PKJ
Kelak Akan Berjumpa
Lebt wohl, wir sehn uns wieder
Informasi Lagu
113
Nomor
Kode
PKJ 113
Buku
Pelengkap Kidung Jemaat
Metronom
0
Pencipta Lagu
J. U. Wehrli
Cross Ref.
KK 645
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
Kelak akan berjumpa teman yang seiman,
di saat kita sampai di sorga cemerlang,
di sorga cemerlang, di sorga cemerlang.
Mari melawan dosa dengan hati tegar.
Janganlah kau terlena di dunia yang fana,
di dunia yang fana, di dunia yang fana.
Kelak akan berjumpa seluruh umatNya
di sisi Allah Bapa, di saat t’lah menang,
di saat t’lah menang, di saat t’lah menang.
Slide Lirik
3 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Kelak Akan Berjumpa"** (dalam bahasa Jerman asli dikenal sebagai **"Lebt wohl, wir sehn uns wieder"**) adalah sebuah lagu perpisahan yang memiliki sejarah panjang dan menyentuh, terutama dalam konteks komunitas Kristen di Indonesia.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:
### 1. Asal-Usul dan Penulis
Lagu ini berasal dari tradisi Jerman. Liriknya ditulis oleh **Christian Heinrich Zeller** (1779–1860), seorang pendidik dan pengikut gerakan Pietisme di Jerman yang sangat peduli pada pendidikan anak-anak kurang mampu.
Melodinya dikaitkan dengan **Johann Ulrich Wehrli** (1794–1828), seorang musisi asal Swiss. Lagu ini pada awalnya merupakan bagian dari himne atau nyanyian perpisahan yang lazim dinyanyikan dalam pertemuan-pertemuan komunitas Kristen atau di sekolah-sekolah asrama pada abad ke-19 di Eropa.
### 2. Makna Lirik: Perpisahan dalam Harapan
Judul asli *“Lebt wohl, wir sehn uns wieder”* secara harfiah berarti "Selamat tinggal, kita akan berjumpa lagi."
Lirik aslinya mencerminkan keyakinan iman Kristen yang kuat bahwa perpisahan di dunia ini bukanlah sesuatu yang bersifat final atau kekal. Dalam perspektif iman, setiap perpisahan antara orang-orang yang saling mengasihi hanyalah bersifat sementara, dan akan ada pertemuan kembali yang lebih indah di "keabadian" atau di hadapan Tuhan.
Pesan utamanya adalah **penghiburan**:
* Bahwa jarak dan waktu tidak bisa memutuskan ikatan batin.
* Bahwa ada janji pertemuan di masa depan yang memberikan kekuatan untuk menghadapi kesedihan saat harus berpisah.
### 3. Transformasi ke Bahasa Indonesia
Di Indonesia, lagu ini sangat populer di kalangan gereja, persekutuan pemuda, dan sekolah-sekolah berasrama Kristen (seperti di lingkungan HKBP, GKI, atau sekolah-sekolah misi).
Terjemahan ke dalam bahasa Indonesia—yang sering kita dengar dengan lirik *"Kelak akan berjumpa, di sana kita jumpa"*—diadaptasi untuk mempertahankan nada melankolis namun penuh pengharapan. Lagu ini sering dinyanyikan dalam suasana:
* Upacara perpisahan sekolah atau angkatan.
* Acara pelepasan anggota komunitas yang pindah tugas atau kota.
* Momen kedukaan (pemakaman), untuk memberikan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan bahwa mereka akan bertemu lagi di surga.
### 4. Mengapa Lagu Ini Sangat Berkesan?
Ada beberapa alasan mengapa lagu ini tetap lestari dan sangat emosional:
* **Melodi yang "Hymne":** Melodinya memiliki tempo yang tenang dan struktur tangga nada yang memberikan kesan damai, sehingga mudah diingat dan sangat khidmat saat dinyanyikan bersama-sama.
* **Universalitas Tema:** Semua manusia pasti pernah mengalami perpisahan. Lagu ini menyediakan "bahasa" bagi mereka yang sulit mengungkapkan kesedihan namun ingin tetap memberikan harapan kepada orang yang pergi.
* **Nuansa Nostalgia:** Bagi banyak orang Indonesia, lagu ini sering kali menjadi lagu wajib di akhir masa remaja atau akhir masa sekolah, sehingga ketika mendengarnya di masa dewasa, lagu ini memicu kenangan akan masa-masa indah yang telah berlalu.
### Kesimpulan
Kisah di balik "Kelak Akan Berjumpa" bukanlah tentang sebuah peristiwa sejarah yang megah, melainkan tentang **kemanusiaan**. Ia adalah lagu yang lahir dari hati seorang pendidik (Zeller) yang ingin memberikan kepastian kepada murid-muridnya bahwa meskipun mereka harus berpisah, kasih dan hubungan yang telah terjalin akan tetap terjaga melampaui ruang dan waktu.
