NP
Pujilah Yesus yang Mulia
All Hail the Power of Jesus' Name
Informasi Lagu
22
Nomor
Kode
NP 22
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
Oliver Holden
Pencipta Syair
Edward Perronet
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
Pujilah Yesus yang mulia, Berkuasa namaNya!
Sujudlah, hai malak surga, Nobatkan Rajamu!
Sujudlah, hai malak surga, Nobatkan Rajamu!
Hai bangsa kudus milikNya, Tebusan darahNya,
Anugrah Allah pujilah, Nobatkan Rajamu!
Anugrah Allah pujilah, Nobatkan Rajamu!
Segala bangsa di dunia, Setiap makhlukNya,
Gemakan puji kuasaNya, Nobatkan Rajamu!
Gemakan puji kuasaNya, Nobatkan Rajamu!
Dengan umatNya di surga kita sembah Dia!
Padukan syukur padaNya, Nobatkan Rajamu!
Padukan syukur padaNya, Nobatkan Rajamu! Amin.
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu **"All Hail the Power of Jesus' Name"** (dalam bahasa Indonesia dikenal dengan judul **"Pujilah Yesus yang Mulia"**) adalah perpaduan antara keberanian iman, pengabdian, dan keajaiban yang terjadi di tanah India.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu pujian legendaris ini:
### 1. Penulis Lirik: Edward Perronet (1726–1792)
Edward Perronet adalah seorang pengkhotbah asal Inggris yang merupakan sahabat dekat John Wesley (pendiri gereja Metodis). Perronet dikenal sebagai sosok yang sangat teguh pendirian, bahkan terkadang dianggap "keras kepala" demi keyakinannya.
Ia menulis lirik lagu ini pada tahun 1779. Inspirasinya berasal dari ayat Alkitab **Wahyu 19:12** yang menggambarkan Yesus sebagai Raja di atas segala raja, dengan mahkota di kepala-Nya. Lirik aslinya memiliki delapan bait dan berjudul *"On the Resurrection, the Lord is King"*. Pesan utama Perronet sangat jelas: mengakui otoritas mutlak Yesus Kristus di atas segala sesuatu di bumi dan di surga.
### 2. Komponis: Oliver Holden (1765–1844)
Meskipun ada beberapa melodi yang digunakan untuk lagu ini (seperti *Miles Lane*), melodi yang paling populer dan ikonik di Amerika adalah **"Coronation"**, yang digubah oleh Oliver Holden pada tahun 1793.
Holden adalah seorang tukang kayu di Massachusetts, Amerika Serikat, yang kemudian menjadi guru musik dan komposer. Ia menulis nada tersebut khusus untuk lagu karya Perronet ini. Konon, ia mendapatkan inspirasi melodi ini saat sedang bekerja, lalu segera berlari ke instrumen untuk mencatat not-notnya.
### 3. Kisah Dramatis: Misionaris Edward Perronet Thompson
Ada satu kisah yang sangat terkenal mengenai lagu ini yang terjadi di India, yang melibatkan seorang misionaris bernama **Edward Perronet Thompson** (yang diberi nama tengah sesuai dengan penulis lagu tersebut).
Pada abad ke-19, Thompson sedang melayani di India. Suatu hari, ia dikelilingi oleh massa yang marah dan sangat anti-Kristen. Para penentang ini berniat untuk membunuhnya. Dalam situasi yang sangat berbahaya dan mencekam tersebut, Thompson menyadari bahwa ajalnya mungkin sudah dekat.
Alih-alih memohon ampun atau mencoba melarikan diri, Thompson memilih untuk berdiri tegak dengan tenang. Ia kemudian mulai menyanyikan lagu **"All Hail the Power of Jesus' Name"** dengan suara yang lantang dan penuh keyakinan.
Keajaiban terjadi: massa yang tadinya beringas tiba-tiba terdiam, terpaku, dan tertegun mendengar lagu tersebut. Mereka terpesona oleh keberanian dan ketenangan Thompson yang memuji Tuhannya di depan maut. Mereka akhirnya membiarkan Thompson pergi tanpa melukainya sedikit pun. Sejak saat itu, lagu ini sering disebut sebagai *"The Marseillaise of the Church"* (Lagu Kebangsaan Gereja) karena kekuatannya yang mampu membangkitkan keberanian di tengah penganiayaan.
### 4. Makna dan Warisan
Lagu ini bukan sekadar nyanyian biasa, melainkan sebuah **proklamasi iman**. Baris *"Bring forth the royal diadem, and crown Him Lord of all"* (Bawalah mahkota kerajaan, dan mahkotai Dia sebagai Tuhan atas segalanya) adalah seruan bagi setiap orang percaya untuk menyerahkan kendali hidup mereka sepenuhnya kepada Yesus.
Hingga saat ini, "All Hail the Power of Jesus' Name" tetap menjadi salah satu himne (kidung pujian) yang paling banyak dinyanyikan di seluruh dunia. Lagu ini sering dipilih untuk dinyanyikan pada hari Minggu Paskah atau perayaan hari raya Kristen karena kemegahannya yang agung, yang melukiskan kebangkitan dan kekuasaan Kristus atas maut.
