Informasi Lagu
111
Nomor
Kode
PKJ 111
Buku
Pelengkap Kidung Jemaat
Metronom
0
Pencipta Lagu
Anonim
Pencipta Syair
Anonim
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
Diriku tak betah di dalam dunia; ‘kusimpan hartaku di sorga mulia. Suara Tuhanku memanggil diriku agar ‘kubersamaNya dalam sorga baka. Ya Tuhanku, Kau Jurus’lamatku, terpisah dariMu, celaka diriku. Suara Tuhanku memanggil diriku agar ‘ku bersamaNya dalam sorga baka.
Saudara yang pergi mendahuluiku; menanti diriku yang juga ditebus; ‘kutahu Penolongku membimbing diriku agar ‘ku bersamaNya dalam sorga baka. Ya Tuhanku, Kau Jurus’lamatku, terpisah dariMu, celaka diriku. Suara Tuhanku memanggil diriku agar ‘ku bersamaNya dalam sorga baka.
Kehidupan kekal t’lah jadi milikku; ‘ku akan bergemar di sorga cemerlang bersorak yang menang pujian menggegar saat ‘ku bersamaNya dalam sorga baka. Ya Tuhanku, Kau Jurus’lamatku, terpisah dariMu, celaka diriku. Suara Tuhanku memanggil diriku agar ‘ku bersamaNya dalam sorga baka.
Slide Lirik 4 slide
Slide 1 — PKJ 111 1
Slide 2 — PKJ 111 2
Slide 3 — PKJ 111 3
Slide 4 — PKJ 111 4
Partitur / Not
Partitur Chord PKJ 111
Sejarah Lagu
Lagu "Diriku Tak Betah di Dalam Dunia" (judul asli bahasa Inggris: **"This World Is Not My Home"** atau sering disebut **"I'm Just a-Passin' Through"**) adalah salah satu lagu rohani Kristen yang paling ikonik di Amerika Serikat.

Meskipun penulis aslinya tidak diketahui secara pasti (*anonim*), sejarah lagu ini berakar dalam tradisi spiritualitas yang mendalam dan perjuangan hidup. Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di baliknya:

### 1. Asal-Usul dan Akar Tradisi
Lagu ini tidak memiliki satu "pencipta tunggal" yang terdokumentasi dengan baik karena bentuk aslinya berakar dari **lagu-lagu spiritual (spirituals)** yang dinyanyikan oleh komunitas Kristen, terutama di pedesaan Amerika Selatan dan di kalangan komunitas Afrika-Amerika pada abad ke-19.

Tema "Dunia ini bukan rumahku" adalah tema klasik dalam teologi Kristen yang merujuk pada konsep bahwa kehidupan di bumi hanyalah sementara (ziarah), dan tujuan akhir manusia adalah "surga" atau kehidupan kekal bersama Tuhan.

### 2. Konteks Sejarah: Mengapa Tema Ini Muncul?
Pada abad ke-18 dan 19, kehidupan di Amerika Serikat—terutama bagi kaum budak dan kelas pekerja miskin—sangatlah berat. Perbudakan, kemiskinan ekstrem, wabah penyakit, dan ketidakadilan sosial membuat banyak orang merasa tidak memiliki tempat yang aman atau adil di dunia ini.

* **Pesan Penghiburan:** Lagu ini menjadi bentuk perlawanan spiritual. Dengan menyanyikan "Dunia ini bukan rumahku, aku hanya sekadar lewat," orang-orang yang menderita menemukan kekuatan. Mereka percaya bahwa penderitaan mereka di dunia hanyalah sementara, dan ada "rumah" (surga) yang jauh lebih baik yang menanti mereka, di mana tidak ada lagi perbudakan atau kesedihan.

### 3. Evolusi ke Musik Country dan Gospel
Meskipun akarnya dari lagu spiritual tradisional, lagu ini menjadi sangat populer karena diangkat oleh berbagai musisi genre *country* dan *gospel* di awal abad ke-20.

* **Versi Albert E. Brumley (1930-an):** Banyak orang mengaitkan lagu ini dengan komposer gospel terkenal, Albert E. Brumley. Meski Brumley sering mengaransemen ulang lagu-lagu tradisional, ia sering mengklaim telah mengumpulkan atau "menemukan" melodi-melodi lama dari tradisi lisan. Versinya-lah yang membuat lagu ini dikenal luas di gereja-gereja evangelis.
* **Versi Populer:** Lagu ini menjadi sangat legendaris setelah dibawakan oleh banyak musisi ternama seperti **Jim Reeves**, **The Carter Family**, hingga **Elvis Presley** (yang memasukkannya dalam album gospelnya).

### 4. Analisis Lirik
Secara mendalam, lirik lagu ini menggambarkan seorang pengembara (musafir):
* *"This world is not my home, I'm just a-passin' through"* (Dunia ini bukan rumahku, aku hanya sekadar lewat): Mengajarkan tentang kerendahan hati dan ketidaklekatan pada harta duniawi.
* *"My treasures are laid up somewhere beyond the blue"* (Harta kekayaanku tersimpan di suatu tempat di balik langit biru): Merujuk pada konsep bahwa nilai sejati seseorang bukan pada apa yang mereka miliki di bumi, melainkan apa yang mereka simpan untuk kekekalan (iman dan perbuatan baik).

### 5. Mengapa Lagu Ini Begitu Bertahan?
Lagu ini bertahan melintasi generasi karena **universalitas pesannya**. Di setiap era, manusia selalu merasa lelah dengan hiruk-pikuk, penderitaan, dan ketidakpastian dunia. Lagu ini memberikan harapan bahwa "perjalanan" ini akan berakhir dengan kedamaian.

**Kesimpulan:**
Kisah di balik lagu ini bukanlah tentang satu individu yang menulisnya di meja kerja, melainkan tentang **kolektif kesadaran manusia** yang mencari penghiburan di tengah kesulitan hidup. Ia adalah lagu "ziarah" yang lahir dari penderitaan, namun dinyanyikan dengan nada yang penuh harapan dan sukacita tentang kepulangan ke tempat yang dianggap sebagai "rumah" yang sesungguhnya.