NP
Tuhan Penebus Kupuja
Great Redeemer, We Adore Thee
Informasi Lagu
30
Nomor
Kode
NP 30
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
Paolo Conte
Pencipta Syair
John Roy Harris
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
Tuhan Penebus kupuja, Allah Sumber kurnia;
O segarkanlah hatiku, WajahMu nyatakanlah!
Tuhan Penebus kupuja, Kasih Allah yang mesra;
Ku memujaMu ya Tuhan: Di hatiku bertakhta!
Tuhan Penebus kupinta: Halaukan bimbang resah;
Dalam naungan wajahMu, Hariku slalu cerah.
Tuhan Penebus kupuja, Sumber hidup yang benar;
Ku memujaMu ya Tuhan: kasihMu Malak pun memujiMu.
Hidup dan kasih melimpah, Hilang dosa dan sendu;
Raja mulia Mahamurah, O penuhi hatiku!
Tuhan Penebus kupuja, Sumber hidup yang benar;
Ku memujaMu ya Tuhan: kasihMu sungguh besar.
Bila masuk surga nanti, Nampak keindahanMu,
Aku pun jadi sempurna, CiptaanMu yang baru!
Tuhan Penebus kupuja, Kukasihi Yang Esa;
Ku memujaMu ya Tuhan, Rajaku selamanya! Amin.
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu **"Tuhan Penebus Kupuja"** (judul asli bahasa Inggris: ***Great Redeemer, We Adore Thee***) adalah sebuah perjalanan sejarah yang menarik karena melibatkan persilangan budaya, adaptasi musik, dan transformasi pesan dari ranah sekuler ke ranah rohani.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Asal-Usul Melodi: Paolo Conte
Melodi lagu ini berasal dari seorang musisi legendaris asal Italia bernama **Paolo Conte**. Paolo Conte dikenal sebagai penyanyi, pianis, dan komposer yang gaya musiknya merupakan perpaduan antara jazz, *chanson* Prancis, dan musik pop Italia.
Lagu aslinya berjudul **"Via con me"** (pergi bersamaku), yang dirilis oleh Paolo Conte pada tahun 1981. Lagu ini menjadi salah satu karya Conte yang paling ikonik di seluruh dunia. Dengan aransemen piano yang khas, *swing* jazz yang kental, dan suara parau Conte yang khas, lagu ini sebenarnya bertema tentang perjalanan, pelarian, dan kerinduan romantis.
### 2. Transformasi ke Lagu Rohani (Adaptasi John Roy Harris)
Bertahun-tahun kemudian, melodi yang sangat "jazzy" dan nostalgik dari "Via con me" ini menarik perhatian pengubah lagu rohani. Melodi yang memiliki emosi mendalam namun elegan ini dirasa sangat cocok untuk diadaptasi menjadi sebuah lagu pujian.
**John Roy Harris** adalah sosok yang sering dikaitkan dengan adaptasi lirik bahasa Inggris untuk lagu-lagu pujian yang mengambil melodi dari karya-karya klasik atau pop dunia. Dalam proses adaptasi ini, melodi yang awalnya menceritakan tentang perjalanan romantis di jalanan Italia diubah menjadi sebuah perenungan teologis mengenai penebusan dosa dan pemujaan kepada Tuhan.
Judul diubah menjadi ***"Great Redeemer, We Adore Thee"***. Liriknya difokuskan untuk mengakui keagungan Tuhan sebagai Penebus dan ajakan bagi umat untuk berserah diri serta memuji nama-Nya.
### 3. Mengapa Lagu Ini Begitu Populer di Gereja?
Ada beberapa alasan mengapa lagu ini (khususnya versi rohaninya) diterima luas, terutama di kalangan gereja-gereja di Indonesia dan beberapa komunitas Kristen internasional:
* **Keindahan Melodi:** Melodi asli karya Paolo Conte memiliki struktur "hook" yang sangat kuat. Iramanya yang lembut namun memiliki dinamika *swing* memberikan kesan yang tenang namun penuh penghayatan.
