NP
Puji Yesus Kristus
When Morning Gilds the Skies
Informasi Lagu
34
Nomor
Kode
NP 34
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
Joseph Barnby
Pencipta Syair
Edward Caswall
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
Di pagi yang cerah, Hatiku bermadah:
Puji Yesus Kristus! Dalam kebaktian,
Atau pekerjaan, Puji Yesus kristus!
Hai bangsa skalian, Suaramu padukan:
Puji Yesus Kristus! Seluruh dunia
Mengumandangkannya: Puji Yesus Kristus!
Seumur hidupku, Tetap nyanyianku:
Puji Yesus Kristus! Di surga yang baka,
Lagu yang terindah: Puji Yesus Kristus! Amin.
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"When Morning Gilds the Skies"** (dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan sebagai *"Puji Yesus Kristus"*) adalah salah satu himne (kidung pujian) paling megah dan penuh sukacita dalam sejarah musik gerejawi.
Kisah di balik lagu ini adalah perpaduan antara spiritualitas abad pertengahan Jerman dan kejeniusan era Victorian Inggris. Berikut adalah detail kisah dan sejarahnya:
### 1. Asal-Usul: Naskah Asli Jerman (*Beim frühen Morgenlicht*)
Akar lagu ini berasal dari sebuah buku himne Katolik Jerman berjudul *Katholisches Gesangbuch* yang diterbitkan di Würzburg pada tahun **1828**. Judul aslinya adalah *"Beim frühen Morgenlicht"* (Saat Cahaya Pagi Menyingsing).
Penulis aslinya tidak diketahui (anonim), namun teks aslinya mencerminkan tradisi *Herz-Jesu-Verehrung* (penghormatan kepada Hati Kudus Yesus). Fokus utamanya adalah keinginan agar nama Yesus dipuji di setiap saat dan di setiap tempat, baik saat bangun pagi, di tengah kesibukan kerja, hingga saat menghadapi tantangan hidup.
### 2. Penerjemah: Edward Caswall
Pada tahun 1854, **Edward Caswall** (1814–1878), seorang pendeta Anglikan yang kemudian berpindah ke Katolik Roma dan bergabung dengan kelompok *Oratory of St. Philip Neri*, menerjemahkan himne ini ke dalam bahasa Inggris.
Caswall adalah seorang ahli bahasa klasik yang piawai. Ia tidak sekadar menerjemahkan kata per kata, tetapi menangkap semangat "pujian yang tiada henti" dari teks aslinya. Terjemahannya pertama kali dipublikasikan dalam bukunya berjudul *Lyra Catholica* (1849) atau dalam edisi revisi kemudian. Gaya bahasa Caswall yang ritmis membuat liriknya sangat mudah untuk dinyanyikan.
### 3. Komposer: Sir Joseph Barnby
Melodi yang paling populer digunakan untuk lirik ini hari ini, yang berjudul **"LAUDES DOMINI"**, diciptakan oleh **Sir Joseph Barnby** (1838–1896) pada tahun 1868.
Barnby adalah seorang komposer dan konduktor ternama di Inggris pada masa pemerintahan Ratu Victoria. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat produktif dalam musik gereja. Ia menciptakan melodi ini khusus untuk lirik Caswall. Melodinya memiliki karakteristik yang sangat khas: *soaring* (melambung tinggi), penuh semangat, dan memiliki harmonisasi yang kuat, yang sangat cocok dengan pesan liriknya yang menyatakan bahwa "Yesus Kristus dipuji!" di setiap baitnya.
### 4. Makna dan Teologi di Balik Lirik
Daya tarik utama lagu ini terletak pada pesan "kekinian" dan "totalitas" dalam memuji Tuhan:
* **Pujian di Segala Kondisi:** Liriknya mengajak umat untuk memuji Yesus saat pagi hari, saat bekerja, saat bersedih, bahkan saat maut mendekat.
* **Pengulangan Refrein:** Hampir di setiap akhir bait, terdapat seruan *"May Jesus Christ be praised!"*. Pengulangan ini menciptakan efek mantra spiritual yang mengingatkan bahwa pusat kehidupan seorang Kristen adalah Yesus Kristus.
* **Perlawanan terhadap Kegelapan:** Judulnya sendiri, *When Morning Gilds the Skies* (Saat pagi melumuri langit dengan emas), adalah metafora bahwa kehadiran Kristus adalah cahaya yang menghalau kegelapan dosa dan keputusasaan.
### 5. Warisan Lagu Ini
Kombinasi antara lirik Edward Caswall yang penuh pengabdian dan melodi megah Joseph Barnby menjadikan lagu ini sebagai *standard* (lagu wajib) di banyak gereja di seluruh dunia. Lagu ini sering dinyanyikan pada saat kebaktian pagi atau saat perayaan besar gerejawi (seperti Paskah) karena nadanya yang membangkitkan semangat.
Di Indonesia, lagu ini telah diterjemahkan ke berbagai bahasa daerah dan buku nyanyian gereja (seperti dalam *Kidung Jemaat* atau *Puji Syukur*), yang tetap menjaga semangat aslinya: sebuah undangan untuk terus memuji Yesus Kristus, sang Raja, sepanjang hari tanpa henti.
**Kesimpulan:**
Kisah lagu ini adalah perjalanan dari sebuah doa pribadi umat Katolik di Jerman abad ke-19, diterjemahkan oleh seorang penyair Inggris yang taat, dan diberikan "sayap" musik oleh seorang konduktor hebat era Victorian, sehingga menjadi sebuah lagu yang sampai hari ini masih menggema di seluruh dunia sebagai seruan pujian yang abadi bagi Yesus Kristus.
