NP
Mulia NamaMu, Tuhan!
Glorious Is Thy Name
Informasi Lagu
33
Nomor
Kode
NP 33
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
B. B. McKinney
Pencipta Syair
B. B. McKinney
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
Juru Slamat yang kupuja,
Ku masyhurkan kasihMu;
Mahakudus, mahakuasa,
Mahamulia namaMu.
Mu...lia, Mu...lia,
Mulia namaMu, Tuhan!
Mu...lia, Mu...lia,
Mulia namaMu Tuhan! Amin.
Trang kekal sepanjang masa,
Penebus junjunganku;
Para suci tiap bangsa
Kan memuji namaMu.
Dari takhta yang surgawi
Sampai salib Golgota,
Rela Kau turun dan mati
Bagi orang berdosa.
Ya Tuhan Juru Slamatku,
Datang bersemayamlah!
Pimpinlah kerajaanMu
Sampai slama-lamanya!
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Mulia NamaMu, Tuhan!"** atau dalam bahasa Inggris berjudul **"Glorious Is Thy Name"** adalah salah satu himne pujian yang paling dicintai dalam tradisi Kristen, terutama di kalangan gereja Baptis. Lagu ini ditulis oleh **Baylus Benjamin McKinney (B.B. McKinney)** pada tahun 1942.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:
### 1. Sosok B.B. McKinney
B.B. McKinney (1886–1952) bukan sekadar musisi, ia adalah tokoh sentral dalam musik gerejawi Baptis di Amerika Serikat pada awal abad ke-20. Ia menjabat sebagai sekretaris departemen musik di *Sunday School Board* dari *Southern Baptist Convention*. Sepanjang hidupnya, ia menulis lebih dari 150 lagu himne dan menjadi editor bagi banyak buku nyanyian gereja.
### 2. Konteks Penulisan: Lahir di Tengah Perang Dunia II
Lagu ini ditulis pada tahun **1942**, sebuah masa yang sangat kelam bagi dunia. Saat itu, Perang Dunia II sedang berkecamuk hebat, menyebarkan ketakutan, kecemasan, dan ketidakpastian di seluruh dunia.
Banyak orang saat itu kehilangan harapan dan merasa dunia sedang menuju kehancuran. McKinney, yang memiliki kepekaan rohani yang tajam, ingin menulis sebuah lagu yang tidak fokus pada penderitaan duniawi, melainkan mengarahkan pandangan manusia kembali kepada keagungan dan kedaulatan Tuhan.
### 3. Makna di Balik Lirik
Lirik lagu ini mencerminkan perjalanan iman seseorang yang menemukan perlindungan di tengah badai kehidupan.
* **Bait Pertama:** Dimulai dengan pengakuan bahwa Tuhan adalah satu-satunya tempat persembunyian yang aman saat dunia terasa bergejolak.
* **Reff (Chorus):** Bagian yang paling ikonik, *"Glorious is Thy name, O Lord,"* adalah deklarasi kemenangan. McKinney ingin menekankan bahwa meskipun situasi dunia tampak "gelap," nama Tuhan tetap bercahaya dan berkuasa di atas segalanya.
* **Tema Utama:** Tema utamanya adalah **pengagungan sifat Allah**. McKinney menggunakan metafora seperti "batu karang," "tempat perlindungan," dan "terang" untuk menggambarkan bagaimana karakter Tuhan menjadi jangkar bagi jiwa manusia yang sedang goncang.
### 4. Inspirasi Filosofis
McKinney seringkali terinspirasi oleh Mazmur dalam Alkitab, khususnya Mazmur 18:2: *"Ya TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku..."* Ia ingin menyusun melodi dan lirik yang mudah diingat (singable) agar jemaat bisa menyanyikannya dengan penuh perasaan sebagai bentuk penyembahan yang tulus di tengah kesulitan hidup.
### 5. Warisan Lagu Ini
Setelah diterbitkan pada tahun 1942, lagu ini dengan cepat menyebar ke berbagai gereja di Amerika dan kemudian ke seluruh dunia. Lagu ini menjadi sangat populer karena:
* **Melodinya yang megah namun sederhana:** Sangat cocok untuk suasana ibadah yang khusyuk.
* **Pesan universal:** Pesan tentang Tuhan sebagai tempat perlindungan yang tidak berubah adalah kebutuhan setiap generasi, baik di masa perang maupun masa damai.
B.B. McKinney meninggal dunia pada tahun 1952, namun melalui lagu "Glorious Is Thy Name", ia meninggalkan warisan abadi. Hingga hari ini, lagu ini tetap menjadi salah satu himne yang paling sering dinyanyikan ketika jemaat ingin menyatakan rasa syukur dan kekaguman atas kebesaran Tuhan yang melampaui segala masalah duniawi.