* **Kedalaman Lirik:** Versi bahasa Indonesia ("Tuhan Penebus Kupuja") berhasil menangkap esensi kerinduan jiwa akan Tuhan. Liriknya tidak terasa dipaksakan, melainkan mengalir mengikuti alunan nada aslinya yang memang bersifat meditatif.
* **Penyampaian Emosi:** Karena melodi aslinya berasal dari lagu yang emosional (tentang kerinduan dan perjalanan), lagu ini ketika dibawakan sebagai pujian memberikan nuansa yang lebih personal dan intim dibandingkan lagu-lagu himne yang bersifat megah atau kaku.
### 4. Perdebatan Mengenai Adaptasi Lagu Pop ke Rohani
Seperti halnya banyak lagu rohani yang mengadaptasi melodi sekuler (seperti *hymn* yang menggunakan melodi musik rakyat), lagu ini sempat memicu diskusi kecil di kalangan penikmat musik. Beberapa orang yang sangat mengenal karya Paolo Conte mungkin merasa aneh mendengar melodi "Via con me" dinyanyikan dengan lirik tentang Yesus.
Namun, dalam tradisi musik gerejawi, praktik ini disebut sebagai **"Kontrafaktur"** (penulisan ulang lirik pada melodi yang sudah ada), yang sudah dilakukan sejak berabad-abad lalu oleh tokoh-tokoh seperti Martin Luther untuk mempermudah jemaat dalam menghafal pesan rohani.
### Kesimpulan
"Tuhan Penebus Kupuja" adalah bukti bagaimana sebuah karya seni sekuler yang jenius bisa bertransformasi menjadi sarana ibadah. Melodi dari **Paolo Conte** yang bernapas jazz Italia, kini melalui tangan **John Roy Harris** dan penerjemah liriknya, telah menemukan "rumah baru" di hati banyak jemaat sebagai lagu yang membawa kedamaian dan kerinduan akan sosok Penebus.
Jika Anda mendengarkan lagu aslinya ("Via con me") dan membandingkannya dengan lagu rohaninya, Anda akan merasakan bahwa melodi tersebut memang memiliki kualitas "pencarian"—baik itu pencarian akan kekasih di jalanan Italia, maupun pencarian akan Tuhan dalam kehidupan rohani.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Asal-Usul Melodi: Paolo Conte
Melodi lagu ini berasal dari seorang musisi legendaris asal Italia bernama **Paolo Conte**. Paolo Conte dikenal sebagai penyanyi, pianis, dan komposer yang gaya musiknya merupakan perpaduan antara jazz, *chanson* Prancis, dan musik pop Italia.
Lagu aslinya berjudul **"Via con me"** (pergi bersamaku), yang dirilis oleh Paolo Conte pada tahun 1981. Lagu ini menjadi salah satu karya Conte yang paling ikonik di seluruh dunia. Dengan aransemen piano yang khas, *swing* jazz yang kental, dan suara parau Conte yang khas, lagu ini sebenarnya bertema tentang perjalanan, pelarian, dan kerinduan romantis.
### 2. Transformasi ke Lagu Rohani (Adaptasi John Roy Harris)
Bertahun-tahun kemudian, melodi yang sangat "jazzy" dan nostalgik dari "Via con me" ini menarik perhatian pengubah lagu rohani. Melodi yang memiliki emosi mendalam namun elegan ini dirasa sangat cocok untuk diadaptasi menjadi sebuah lagu pujian.
**John Roy Harris** adalah sosok yang sering dikaitkan dengan adaptasi lirik bahasa Inggris untuk lagu-lagu pujian yang mengambil melodi dari karya-karya klasik atau pop dunia. Dalam proses adaptasi ini, melodi yang awalnya menceritakan tentang perjalanan romantis di jalanan Italia diubah menjadi sebuah perenungan teologis mengenai penebusan dosa dan pemujaan kepada Tuhan.
