Informasi Lagu
106
Nomor
Kode
PKJ 106
Buku
Pelengkap Kidung Jemaat
Metronom
0
Pencipta Lagu
Bob Gillman
Pencipta Syair
Bob Gillman
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 1 bait
Satukan kami, ya Tuhan, satukan dengan ikatan yang kuat. Satukan kami, ya Tuhan, satukan dengan kasihMu yang kekal. Allah yang Esa, Raja yang Esa, umatpun esa, pujian bergema. Satukan kami, ya Tuhan, satukan dengan ikatan yang kuat. Satukan kami, ya Tuhan, satukan dengan kasihMu yang kekal.
Slide Lirik 2 slide
Slide 1 — PKJ 106 1
Slide 2 — PKJ 106 2
Partitur / Not
Partitur Chord PKJ 106
Sejarah Lagu
Lagu **"Satukan Kami, Ya Tuhan"** (judul asli: *Bind Us Together, Lord*) adalah salah satu lagu pujian (hymne) kontemporer yang paling dikenal di seluruh dunia, terutama di lingkungan gereja-gereja karismatik dan persekutuan doa.

Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik terciptanya lagu ini:

### 1. Sosok Sang Pencipta: Bob Gillman
Bob Gillman adalah seorang musisi dan pemimpin pujian asal Inggris. Pada tahun 1970-an, ia terlibat aktif dalam gerakan pembaruan rohani di Inggris. Ia bukan seorang komposer yang berniat membuat lagu untuk komersial, melainkan seseorang yang memiliki kerinduan mendalam untuk melihat kesatuan di antara umat Kristen.

### 2. Latar Belakang Penciptaan (Tahun 1974)
Lagu ini diciptakan pada tahun **1974**. Saat itu, Bob Gillman sedang mempersiapkan diri untuk memimpin sesi pujian dalam sebuah konferensi pemuda Kristen di Inggris.

Konteks saat itu adalah periode di mana gereja-gereja di banyak tempat seringkali terkotak-kotak oleh denominasi atau perbedaan pendapat. Gillman merasa tergerak oleh Roh Kudus untuk menulis sesuatu yang sederhana, mudah diingat, namun memiliki pesan teologis yang kuat tentang **kesatuan tubuh Kristus**.

Menurut kesaksiannya, ia ingin menulis lagu yang bisa dinyanyikan oleh siapa saja—tua, muda, dari latar belakang gereja mana pun—yang menekankan bahwa identitas utama umat Kristen bukanlah pada denominasi mereka, melainkan pada **kasih Tuhan yang mengikat mereka menjadi satu**.

### 3. Makna di Balik Liriknya
Lirik lagu ini terinspirasi dari beberapa ayat Alkitab, terutama **Efesus 4:3** (*"dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera"*) dan **Kolose 3:14** (*"Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan"*).

* **"Bind us together, Lord..."**: Ini adalah permohonan agar Tuhan yang memegang kendali atas hubungan antarmanusia. Manusia cenderung terpecah karena ego, tetapi Tuhan adalah "pengikat" (lem) yang menyatukan.
* **"Bind us together with cords that cannot be broken"**: Bagian ini mereferensikan kasih Kristus yang begitu kuat sehingga tidak ada kekuatan duniawi yang bisa memisahkan umat-Nya.
* **"There is only one God, there is only one King..."**: Ini adalah pernyataan pengakuan iman yang menekankan bahwa fokus utama kesatuan adalah Tuhan sendiri, bukan organisasi atau pemimpin manusia.

### 4. Penyebaran yang Luar Biasa
Setelah lagu ini dinyanyikan dalam konferensi tersebut, lagu ini menyebar dengan sangat cepat. Kesederhanaan melodi (yang sangat mudah diingat) membuat lagu ini diadopsi oleh gereja-gereja di seluruh dunia.

Pada akhir 1970-an hingga 1980-an, lagu ini menjadi lagu wajib di hampir semua persekutuan doa di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Lagu ini diterjemahkan ke berbagai bahasa karena pesannya yang universal tentang perdamaian dan kerukunan.

### 5. Warisan Lagu Ini
*Bind Us Together* dianggap sebagai salah satu lagu yang mendefinisikan musik ibadah pasca-1970-an. Meskipun sederhana, lagu ini sering dinyanyikan dengan saling menggandeng tangan atau merangkul, yang menjadi simbol fisik dari "ikatan" yang dimaksud dalam liriknya.

**Kesimpulan:**
Kisah di balik lagu ini bukanlah tentang peristiwa dramatis yang besar, melainkan tentang **visi sederhana seorang hamba Tuhan** yang ingin melihat perpecahan di dalam gereja digantikan oleh kasih. Lagu ini tetap relevan hingga hari ini sebagai pengingat bahwa di tengah dunia yang terpolarisasi, umat beriman dipanggil untuk tetap bersatu dalam kasih Tuhan yang tak terpatahkan.