Hingga saat ini, lagu ini tetap menjadi salah satu lagu perpisahan yang paling ikonik, mengajarkan bahwa *perpisahan adalah bagian dari hidup, namun perjumpaan kembali adalah harapan yang membuat kita tetap teguh.*
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:
### 1. Asal-Usul dan Penulis
Lagu ini berasal dari tradisi Jerman. Liriknya ditulis oleh **Christian Heinrich Zeller** (1779–1860), seorang pendidik dan pengikut gerakan Pietisme di Jerman yang sangat peduli pada pendidikan anak-anak kurang mampu.
Melodinya dikaitkan dengan **Johann Ulrich Wehrli** (1794–1828), seorang musisi asal Swiss. Lagu ini pada awalnya merupakan bagian dari himne atau nyanyian perpisahan yang lazim dinyanyikan dalam pertemuan-pertemuan komunitas Kristen atau di sekolah-sekolah asrama pada abad ke-19 di Eropa.
### 2. Makna Lirik: Perpisahan dalam Harapan
Judul asli *“Lebt wohl, wir sehn uns wieder”* secara harfiah berarti "Selamat tinggal, kita akan berjumpa lagi."
Lirik aslinya mencerminkan keyakinan iman Kristen yang kuat bahwa perpisahan di dunia ini bukanlah sesuatu yang bersifat final atau kekal. Dalam perspektif iman, setiap perpisahan antara orang-orang yang saling mengasihi hanyalah bersifat sementara, dan akan ada pertemuan kembali yang lebih indah di "keabadian" atau di hadapan Tuhan.
Pesan utamanya adalah **penghiburan**:
* Bahwa jarak dan waktu tidak bisa memutuskan ikatan batin.
* Bahwa ada janji pertemuan di masa depan yang memberikan kekuatan untuk menghadapi kesedihan saat harus berpisah.
### 3. Transformasi ke Bahasa Indonesia
Di Indonesia, lagu ini sangat populer di kalangan gereja, persekutuan pemuda, dan sekolah-sekolah berasrama Kristen (seperti di lingkungan HKBP, GKI, atau sekolah-sekolah misi).
Terjemahan ke dalam bahasa Indonesia—yang sering kita dengar dengan lirik *"Kelak akan berjumpa, di sana kita jumpa"*—diadaptasi untuk mempertahankan nada melankolis namun penuh pengharapan. Lagu ini sering dinyanyikan dalam suasana:
* Upacara perpisahan sekolah atau angkatan.
* Acara pelepasan anggota komunitas yang pindah tugas atau kota.
* Momen kedukaan (pemakaman), untuk memberikan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan bahwa mereka akan bertemu lagi di surga.
### 4. Mengapa Lagu Ini Sangat Berkesan?
Ada beberapa alasan mengapa lagu ini tetap lestari dan sangat emosional:
* **Melodi yang "Hymne":** Melodinya memiliki tempo yang tenang dan struktur tangga nada yang memberikan kesan damai, sehingga mudah diingat dan sangat khidmat saat dinyanyikan bersama-sama.
* **Universalitas Tema:** Semua manusia pasti pernah mengalami perpisahan. Lagu ini menyediakan "bahasa" bagi mereka yang sulit mengungkapkan kesedihan namun ingin tetap memberikan harapan kepada orang yang pergi.
* **Nuansa Nostalgia:** Bagi banyak orang Indonesia, lagu ini sering kali menjadi lagu wajib di akhir masa remaja atau akhir masa sekolah, sehingga ketika mendengarnya di masa dewasa, lagu ini memicu kenangan akan masa-masa indah yang telah berlalu.
### Kesimpulan
Kisah di balik "Kelak Akan Berjumpa" bukanlah tentang sebuah peristiwa sejarah yang megah, melainkan tentang **kemanusiaan**. Ia adalah lagu yang lahir dari hati seorang pendidik (Zeller) yang ingin memberikan kepastian kepada murid-muridnya bahwa meskipun mereka harus berpisah, kasih dan hubungan yang telah terjalin akan tetap terjaga melampaui ruang dan waktu.
Hingga saat ini, lagu ini tetap menjadi salah satu lagu perpisahan yang paling ikonik, mengajarkan bahwa *perpisahan adalah bagian dari hidup, namun perjumpaan kembali adalah harapan yang membuat kita tetap teguh.*
Cross Reference
KK 645
Kelak Akan Berjumpa
KK
Amanat Yesus Menuntun Kita
PKJ
Carilah Dahulu Kerajaan Allah
PKJ
Esa Tuhan Kita, Yesus Putra Allah
PKJ
Gereja Bagai Bahtera
PKJ
Satukan Kami, Ya Tuhan
PKJ
Satukanlah Kami, Tuhan
PKJ
Segala Bangsa Dunia
PKJ
Segala Bangsa, Marilah
PKJ
Seperti Tuhan Yesus di Dalam Allah Bapa
PKJ
Diriku Tak Betah di Dalam Dunia
PKJ
Hai, Dengar Nyanyian Suci
PKJ
'Ku Ini Adalah Musafir
PKJ