Judul diubah menjadi ***"Great Redeemer, We Adore Thee"***. Liriknya difokuskan untuk mengakui keagungan Tuhan sebagai Penebus dan ajakan bagi umat untuk berserah diri serta memuji nama-Nya.
### 3. Mengapa Lagu Ini Begitu Populer di Gereja?
Ada beberapa alasan mengapa lagu ini (khususnya versi rohaninya) diterima luas, terutama di kalangan gereja-gereja di Indonesia dan beberapa komunitas Kristen internasional:
* **Keindahan Melodi:** Melodi asli karya Paolo Conte memiliki struktur "hook" yang sangat kuat. Iramanya yang lembut namun memiliki dinamika *swing* memberikan kesan yang tenang namun penuh penghayatan.
* **Kedalaman Lirik:** Versi bahasa Indonesia ("Tuhan Penebus Kupuja") berhasil menangkap esensi kerinduan jiwa akan Tuhan. Liriknya tidak terasa dipaksakan, melainkan mengalir mengikuti alunan nada aslinya yang memang bersifat meditatif.
* **Penyampaian Emosi:** Karena melodi aslinya berasal dari lagu yang emosional (tentang kerinduan dan perjalanan), lagu ini ketika dibawakan sebagai pujian memberikan nuansa yang lebih personal dan intim dibandingkan lagu-lagu himne yang bersifat megah atau kaku.
### 4. Perdebatan Mengenai Adaptasi Lagu Pop ke Rohani
Seperti halnya banyak lagu rohani yang mengadaptasi melodi sekuler (seperti *hymn* yang menggunakan melodi musik rakyat), lagu ini sempat memicu diskusi kecil di kalangan penikmat musik. Beberapa orang yang sangat mengenal karya Paolo Conte mungkin merasa aneh mendengar melodi "Via con me" dinyanyikan dengan lirik tentang Yesus.
Namun, dalam tradisi musik gerejawi, praktik ini disebut sebagai **"Kontrafaktur"** (penulisan ulang lirik pada melodi yang sudah ada), yang sudah dilakukan sejak berabad-abad lalu oleh tokoh-tokoh seperti Martin Luther untuk mempermudah jemaat dalam menghafal pesan rohani.
### Kesimpulan
"Tuhan Penebus Kupuja" adalah bukti bagaimana sebuah karya seni sekuler yang jenius bisa bertransformasi menjadi sarana ibadah. Melodi dari **Paolo Conte** yang bernapas jazz Italia, kini melalui tangan **John Roy Harris** dan penerjemah liriknya, telah menemukan "rumah baru" di hati banyak jemaat sebagai lagu yang membawa kedamaian dan kerinduan akan sosok Penebus.
Jika Anda mendengarkan lagu aslinya ("Via con me") dan membandingkannya dengan lagu rohaninya, Anda akan merasakan bahwa melodi tersebut memang memiliki kualitas "pencarian"—baik itu pencarian akan kekasih di jalanan Italia, maupun pencarian akan Tuhan dalam kehidupan rohani.
Kemuliaan dan Hormat
NP
Pujilah Yesus yang Mulia
NP
Pujilah Yesus yang Mulia
NP
Pujilah Yesus yang Mulia
NP
Puji Yesus
NP
Ya Yesus, Bila Kukenang
NP
Sumber Hidupku, Ya Yesus
NP
Tuhanku Yesus
NP
Turunlah, Kasih Ilahi
NP
Dengarkan Nama Kucinta
NP
Puji NamaNya
NP
Mulia NamaMu, Tuhan!
NP
Puji Yesus Kristus
NP
Aku Ingin Menyanyikan
NP
Seribu Lidah Berpadu
NP
Hai Kristen, Pujilah
NP
Kasih Juru S'lamatku
NP
Kasihku T'rimalah, Tuhan
NP
Ku Cinta PadaMu
NP
Ku Memuji Penebusku
NP