NP
Pujilah Yesus yang Mulia
All Hail the Power of Jesus' Name
Informasi Lagu
23
Nomor
Kode
NP 23
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
James Ellor
Pencipta Syair
Edward Perronet
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
Pujilah Yesus yang mulia,
Berkuasa namaNya, Berkuasa namaNya!
Sujudlah hai malak surga,
Nobat...kan Yesus, Yesus,
Raja, Nobatkan Rajamu!
Hai bangsa kudus milikNya,
Tebusan darahNya, Tebusan darahNya,
Anugrah Allah pujilah,
Segala bangsa di dunia,
Setiap makhlukNya, Setiap makhlukNya,
Gemakan puji kuasaNya,
Dengan umatNya di surga
Kita sembah Dia, Kita sembah Dia!
Padukan syukur padaNya,
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu **"All Hail the Power of Jesus' Name"** (dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan sebagai *"Pujilah Yesus yang Mulia"*) adalah sebuah perpaduan unik antara keberanian seorang pengkhotbah dan inspirasi musikal seorang pembuat topi.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu yang dianggap sebagai "Lagu Kebangsaan Gereja" ini:
### 1. Penulis Lirik: Edward Perronet (1726–1792)
Edward Perronet adalah seorang pengkhotbah Inggris yang sempat menjadi rekan kerja John Wesley (pendiri Metodisme). Namun, hubungan mereka merenggang karena Perronet merasa gereja perlu lebih terbuka dan tidak terlalu kaku dengan struktur hierarki. Ia adalah sosok yang sangat berapi-api dalam memuji keagungan Yesus.
Lirik lagu ini ditulis oleh Perronet pada tahun **1779**. Inspirasi utamanya berasal dari **Wahyu 19:12** yang menggambarkan Yesus mengenakan banyak mahkota. Perronet menulis bait-bait yang mengajak setiap kelompok—mulai dari para martir, kaum tebusan, hingga seluruh umat manusia—untuk memberikan "mahkota" mereka sebagai tanda penghormatan kepada Kristus.
### 2. Komposer: James Ellor (1776–1839)
Jika Perronet yang menulis kata-katanya, maka melodi yang paling terkenal (yang kita kenal sekarang dengan nama nada **"Diadem"**) diciptakan oleh **James Ellor**.
Kisah tentang bagaimana melodi ini lahir sangatlah sederhana namun menyentuh:
* James Ellor hanyalah seorang pemuda berusia 16 tahun yang bekerja di sebuah pabrik topi di Inggris.
* Ia aktif di gereja metodis lokalnya. Pada tahun 1792, saat ia sedang bekerja, melodi tersebut tiba-tiba muncul di benaknya.
* Ia kemudian menggubah melodi tersebut untuk lirik puisi karya Perronet yang sudah ada. Konon, ia membawakan lagu tersebut di gerejanya dengan sangat megah, yang membuat jemaat sangat terkesan hingga lagu itu terus dinyanyikan hingga hari ini.
### 3. Makna di Balik Lirik
Lirik lagu ini adalah sebuah "undangan kosmik" untuk menyembah Yesus.
* **Bait-bait awal:** Menyerukan kepada para malaikat untuk mengambil mahkota dan memahkotai Yesus sebagai "Tuhan atas segala sesuatu."
* **Bait tengah:** Mengajak "benih dari keturunan Daud" (Israel) dan "para martir" untuk memberikan penghormatan mereka.
* **Puncaknya:** Lagu ini mengajak seluruh dunia untuk sujud. Pesan intinya adalah bahwa tidak ada kekuasaan di dunia ini yang lebih tinggi daripada Yesus Kristus.
### 4. Fakta Menarik
* **Lagu Kebangsaan Gereja:** Karena keagungan dan pesan universalnya, lagu ini sering disebut sebagai *National Anthem of Christendom* (Lagu Kebangsaan Umat Kristiani).
* **Kaitan dengan John Rippon:** John Rippon, seorang pendeta Baptis, adalah orang yang mempopulerkan lagu ini secara luas melalui buku nyanyiannya pada tahun 1787. Ia menambahkan bait yang ditujukan kepada "orang berdosa yang diselamatkan oleh kasih karunia" agar mereka juga ikut memahkotai Yesus.
* **Warisan:** Perronet sendiri meninggal sebelum lagu ini menjadi sangat populer di seluruh dunia. Kata-kata terakhirnya sebelum meninggal adalah, *"Glory to God in the height of His divinity! Glory to God in the depth of His humanity! Glory to God in His all-sufficiency! Into His hands I commend my spirit."* (Kemuliaan bagi Allah dalam ketinggian keilahian-Nya! Kemuliaan bagi Allah dalam kedalaman kemanusiaan-Nya!...). Kata-kata ini mencerminkan semangat yang sama dengan lirik yang ia tulis untuk lagu ini.