**Ringkasan:**
"Mulia NamaMu, Tuhan!" adalah respons iman seorang penulis lagu di tengah kengerian Perang Dunia II. Lagu ini adalah pengingat bahwa saat dunia sedang tidak stabil, ada satu hal yang tetap mulia dan kokoh: **Nama Tuhan.**
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:
### 1. Sosok B.B. McKinney
B.B. McKinney (1886–1952) bukan sekadar musisi, ia adalah tokoh sentral dalam musik gerejawi Baptis di Amerika Serikat pada awal abad ke-20. Ia menjabat sebagai sekretaris departemen musik di *Sunday School Board* dari *Southern Baptist Convention*. Sepanjang hidupnya, ia menulis lebih dari 150 lagu himne dan menjadi editor bagi banyak buku nyanyian gereja.
### 2. Konteks Penulisan: Lahir di Tengah Perang Dunia II
Lagu ini ditulis pada tahun **1942**, sebuah masa yang sangat kelam bagi dunia. Saat itu, Perang Dunia II sedang berkecamuk hebat, menyebarkan ketakutan, kecemasan, dan ketidakpastian di seluruh dunia.
Banyak orang saat itu kehilangan harapan dan merasa dunia sedang menuju kehancuran. McKinney, yang memiliki kepekaan rohani yang tajam, ingin menulis sebuah lagu yang tidak fokus pada penderitaan duniawi, melainkan mengarahkan pandangan manusia kembali kepada keagungan dan kedaulatan Tuhan.
### 3. Makna di Balik Lirik
Lirik lagu ini mencerminkan perjalanan iman seseorang yang menemukan perlindungan di tengah badai kehidupan.
* **Bait Pertama:** Dimulai dengan pengakuan bahwa Tuhan adalah satu-satunya tempat persembunyian yang aman saat dunia terasa bergejolak.
* **Reff (Chorus):** Bagian yang paling ikonik, *"Glorious is Thy name, O Lord,"* adalah deklarasi kemenangan. McKinney ingin menekankan bahwa meskipun situasi dunia tampak "gelap," nama Tuhan tetap bercahaya dan berkuasa di atas segalanya.
* **Tema Utama:** Tema utamanya adalah **pengagungan sifat Allah**. McKinney menggunakan metafora seperti "batu karang," "tempat perlindungan," dan "terang" untuk menggambarkan bagaimana karakter Tuhan menjadi jangkar bagi jiwa manusia yang sedang goncang.
### 4. Inspirasi Filosofis
McKinney seringkali terinspirasi oleh Mazmur dalam Alkitab, khususnya Mazmur 18:2: *"Ya TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku..."* Ia ingin menyusun melodi dan lirik yang mudah diingat (singable) agar jemaat bisa menyanyikannya dengan penuh perasaan sebagai bentuk penyembahan yang tulus di tengah kesulitan hidup.
### 5. Warisan Lagu Ini
Setelah diterbitkan pada tahun 1942, lagu ini dengan cepat menyebar ke berbagai gereja di Amerika dan kemudian ke seluruh dunia. Lagu ini menjadi sangat populer karena:
* **Melodinya yang megah namun sederhana:** Sangat cocok untuk suasana ibadah yang khusyuk.
* **Pesan universal:** Pesan tentang Tuhan sebagai tempat perlindungan yang tidak berubah adalah kebutuhan setiap generasi, baik di masa perang maupun masa damai.
B.B. McKinney meninggal dunia pada tahun 1952, namun melalui lagu "Glorious Is Thy Name", ia meninggalkan warisan abadi. Hingga hari ini, lagu ini tetap menjadi salah satu himne yang paling sering dinyanyikan ketika jemaat ingin menyatakan rasa syukur dan kekaguman atas kebesaran Tuhan yang melampaui segala masalah duniawi.
**Ringkasan:**
"Mulia NamaMu, Tuhan!" adalah respons iman seorang penulis lagu di tengah kengerian Perang Dunia II. Lagu ini adalah pengingat bahwa saat dunia sedang tidak stabil, ada satu hal yang tetap mulia dan kokoh: **Nama Tuhan.**
Kemuliaan dan Hormat
NP
Pujilah Yesus yang Mulia
NP
Pujilah Yesus yang Mulia
NP
Pujilah Yesus yang Mulia
NP
Puji Yesus
NP
Ya Yesus, Bila Kukenang
NP
Sumber Hidupku, Ya Yesus
NP
Tuhanku Yesus
NP
Turunlah, Kasih Ilahi
NP
Tuhan Penebus Kupuja
NP
Dengarkan Nama Kucinta
NP
Puji NamaNya
NP
Puji Yesus Kristus
NP
Aku Ingin Menyanyikan
NP
Seribu Lidah Berpadu
NP
Hai Kristen, Pujilah
NP
Kasih Juru S'lamatku
NP
Kasihku T'rimalah, Tuhan
NP
Ku Cinta PadaMu
NP
Ku Memuji Penebusku
NP