk para pengikutnya menjadi sangat legendaris:
> *"Beritahu mereka, biarlah mereka berdiri bagi Yesus!" (Tell them, let them stand up for Jesus!)*
### 3. Lahirnya Lagu Tersebut
George Duffield, Jr. adalah sahabat dekat Tyng. Pada kebaktian hari Minggu setelah kematian Tyng, Duffield merasa sangat tersentuh oleh kata-kata terakhir sahabatnya itu. Ia memutuskan untuk menulis sebuah khotbah berdasarkan kata-kata Tyng.
Sebagai penutup khotbahnya, ia menulis sebuah puisi enam bait yang ia beri judul *"Stand Up, Stand Up for Jesus"*. Puisi itu mencerminkan semangat juang Tyng yang tidak takut untuk menyatakan kebenaran, bahkan di tengah ancaman kematian.
Puisi tersebut kemudian diterbitkan di surat kabar gereja dan mulai menyebar luas ke jemaat-jemaat lain. Semangat yang terkandung di dalamnya membuat puisi tersebut diubah menjadi lagu pujian (himne).
### 4. Komposisi Musik oleh Adam Geibel
Meskipun liriknya ditulis oleh Duffield pada tahun 1858, melodi yang paling terkenal dan kita nyanyikan saat ini digubah oleh **Adam Geibel** pada tahun 1899.
Adam Geibel adalah seorang komposer tunanetra. Ia menciptakan melodi yang berirama tegas, megah, dan bersemangat, yang sangat cocok dengan lirik "berdiri teguh" sebagai prajurit Kristus. Perpaduan antara lirik Duffield yang lahir dari tragedi dan musik Geibel yang membangkitkan semangat inilah yang membuat lagu ini menjadi *"Mars Kristiani"* yang tak lekang oleh waktu.
### Makna di Balik Liriknya
Lirik lagu ini bukan hanya tentang berdiri fisik, tetapi tentang **keberanian moral**. Di tengah dunia yang mungkin menentang iman, lagu ini mengajak umat Kristen untuk:
* Tidak merasa malu akan Injil.
* Tetap teguh menghadapi kesulitan.
* Mengandalkan kekuatan Tuhan ("Kekuatanmu sendiri tak cukup, janganlah kau andalkan").
* Mengingat bahwa perjuangan ini bersifat sementara, dan kemenangan kekal menanti di surga.
Hingga hari ini, lagu ini tetap sering dinyanyikan dalam kebaktian-kebaktian besar sebagai pengingat bahwa iman Kristen menuntut keberanian untuk menyatakan kebenaran, persis seperti yang dilakukan oleh Dudley Atkins Tyng hingga napas terakhirnya.