### Kesimpulan
Lagu "Pujilah Yesus yang Mulia" adalah bukti bagaimana sebuah karya seni bisa lahir dari ketulusan iman seseorang. Perronet memberikan kedalaman teologis melalui liriknya, sementara Ellor—seorang buruh pabrik muda—memberikan melodi yang megah (yang dinamakan *Diadem*, yang berarti "Mahkota Kerajaan") sehingga pesan tersebut bisa dirasakan oleh jutaan orang selama berabad-abad.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu yang dianggap sebagai "Lagu Kebangsaan Gereja" ini:
### 1. Penulis Lirik: Edward Perronet (1726–1792)
Edward Perronet adalah seorang pengkhotbah Inggris yang sempat menjadi rekan kerja John Wesley (pendiri Metodisme). Namun, hubungan mereka merenggang karena Perronet merasa gereja perlu lebih terbuka dan tidak terlalu kaku dengan struktur hierarki. Ia adalah sosok yang sangat berapi-api dalam memuji keagungan Yesus.
Lirik lagu ini ditulis oleh Perronet pada tahun **1779**. Inspirasi utamanya berasal dari **Wahyu 19:12** yang menggambarkan Yesus mengenakan banyak mahkota. Perronet menulis bait-bait yang mengajak setiap kelompok—mulai dari para martir, kaum tebusan, hingga seluruh umat manusia—untuk memberikan "mahkota" mereka sebagai tanda penghormatan kepada Kristus.
### 2. Komposer: James Ellor (1776–1839)
Jika Perronet yang menulis kata-katanya, maka melodi yang paling terkenal (yang kita kenal sekarang dengan nama nada **"Diadem"**) diciptakan oleh **James Ellor**.
Kisah tentang bagaimana melodi ini lahir sangatlah sederhana namun menyentuh:
* James Ellor hanyalah seorang pemuda berusia 16 tahun yang bekerja di sebuah pabrik topi di Inggris.
* Ia aktif di gereja metodis lokalnya. Pada tahun 1792, saat ia sedang bekerja, melodi tersebut tiba-tiba muncul di benaknya.
* Ia kemudian menggubah melodi tersebut untuk lirik puisi karya Perronet yang sudah ada. Konon, ia membawakan lagu tersebut di gerejanya dengan sangat megah, yang membuat jemaat sangat terkesan hingga lagu itu terus dinyanyikan hingga hari ini.
### 3. Makna di Balik Lirik
Lirik lagu ini adalah sebuah "undangan kosmik" untuk menyembah Yesus.
* **Bait-bait awal:** Menyerukan kepada para malaikat untuk mengambil mahkota dan memahkotai Yesus sebagai "Tuhan atas segala sesuatu."
* **Bait tengah:** Mengajak "benih dari keturunan Daud" (Israel) dan "para martir" untuk memberikan penghormatan mereka.
* **Puncaknya:** Lagu ini mengajak seluruh dunia untuk sujud. Pesan intinya adalah bahwa tidak ada kekuasaan di dunia ini yang lebih tinggi daripada Yesus Kristus.
### 4. Fakta Menarik
* **Lagu Kebangsaan Gereja:** Karena keagungan dan pesan universalnya, lagu ini sering disebut sebagai *National Anthem of Christendom* (Lagu Kebangsaan Umat Kristiani).
* **Kaitan dengan John Rippon:** John Rippon, seorang pendeta Baptis, adalah orang yang mempopulerkan lagu ini secara luas melalui buku nyanyiannya pada tahun 1787. Ia menambahkan bait yang ditujukan kepada "orang berdosa yang diselamatkan oleh kasih karunia" agar mereka juga ikut memahkotai Yesus.
* **Warisan:** Perronet sendiri meninggal sebelum lagu ini menjadi sangat populer di seluruh dunia. Kata-kata terakhirnya sebelum meninggal adalah, *"Glory to God in the height of His divinity! Glory to God in the depth of His humanity! Glory to God in His all-sufficiency! Into His hands I commend my spirit."* (Kemuliaan bagi Allah dalam ketinggian keilahian-Nya! Kemuliaan bagi Allah dalam kedalaman kemanusiaan-Nya!...). Kata-kata ini mencerminkan semangat yang sama dengan lirik yang ia tulis untuk lagu ini.
### Kesimpulan
Lagu "Pujilah Yesus yang Mulia" adalah bukti bagaimana sebuah karya seni bisa lahir dari ketulusan iman seseorang. Perronet memberikan kedalaman teologis melalui liriknya, sementara Ellor—seorang buruh pabrik muda—memberikan melodi yang megah (yang dinamakan *Diadem*, yang berarti "Mahkota Kerajaan") sehingga pesan tersebut bisa dirasakan oleh jutaan orang selama berabad-abad.
Kemuliaan dan Hormat
NP
Pujilah Yesus yang Mulia
NP
Pujilah Yesus yang Mulia
NP
Puji Yesus
NP
Ya Yesus, Bila Kukenang
NP
Sumber Hidupku, Ya Yesus
NP
Tuhanku Yesus
NP
Turunlah, Kasih Ilahi
NP
Tuhan Penebus Kupuja
NP
Dengarkan Nama Kucinta
NP
Puji NamaNya
NP
Mulia NamaMu, Tuhan!
NP
Puji Yesus Kristus
NP
Aku Ingin Menyanyikan
NP
Seribu Lidah Berpadu
NP
Hai Kristen, Pujilah
NP
Kasih Juru S'lamatku
NP
Kasihku T'rimalah, Tuhan
NP
Ku Cinta PadaMu
NP
Ku Memuji Penebusku
NP