Kisah di balik lagu ini adalah perpaduan antara spiritualitas abad pertengahan Jerman dan kejeniusan era Victorian Inggris. Berikut adalah detail kisah dan sejarahnya:
### 1. Asal-Usul: Naskah Asli Jerman (*Beim frühen Morgenlicht*)
Akar lagu ini berasal dari sebuah buku himne Katolik Jerman berjudul *Katholisches Gesangbuch* yang diterbitkan di Würzburg pada tahun **1828**. Judul aslinya adalah *"Beim frühen Morgenlicht"* (Saat Cahaya Pagi Menyingsing).
Penulis aslinya tidak diketahui (anonim), namun teks aslinya mencerminkan tradisi *Herz-Jesu-Verehrung* (penghormatan kepada Hati Kudus Yesus). Fokus utamanya adalah keinginan agar nama Yesus dipuji di setiap saat dan di setiap tempat, baik saat bangun pagi, di tengah kesibukan kerja, hingga saat menghadapi tantangan hidup.
### 2. Penerjemah: Edward Caswall
Pada tahun 1854, **Edward Caswall** (1814–1878), seorang pendeta Anglikan yang kemudian berpindah ke Katolik Roma dan bergabung dengan kelompok *Oratory of St. Philip Neri*, menerjemahkan himne ini ke dalam bahasa Inggris.
Caswall adalah seorang ahli bahasa klasik yang piawai. Ia tidak sekadar menerjemahkan kata per kata, tetapi menangkap semangat "pujian yang tiada henti" dari teks aslinya. Terjemahannya pertama kali dipublikasikan dalam bukunya berjudul *Lyra Catholica* (1849) atau dalam edisi revisi kemudian. Gaya bahasa Caswall yang ritmis membuat liriknya sangat mudah untuk dinyanyikan.
### 3. Komposer: Sir Joseph Barnby
Melodi yang paling populer digunakan untuk lirik ini hari ini, yang berjudul **"LAUDES DOMINI"**, diciptakan oleh **Sir Joseph Barnby** (1838–1896) pada tahun 1868.
Barnby adalah seorang komposer dan konduktor ternama di Inggris pada masa pemerintahan Ratu Victoria. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat produktif dalam musik gereja. Ia menciptakan melodi ini khusus untuk lirik Caswall. Melodinya memiliki karakteristik yang sangat khas: *soaring* (melambung tinggi), penuh semangat, dan memiliki harmonisasi yang kuat, yang sangat cocok dengan pesan liriknya yang menyatakan bahwa "Yesus Kristus dipuji!" di setiap baitnya.
### 4. Makna dan Teologi di Balik Lirik
Daya tarik utama lagu ini terletak pada pesan "kekinian" dan "totalitas" dalam memuji Tuhan:
* **Pujian di Segala Kondisi:** Liriknya mengajak umat untuk memuji Yesus saat pagi hari, saat bekerja, saat bersedih, bahkan saat maut mendekat.
* **Pengulangan Refrein:** Hampir di setiap akhir bait, terdapat seruan *"May Jesus Christ be praised!"*. Pengulangan ini menciptakan efek mantra spiritual yang mengingatkan bahwa pusat kehidupan seorang Kristen adalah Yesus Kristus.
* **Perlawanan terhadap Kegelapan:** Judulnya sendiri, *When Morning Gilds the Skies* (Saat pagi melumuri langit dengan emas), adalah metafora bahwa kehadiran Kristus adalah cahaya yang menghalau kegelapan dosa dan keputusasaan.
### 5. Warisan Lagu Ini
Kombinasi antara lirik Edward Caswall yang penuh pengabdian dan melodi megah Joseph Barnby menjadikan lagu ini sebagai *standard* (lagu wajib) di banyak gereja di seluruh dunia. Lagu ini sering dinyanyikan pada saat kebaktian pagi atau saat perayaan besar gerejawi (seperti Paskah) karena nadanya yang membangkitkan semangat.
Di Indonesia, lagu ini telah diterjemahkan ke berbagai bahasa daerah dan buku nyanyian gereja (seperti dalam *Kidung Jemaat* atau *Puji Syukur*), yang tetap menjaga semangat aslinya: sebuah undangan untuk terus memuji Yesus Kristus, sang Raja, sepanjang hari tanpa henti.
**Kesimpulan:**
Kisah lagu ini adalah perjalanan dari sebuah doa pribadi umat Katolik di Jerman abad ke-19, diterjemahkan oleh seorang penyair Inggris yang taat, dan diberikan "sayap" musik oleh seorang konduktor hebat era Victorian, sehingga menjadi sebuah lagu yang sampai hari ini masih menggema di seluruh dunia sebagai seruan pujian yang abadi bagi Yesus Kristus.
Kemuliaan dan Hormat
NP
Pujilah Yesus yang Mulia
NP
Pujilah Yesus yang Mulia
NP
Pujilah Yesus yang Mulia
NP
Puji Yesus
NP
Ya Yesus, Bila Kukenang
NP
Sumber Hidupku, Ya Yesus
NP
Tuhanku Yesus
NP
Turunlah, Kasih Ilahi
NP
Tuhan Penebus Kupuja
NP
Dengarkan Nama Kucinta
NP
Puji NamaNya
NP
Mulia NamaMu, Tuhan!
NP
Aku Ingin Menyanyikan
NP
Seribu Lidah Berpadu
NP
Hai Kristen, Pujilah
NP
Kasih Juru S'lamatku
NP
Kasihku T'rimalah, Tuhan
NP
Ku Cinta PadaMu
NP
Ku Memuji Penebusku
NP