**Kesimpulan:**
Lagu ini adalah pengingat bahwa saat kita mengakui Yesus sebagai "Raja di atas segala raja", kita tidak perlu takut akan apa pun yang terjadi di dunia, karena Dialah yang memegang kendali atas sejarah dan masa depan kita.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu pujian legendaris ini:
### 1. Penulis Lirik: Edward Perronet (1726–1792)
Edward Perronet adalah seorang pengkhotbah asal Inggris yang merupakan sahabat dekat John Wesley (pendiri gereja Metodis). Perronet dikenal sebagai sosok yang sangat teguh pendirian, bahkan terkadang dianggap "keras kepala" demi keyakinannya.
Ia menulis lirik lagu ini pada tahun 1779. Inspirasinya berasal dari ayat Alkitab **Wahyu 19:12** yang menggambarkan Yesus sebagai Raja di atas segala raja, dengan mahkota di kepala-Nya. Lirik aslinya memiliki delapan bait dan berjudul *"On the Resurrection, the Lord is King"*. Pesan utama Perronet sangat jelas: mengakui otoritas mutlak Yesus Kristus di atas segala sesuatu di bumi dan di surga.
### 2. Komponis: Oliver Holden (1765–1844)
Meskipun ada beberapa melodi yang digunakan untuk lagu ini (seperti *Miles Lane*), melodi yang paling populer dan ikonik di Amerika adalah **"Coronation"**, yang digubah oleh Oliver Holden pada tahun 1793.
Holden adalah seorang tukang kayu di Massachusetts, Amerika Serikat, yang kemudian menjadi guru musik dan komposer. Ia menulis nada tersebut khusus untuk lagu karya Perronet ini. Konon, ia mendapatkan inspirasi melodi ini saat sedang bekerja, lalu segera berlari ke instrumen untuk mencatat not-notnya.
### 3. Kisah Dramatis: Misionaris Edward Perronet Thompson
Ada satu kisah yang sangat terkenal mengenai lagu ini yang terjadi di India, yang melibatkan seorang misionaris bernama **Edward Perronet Thompson** (yang diberi nama tengah sesuai dengan penulis lagu tersebut).
Pada abad ke-19, Thompson sedang melayani di India. Suatu hari, ia dikelilingi oleh massa yang marah dan sangat anti-Kristen. Para penentang ini berniat untuk membunuhnya. Dalam situasi yang sangat berbahaya dan mencekam tersebut, Thompson menyadari bahwa ajalnya mungkin sudah dekat.
Alih-alih memohon ampun atau mencoba melarikan diri, Thompson memilih untuk berdiri tegak dengan tenang. Ia kemudian mulai menyanyikan lagu **"All Hail the Power of Jesus' Name"** dengan suara yang lantang dan penuh keyakinan.
Keajaiban terjadi: massa yang tadinya beringas tiba-tiba terdiam, terpaku, dan tertegun mendengar lagu tersebut. Mereka terpesona oleh keberanian dan ketenangan Thompson yang memuji Tuhannya di depan maut. Mereka akhirnya membiarkan Thompson pergi tanpa melukainya sedikit pun. Sejak saat itu, lagu ini sering disebut sebagai *"The Marseillaise of the Church"* (Lagu Kebangsaan Gereja) karena kekuatannya yang mampu membangkitkan keberanian di tengah penganiayaan.
### 4. Makna dan Warisan
Lagu ini bukan sekadar nyanyian biasa, melainkan sebuah **proklamasi iman**. Baris *"Bring forth the royal diadem, and crown Him Lord of all"* (Bawalah mahkota kerajaan, dan mahkotai Dia sebagai Tuhan atas segalanya) adalah seruan bagi setiap orang percaya untuk menyerahkan kendali hidup mereka sepenuhnya kepada Yesus.
Hingga saat ini, "All Hail the Power of Jesus' Name" tetap menjadi salah satu himne (kidung pujian) yang paling banyak dinyanyikan di seluruh dunia. Lagu ini sering dipilih untuk dinyanyikan pada hari Minggu Paskah atau perayaan hari raya Kristen karena kemegahannya yang agung, yang melukiskan kebangkitan dan kekuasaan Kristus atas maut.
**Kesimpulan:**
Lagu ini adalah pengingat bahwa saat kita mengakui Yesus sebagai "Raja di atas segala raja", kita tidak perlu takut akan apa pun yang terjadi di dunia, karena Dialah yang memegang kendali atas sejarah dan masa depan kita.
Kemuliaan dan Hormat
NP
Pujilah Yesus yang Mulia
NP
Pujilah Yesus yang Mulia
NP
Puji Yesus
NP
Ya Yesus, Bila Kukenang
NP
Sumber Hidupku, Ya Yesus
NP
Tuhanku Yesus
NP
Turunlah, Kasih Ilahi
NP
Tuhan Penebus Kupuja
NP
Dengarkan Nama Kucinta
NP
Puji NamaNya
NP
Mulia NamaMu, Tuhan!
NP
Puji Yesus Kristus
NP
Aku Ingin Menyanyikan
NP
Seribu Lidah Berpadu
NP
Hai Kristen, Pujilah
NP
Kasih Juru S'lamatku
NP
Kasihku T'rimalah, Tuhan
NP
Ku Cinta PadaMu
NP
Ku Memuji Penebusku
NP